My Captain is My Love Part 1

My Captain is My Love Part 1.

Dipublikasi di Uncategorized | 2 Komentar

Vampire is My Love Part 2

I’m backkkkk!!!! Hohoho.. responnya lumayan banyak euyy.. banyak yang bilang alurnya kecepetan.. ok! aku buat lambat deh.. o ya, makasih ya atas sarannya.. mian kalo masih ada Typo.. hehehe..

Udah akh ceritanya, kita lanjut ya.. jangan lupa RCL..

Selamat Membaca!!

Author : “Shin Eun Kyung”

Cast : WonKyu, all member SJ and all artist SM, brother and sister member SJ

Genre : Rating 17, romance, drama, genderswitch+

Author POV…

Terlihat Sungmin yang tengah berbaring di atas tempat tidurnya dengan wujud manusianya. Sungmin dan Kyuhyun bersahabat dekat. Bahkan kedekatan mereka, di anggap seperti orang yang berpacaran. Sungmin tak mengerti kapan perasaan terhadap Kyuhyun itu timbul. Ia masih tak mengerti.

Ketika hendak memejamkan matanya, tiba-tiba Heechul dan kawan-kawannya memanggil sesosok Sungmin.

“Sungmin-ah” lirih Heechul membuatnya bangun.

Dengan segera Sungmin pun menghampiri Heechul dan kawan-kawannya.

“oh kau? Ada apa?” Tanya Sungmin ketus.

“aku ingin mengajak bekerja sama denganmu?” ajak Heechul.

“cihh!! Kita berbeda Kim Heechul, kau vampire sedangkan aku serigala. Memangnya kau ingin aku bekerja sama untuk mendapatkan Kyuhyun. dan setelah itu kau yang lebih berkuasa” ujar Sungmin ketus.

“itu semua takkan pernah terjadi” tambah Sungmin seringai.

“ARGGGHHH!!! Kau? Serang dia” perintah Heechul yang kini sudah mengeluarkan taringnya, begitu juga kawan-kawannya.

Sungmin pun sudah merubah wujudnya menjadi serigala dan menggaung.

BUUUKKK

Badan Sungmin terlempar hingga jauh dari rumahnya. Ia menggerang kesakitan. Heechul pun datang menghampiri Sungmin yang sudah terkapar di tanah.

“lalu? Siapa yang lebih kuat?” Tanya Heechul sinis.

Sungmin pun hanya terdiam dan meringis kesakitan, akibat lemparan Heechul dan gigitan di lehernya yang membuat tak berhenti mengeluarkan darah. Mata heechul menangkap seseorang vampire di sekitarnya. Ia melihat ke sekitar, namun tak ada siapapun di situ.

“kau mencariku Kim Heechul?” ujar seorang namja yang sudah menampakkan wujudnya tepat di belakang Heechul.

“Kau” ucap Heechul terkaget ketika melihat Siwon sudah di depannya.

“ada apa kau kemari?” Tanya Heechul sinis.

“aku merasa ada sebuah panggilan untuk membantu temanku yang sedang dalam bahaya. Apa itu salah?” Tanya Siwon sambil menompangkan tangannya di dada bidangnya.

“arggghhhh!! Itu salah, karena Sungmin adalah partnerku” jawab Heechul geram.

“partnermu kau bilang? Untuk merebut Kyuhyun” ucap Siwon meledek.

“apa yang kau mau?” Tanya Heechul marah.

“aku ingin kau ENYAH” jawab Siwon santai.

“KAU” ujar Heechul menyerang Siwon.

SRRREEEEKKKKKK

Siwon pun terseret ke dalam hutan, ia belum memulihkan tenaganya untuk menghadapi Heechul. Heechul masih mencengkram bahu Siwon dan mencoba mengigit leher Siwon. Namun, tangan Siwon berhasil menahan bahu Heechul. Siwon pun tak mau kalah, kini dirinya memindahkan tangannya ke pinggang Heechul dan membanting Heechul ke pohon.

Siwon pun menghampiri Heechul yang sudah terkapar di tanah. Heechul kembali berdiri, namun karena tubuhnya masih lemas. Sehingga terlihat mudah untuk Siwon menyerang kembali. Ketika hendak akan membanting Heechul kembali. Seseorang sudah mencengkram kedua tangannya sehingga ia tak bisa menyerang Heechul.

Hangeng dan Jessicalah yang menahan bahu Siwon. Heechul pun mendekati teman-temannya yang menahan Siwon yang meronta-ronta minta di lepaskan. Mata merah Heechul menyala, ia mendekati Siwon dan hendak menyerang leher Siwon. Namun, kini ia kembali tersungkur.

“lepaskan dia” ujar Donghae menyerang Heechul, hingga terkapar di tanah.

Heechul pun hanya diam dan bangkit. Tubuhnya kembali mendekati tubuh Siwon yang sudah seringai ketakutan dan minta di lepaskan.

BUUUKKK

Mata Heechul menangkap sesosok Jessica dan Hangeng yang sudah tersungkur di tanah, begitu juga Siwon yang tersungkur tepat di depannya.

Kangin, Leeteuk dan yang lainnya. Kini sudah berkumpul mengelilingi Heechul dan kawan-kawannya.

“Apa maumu Kim Heechul?” Tanya Kangin.

“Cho Kyuhyun” jawab Heechul singkat.

“apa berharganya dia?” Tanya Leeteuk.

“dia sangat berharga untukku. Darahnya yang harum, membuatku harus memilikinya” jawab Heechul merasakan aroma seperti ada tubuh manusia.

“Siwon kejar Heechul” perintah Kangin.

Heechul pun berlari ke arah aroma tersebut. Namun, dengan sigap Siwon mengejarnya dan segera mendahului Heechul, agar tak terjadi hal yang tak diinginkan pada Kyuhyun.

Siwon pun kini sudah sampai di rumah Sungmin. Kyuhyun sedang mengobati Sungmin yang pingsan akibat gigitan taring Heechul dan bantingan kuat Heechul. Kyuhyun yang melihat sesosok Siwon yang sudah berada di depannya pun terkaget.

“Kyunniiee, ayo cepat kita pergi” ajak Siwon membuat Kyuhyun bingung.

“ada apa oppa?” Tanya Kyuhyun penasaran.

Siwon tak menjawabnya dan langsung membopong Kyuhyun keluar rumah Sungmin ke arah lain, agar Heechul tak menemukan Kyuhyun dan dirinya. Kyuhyun pun hanya mengalungkan tangannya di leher Siwon dan meringis ketakutan, karena Siwon membawanya lari dengan cepat.

Siwon dan Kyuhyun kini sudah jauh dari Heechul yang masih mencari sesosok Kyuhyun. mereka berdua sudah berada di puncak bukit. Kyuhyun pun sudah duduk di antara akar pohon dan sedang mengatur nafasnya.

“hoshh.. hosshh.. hosshh..” desah Kyuhyun.

“op..ppaa.. ada apa ini?” Tanya Kyuhyun pada sosok Siwon yang sudah berada di atas pohon.

“Heechul sedang mengincarmu” jawab Siwon singkat.

“tapi aku kan…” ucap Kyuhyun terpotong ketika Siwon sudah memeluknya.

“aku tak mau kau di bunuh oleh Heechul” ujar Siwon takut.

“arraseo. Aku tahu, tapi bagaimana keadaan Sungmin oppa. Aku khawatir padanya” ujar Kyuhyun.

“kau lebih memperdulikan Sungmin di bandingkan dirimu sendiri” ucap Siwon melepas Kyuhyun, sehingga Kyuhyun tersungkur ke tanah.

“bukan seperti itu..” elak Kyuhyun.

“sudahlah, lebih baik kau urusi saja Sungmin. Jangan pernah minta perlindungan dariku” ucap Siwon yang sudah menghilang dan meninggalkan Kyuhyun sendiri.

“Aisshhh.. Namja napeun!! meninggalkanku sendiri. Bukan itu maksudku” ujar Kyuhyun takut dan menangis.

Dari kejauhan, Heechul merasakan aroma tubuh Kyuhyun ya sangatlah harum baginya. Dengan sigap, ia pun langsung menghampiri Kyuhyun yang sedang menangis sendirian.

“akhirnya, aku menemukanmu” ucap Heechul.

POV end…

Kyuhyun POV…

Aku mendengar seseorang berbicara, ku tompangkan kepalaku ke arahnya. Aku terkaget ketika melihat Heechul yang sudah berada di depanku. Aku terus mundur, menghindari Heechul yang terus mendekat ke arahku.

Heechul semakin mendekat, aku pun kini sudah tak bisa berjalan mundur lagi. Karena pohon besar yang berada di belakang tubuhku. Heechul mendekat ke arahku dan mencekik leherku. Aku pun mendesah kesakitan akibat cengkraman heechul yang begitu kuat.

‘siapapun, tolong aku? Hook..hookk’ batinku minta tolong.

Kini Heechul sudah mengeluarkan taringnya dan siap menerkamku. Aku pun memejamkan mataku, aku siap menerima Heechul yang akan menerkamku. Namun, ku dengar erangan di depanku.

Ku buka mataku, ternyata Sungmin sedang menyerang Heechul. Aku pun hanya memeluk kakiku dan bergedik takut dengan kejadian yang ku alami. Tapi sebuah tangan kini sudah menarikku dan mengigitnya.

Ku lihat seorang yeoja dengan rambut pirangnya sudah mengigit letak urat nadiku. Darah segar mengalir dari pergelangan tanganku. Aku pun mengerang kesakitan. Yeoja tersebut masih mengigit tanganku.

“ARRGGHHHH!! Jinjja?” erangku kesakitan.

“Kyuhyun-ah” lirih Sungmin menarik yeoja di depanku.

“Sungmin-ah, arrgggghhh” erangku kesakitan.

“bertahanlah” ucap Sungmin yang kini sudah berubah menjadi manusia.

Sungmin pun menghadap kea rah yeoja tadi dan Heechul yang sekarang sedang mengerang ingin menerkam.

“menyingkirlah, atau aku akan membunuhmu” ucap yeoja di depan Sungmin.

“bunuh saja aku. Aku takkan pernah memberikan Kyuhyun pada kalian” tunjuk Sungmin marah.

Aku masih meringis kesakitan. Bau amis darah tanganku tak berhenti mengalir. pandangan mataku tak begitu jelas. Kepalaku sakit, aku pun memejamkan mataku tak tahu apalagi yang terjadi.

POV end…

Sungmin POV…

Heechul dan Jessica pun sudah tak ada di hadapanku. Ku lihat kea rah Kyuhyun yang sudah tak sadarkan diri. Dengan segera, ku bopong tubuhnya menuju rumahku. Tak mengerti mengapa Siwon meninggalkan kyuhyun sendirian.

Kini, aku dan Kyuhyun sudah berada di kamarku. Ku baringkan tubuh lemah Kyuhyun. ku rasakn, nadinya yang tersenggal-senggal. Ada perasaan khawatir, aku pun langsung menghubungi Sooyoung yang tak lain adalah seorang dokter.

Dia adalah salah seorang sahabatku yang mau menerimaku sebagai serigala selain Kyuhyun.

“Soo-ah, cepat kemari? Aku membutuhkanmu” perintahku pada Sooyoung.

“ke rumahku. Pailli! Aku tunggu” jawabku lagi.

Sambil menunggu Sooyoung datang. Aku pun mengambil kompresan untuk menghentikan darah yang terus keluar dari pergelangan tangan Kyuhyun. ketika akan menghampiri Kyuhyun di kamar. Tiba-tiba ku dengar suara teriakan dari kamarku. Dengan segera aku pun langsung menuju kamarku. Ku lihat Siwon yang sedang menghisap pergelangan tangan Kyuhyun.

“YAA!! Apa yang kau lakukan?” marahku pada Siwon.

“diamlah” tanggap Siwon.

“AARRRGGGHHHH” erang Kyuhyun ketika Siwon kembali mencoba menghisap darah pergelangan tangan Kyuhyun.

“apa yang kau lakukan?” tanyaku.

“kau tahu Heechul dan kawan-kawannya memiliki darah yang beracun dan itu akan membuat Kyuhyun mati. Aku sedang menghisap racun di dalam darahnya apa itu salah” jawab Siwon yang sudah berhenti dari aktivitasnya.

Aku pun hanya terdiam dan menghampiri Kyuhyun yang masih mengerang kesakitan. Dan kini ia sudah sadar dari pingsannya.

“Kyuhyun-ah, gwencahanaa?” tanyaku pada Kyuhyun.

“ne” jawabnya lemas.

“jika kau tau hal itu? Kenapa meninggalkan Kyuhyun sendirian di bukit?” tanyaku membuat Siwon terdiam.

“…”

“tak bisa menjawab” elakku membalutkan perban di pergelangan tangan Kyuhyun.

“oppa sudahlah. Siwon oppa tolong tinggalkan aku dan Sungmin oppa” ucap Kyuhyun.

“tapi Kyu..” elak Siwon.

“tolong oppa. Ka(pergilah)!!” perintah Kyuhyun.

Aku pun hanya terkekeh senang karena Kyuhyun mengusir Siwon.

POV end…

Siwon POV…

Aku pun menatap Kyuhyun intens, aku khawatir dengan keadaannya. Aku takut Heechul kembali menyerang Kyuhyun. aku memang egois. Tadi di bukit aku meninggalkan Kyuhyun sendirian. Aku merasa bersalah karena meninggalkan Kyuhyun sendirian. Aku ingin menjaganya, tapi Kyuhyun mengusirku.

Tanpa lama lagi, aku pun pergi dari rumah Sungmin. Aku pun mengerang marah sambil berlari ke dalam hutan yang menuju rumahku.

“Siwon-ah?” lirih appa yang kini sudah berada di depanku.

Aku pun mengabaikan panggilan appa dan terus berlari meninggalkannya yang kini mengejarku.

“YAA!! Choi Siwon” panggil appa juga mengerang.

Aku pun berhenti dan menatap mata appa yang sudah menatapku geram.

“ada apa denganmu?” Tanya appa marah.

“Kyuhyun mengusirnya appa” jawab Ahra nunna.

“maksudnya?” Tanya appa tak mengerti.

“karena aku meninggalkan Kyuhyun sendiri di bukit, dan Jessica berhasil menemukan dan menghisap darah di pergelangan tangannya. Kyuhyun marah padaku” jawabku.

“hanya karena egomu yang tinggi kau tinggalkan Kyuhyun” ujar Donghae hyung yang kini sudah di sampingku.

“mianheo” lirihku menunduk.

“sekarang yang harus kau lakukan, bujuk Kyuhyun kembali ke rumah. Cepat” perintah Yoona.

“tapi ada Sungmin di sana” ujarku.

“Sungmin bukan penghalang untukmu” ucap appa mendorongku ke arah jalan rumah Sungmin.

Aku pun kembali berlari menunju rumah Sungmin. Aku akan mencoba membujuk Kyuhyun untuk mengikutiku pulang. Aku tak peduli dengan Sungmin yang akan marah padaku.

Kini, aku sudah berada di kamar Sungmin. Kyuhyun pun tengah terlelap. Agar tak membangunkannya, ku bopong Kyuhyun secara perlahan keluar dari rumah Sungmin. Aku pun berhasil membawa Kyuhyun keluar dari rumah Sungmin. Kyuhyun masih terlelap. Aku pun berlari meninggalkan rumah Sungmin menuju rumahku.

~~~
kini, aku dan Kyuhyun sudah berada di rumahku. Kyuhyun masih terlelap di sofa kamarku. ku dengar langkah kaki amma menghampiriku dan Kyuhyun.

“Siwon-ah, istirahatlah! Biar amma yang menjaga Kyuhyun” perintah amma.

“tapi amma…” elakku menolak.

“sudahlah, amma tau kau bersalah pada Kyuhyun. biarkan ia istirahat dulu” ujar amma menyelimuti seluruh badan Kyuhyun dengan selimut yang ada di kamarku.

“ne, baiklah jika seperti itu” ucapku meninggalkan amma dan Kyuhyun.

Aku pun turun menuju ruang keluarga rumahku dan menghampiri appa dan yang lainnya yang sedang berkumpul.

POV end…

Keesokan Harinya…

Kyuhyun POV…

Cahaya matahari membuat mataku silau. Ku kerjapkan mataku melihat kea rah sekitar yang ku kenali tempatnya.

‘ini kan kamar Siwon oppa’ batinku .

Ku rasakan sakit dari pergelangan tanganku. Ku lirik ke arah lain yang sudah ada Ahra eonnie yang terlelap. Ku sibakkan selimut yang menyelimuti tubuhku dan bangun dari sofa kamar Siwon oppa.

“AHHH” erangku jatuh ke lantai sehingga membuat Ahra eonnie terbangun.

“Kyuhyun-ah, kau akan kemana?” Tanya ahra eonnie cemas.

“aku ingin jalan-jalan eonnie. Tapi, tiba-tiba kakiku sakit” jawabku sambil memegangi kakiku yang sakit.

“sini, aku bantu” ucap Ahra eonnie memapahku ke luar kamar Siwon oppa.

Aku pun mengikuti langkah Ahra eonnie yang memapahku perlahan. Ku lihat Siwon oppa sudah menatapku takut. Ku lihat Donghae oppa memerintah Siwon oppa untuk menghampiriku. Aku pun tersenyum kea rah Donghae oppa.

“kyunniiee” lirih Siwon oppa merangkul bahuku dan mengambil alih rangkulan dari Ahra eonnie.

“ne?” jawabku ketus.

“mianheo” ucapnya sambil memapahku berjalan ke ruangan yang tak jauh dari tangga rumah ini.

~~~

Siwon oppa pun membaringkan badanku di sofa ruangan yang tak tahu ruangan apa.

“Kyunniiee” lirihnya yang kini sudah berjongkok di depanku.

“Wae?” tanyaku sinis.

“kau masih marah padaku?” Tanya Siwon takut.

“bukankah vampire bisa tahu perasaan manusia” jawabku ketus.

“tapi, kali ini aku tak bisa merasakan perasaanmu” ucapnya merundukkan kepalanya.

Ku raih tangan dinginnya dan ku letakkan di dadaku. Agar ia bisa merasakan jantungku yang berdetak kencang.

“sekarang?” tanyaku menatap matanya.

“mianheo Kyuhyun-ah” ujar Siwon yang sudah mengenggam tanganku.

“seharusnya aku yang meminta maaf padamu oppa. Aku yang salah” ujarku meneteskan air mataku.

“aku yang egois” tambahku memengang bahu Siwon oppa.

“jangan mengatakan seperti itu” tanggapnya memelukku.

Aku hanya terdiam membalas pelukannya. Aku pun teringat kedua orangtuaku. Aku belum mengabari mereka semua. Aku takut mereka khawatir. Ku lepaskan pelukan Siwon oppa sambil mengelap air mataku lembut.

“wae jagi?” Tanya Siwon oppa cemas.

“oppa, aku belum mengabari appa dan amma di busan” ucapku sendu.

“aku khawatir dengan keadaan mereka” tambahku cemas.

“tenanglah jagi. Sekarang kita ke rumah orangtuamu di Busan ya” ajak Siwon oppa memapahku berdiri.

Aku pun hanya menganggukkan kepalaku lembut. dan berjalan mengikuti langkah Siwon oppa secara perlahan.

‘amma appa semoga kau baik-baik saja. Tunggu aku’ batinku khawatir.

~~~
kini aku dan Siwon oppa sudah berada di perjalanan menuju Busan. Selama perjalanan ini taka da perbincangan di antara kami. Aku hanya terdiam memandang keluar jendela mobil.

“jagi?” lirih Siwon oppa tiba-tiba.

“hhmmm…” dehemku pelan.

“kau sedang apa?” Tanya Siwon oppa masih menghadap ke depan.

“ania” jawabku singkat.

Siwon oppa pun hanya terdiam dan mengelus rambutku lembut sambil tersenyum simpul ke arahku. Aku pun kembali dengan aktivitasku memainkan Iphone milik Siwon oppa. Ketika membuka salah satu file di dalamnya, ku lihat file tersebut banyak foto diriku. Aku pun hanya membelangkakan mataku.

“apa yang sedang kau lihat?” Tanya Siwon oppa menatap ke arahku.

Aku pun menunjukkan foto-fotoku ke arahnya.

“ige mwoya?” ujarku cemberut ke arahnya.

“ne? ah, jagiya.. wajar sajakan seorang pacarnya sendiri mempunyai foto yeojanya” ujar Siwon oppa memberhentikan aktivitasnya.

“ne, arraseo.. Tapi, kapan oppa mengambil foto ini” ujarku masih cemberut.

Siwon oppa pun menghadapkan badannya ke arahku.

“sejak..” ucapnya mendekat ke arahku.

“yaa.. ya.. yaa..” ucapku gugup.

Siwon oppa pun tetap mendekatkan wajahnya ke arah wajahku. Aku pun memejamkan mataku karena gugup. Tak ada apa-apa. Aku pun mencoba membuka mataku dan melihat Siwon oppa yang tertawa.

“wae?” tanyaku ketus.

“ayo turun. Sudah sampai. Aku tadi ke arahmu ingin melepas tali pengaman mobil” ucap Siwon oppa keluar mobil.

Aku pun hanya terdiam dan memegang pipiku yang terasa panas.

“Omo~ aku malu. Ahhh” desahku menepuk-nepuk pipiku sendiri.

POV end…

Author POV…

Siwon dan Kyuhyun pun sudah sampai di tempat tinggal orangtua Kyuhyun. kini, mereka sudah berada di teras rumah Kyuhyun dan hendak mengetuk pintu rumah kayu itu, tapi umma Kyuhyun sudah keluar.

“Kyuhyun-ah” lirih Hyoyeon senang dan langsung memeluk Kyuhyun.

“umma. Appa mana?” Tanya Kyuhyun melepas pelukan.

“appamu ada di belakang. Ayo masuk” ajak Hyoyeon senang.

“ah, amma aku lupa. Oppa kemarilah” perintah Kyuhyun pada Siwon.

“ne. anyonghaseyo ahjumma” ucap Siwon sopan.

“Omo~ Kyuhyun-ah kau tak pernah mengatakan pada amma jika kau mempunyai pacar” sindir Hyoyeon membuat Kyuhyun diam.

“arraseo.. arraseo.. ayo kita masuk” ajak Hyoyeon.

Mereka pun masuk ke dalam rumah kayu yang ukurannya hanya sebesar 7×5. Kyuhyun pun mengambil alih duduk di lantai yang memang kebiasaan penduduk busan.

Siwon pun duduk di samping Kyuhyun sambil memeluk pinggang Kyuhyun sehingga jarak mereka yang sangat dekat. kyuhyun pun hanya terdiam melihat perlakuan Siwon. Tak beberapa lama, Kangta datang menghampiri Kyuhyun sambil mengeluarkan air mata karena kerinduan kepada sang anak.

“Kyuhyun-ah” lirih Kangta memeluk Kyuhyun.

“appa. Bogoshipoyo” ujar Kyuhyun membalas pelukan Kangta.

“ehem..” dehem Siwon tersenyum ke arah Kangta.

“nuguseyo?” Tanya Kangta kepada Siwon.

“anyonghaseyo ahjussi. Choneun Siwon imnida. Naneun namjachingu Kyuhyun” jawab Siwon membuat Kyuhyun menunduk malu.

“aigoo.. anak appa sudah dewasa. Ayo duduk” perintah Kangta.

Kyuhyun dan Siwon pun kembali duduk di hadapan Kangta dan Hyoyeon.

“amma appa, kalian di sini baik-baik saja kan?” ujar Kyuhyun cemas.

“gwenchanaa Kyu-ah” ujar Hyoyeon memegang tangan Kyuhyun.

“aku khawatir terjadi sesuatu pada kalian” Kyuhyun menundukkan kepalanya dan tak terasa air matanya kini sudah mengalir deras.

“jagiya, gwenchanaa?” Tanya Siwon cemas.

“ne, gwenchanayoo” jawab Kyuhyun mengelap air matanya.

“uljima. Amma dan appa baik-baik saja. Kau juga baik-baik di Seoul. Jangan pernah membuat orang lain khawatir” ujar Hyoyeon menghampiri Kyuhyun.

“ne amma” jawab Kyuhyun memeluk Hyoyeon.

“kyuhyun-ah, kau akan bermalam di sinikan? Kami merindukanmu”  ucap Hyoyeon sedih.

Kyuhyun pun tak tega melihat ummanya yang sedih dan menghadap ke arah Siwon yang hanya terdiam melirik kea rah rumah tradisional Kyuhyun.

“oppa, eottokhae?” Kyuhyun bertanya pada Siwon sang pacar yang kini sudah menatapnya intens.

“ne, ayo kita menginap di sini” jawab Siwon dan Kyuhyun pun kini sudah memeluk lengan kekar pacarnya itu.

“gomawo” ucap Kyuhyun tersenyum senang.

“baiklah, Kyuhyun-ah, ayo kita masak dulu. Aku yakin, kalian berdua belum makan” ujar Hyoyeon melihat ke arah Kangta dan mengisyaratkan untuk membawa Siwon mengganti pakaian Siwon.

“Siwon-sshi ayo ikut saya” perintah Kangta membuat Siwon bingung.

Siwon pun hanya mengikuti Kangta yang keluar dari rumah tradisional Kyuhyun itu menuju rumah tradisional kecil yang sama percis.

POV end…

Kyuhyun POV…

Aku pun membantu amma memasak. Amma banyak menceritakan kepadaku jika EunHyuk yang dulu adalah majikanku selalu menanyakanku. Aku tak tahu kenapa ia seperti itu.

Ku lihat Siwon oppa yang sekarang sudah berada di ruang makan bersama appa. Dan ku lihat bajunya yang kecil dan celana panjang yang mengatung. Membuatku terkekeh geli.

“kau bertemu Siwon dimana?” Tanya amma membuatku kaget.

“hah? Dia.. ah, dia anak baru di kampus amma” jawabku malu.

Aku tak mungkin memberitahu amma, jika Siwon oppa adalah seorang vampire. Aku tak mau amma menyuruhku meninggalkannya. Walaupun, perlahan amma dan appa akan tahu sendiri.

“ayo Kyu, bawa semua ke ruang makan” perintah amma.

Aku pun membawa makanan yang sudah amma hidangkan menuju ruang makan yang sudah ada Siwon oppa dan appa. Ku ambil alih duduk di samping Siwon oppa. Aku melihat kea rah Siwon oppa yang kebingungan karena makanan yang di hidangkan.

Aku lupa, jika Siwon oppa bukan pemakan daging dan juga nasi.

“jagi, ige mwoya?” tanyanya menunjuk kimbap.

“ini namanya kimbap oppa. Oppa coba deh” ucapku menyuapi kimbap ke dalam mulutnya.

“eottokhae?” tanyaku lagi.

“passipta” jawabnya masih mengunyah kimbap.

“lalu, ini?” Tanya Siwon oppa lagi.

“ini kimchi oppa” jawabku menyumpitkan kimchi ke mulutku.

“oppa tak suka ya? Mau aku buatkan yang lain?” tambahku hendak menuju dapur, namun Siwon oppa menahan tanganku.

“gwenchanaa.. aku menyukai ini semua” ucap Siwon oppa mengambil sumpit di depannya dan mulai menikmati makanan yang amma buat.

~~~
kini, aku sudah duduk di kamarku. semenjak tadi siang, siwon oppa tak mau aku meninggalkannya dan membuat amma selalu meledeki Siwon oppa untuk segera menikahiku. Itu semua membuatku kesal.

Dan juga, Siwon oppa merengek meminta tidur bersama di kamarku. Awalnya amma dan appa menolak, karena seorang yeoja dan seorang namja harus tidur bersama dan belum memiliki hubungan apapun. Tapi, aku berhasil meyakinkan amma dan appa. Sehingga kini, aku dan Siwon oppa sudah berada di kamarku dan berbaring di tempat tidur.

“jagiya” lirihnya menghadap ke arahku.

“uhmm..” panggilku tetap dengan posisiku.

GREB..

Tiba-tiba Siwon oppa memelukku. Aku pun menatap ke arahnya yang tengah tersenyum ke arahku. Aku pun hanya terdiam menyimpan tanganku di dada bidangnya.

“saranghae” ucapnya.

“na doo saranghae” jawabku menatap ke arahnya.

Perlahan wajahnya mendekat ke wajahku. Aku pun menuntun diam. Kini bibirnya sudah menempel lekat di bibirku. Tak terasa ku pejamkan mataku dan menikmati ciumannya. Di lumatnya bibirku namun tanpa nafsu.

~~~

Keesokan Harinya…

Perlahan ku buka mataku. Pagi ini, aku masih berada di kamar. Siwon oppa pun masih memelukku. Wajah kami yang begitu dekat sehingga dapat ku lihat kulit putih pucatnya.

Aku pun menatap setiap jengkal wajahnya. Ku beranikan diri untuk mengecup bibir pucat Siwon oppa. Tapi, tiba-tiba tangan kekar memelukku erat sehingga ciuman ini menjadi ciuman hangat. Bahkan, aku hampir lupa jika Siwon oppa tidak pernah tidur. Karena dirinya adalah seorang vampire.

“oppa” lirihku melepaskan ciuman.

“wae jagi?” jawabnya mengecup keningku.

“ayo bangun, kulitmu dingin sekali. Membuatku kembali kedinginan” perintahku melepaskan tangan kekarnya.

“ne” jawabnya pasrah dan mengecup bibirku.

“YAAA!! Oppa” marahku mengejarnya dan memukuli badannya.

Namun, nihil Siwon oppa sudah memanjat ke atap kamarku sehingga susah untukku menangkapnya. Ku gapai kaki jenjangnya dan dapat. Tapi, keseimbangannya goyah sehingga kini Siwon oppa menindih badanku.

“Kyuhyun-ah” lirih EunHyuk yang sudah berada di dalam kamarku.

“EunHyuk” ujarku memukul dada Siwon oppa namun, tak berhasil.

TBC…

Huuuaaakkkhhh.. gajeeee… aku bingung tak ada ide teman-teman. Mianheo,… aku lagi pusing nihhh… novel.. novel…

Arghhh…. Pusing judul dan isinya.. hiks..hiks..hiks…

Ya sudah deh, curhat mulu. Jangan lupa commentnya ya…

Dipublikasi di Uncategorized | 10 Komentar

I Love You In Every My Breath

I Love You In Every My Breath.

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Vampire Is My Love (Part 1)

Hallo! EunKyung bawa FF part WonKyu lagi. Lagi senang buat FF WonKyu, karena mereka berdua adalah biasku. Aku WonKyu shipper, WonKyu biased, dan couple-couple SJ yang lainnya. Namun, tetap lebih ke WonKyu. Mereka berdua membuatku selalu tersenyum.

Udah akh ceritanya, kita lanjut ya.. jangan lupa RCL..

Selamat Membaca!!

Author : “Shin Eun Kyung”

Cast : WonKyu, all member SJ and all artist SM, brother and sister member SJ

Genre : Rating 17, romance, drama, genderswitch+

 

Kyuhyun POV…

Mataku tak berhenti melirik semua pelanggan di tempatku bekerja. Aku bukanlah anak orang kaya yang bisa bersenang-senang. Orang tuaku hanyalah seorang penanam the di kampung. Aku di sini pun hanya mengandalkan kontrakan di gang kecil.

Malam yang begitu sunyi, suara gemuruh angin yang menusuk ke dalam bulu kuduk membuatku merinding. Gang sepi yang tak pantas di lewati oleh seorang yeoja malam seperti diriku.

Namun, aku harus bagaimana lagi. Demi mendapatkan sesuap nasi dan menghidupi orangtuaku di kampong, aku harus bekerja keras agar mendapatkan uang banyak.

Aku pun tengah sampai di depan rumah kontrakanku, dan merasa ada yang mengikutiku. Ku tengokkan kepalaku ke kanan dan kiri. Namun, hasilnya nihil. Hanya ada aku dan kesunyian di sini. Tak ingin ambil pusing lagi, aku pun masuk ke dalam rumah kontrakanku dan bergegas mandi lalu tidur.

Keesokan Harinya…

Pagi-pagi sekali aku pun sudah buru-buru berangkat kuliah. Tempat kuliah yang sangat di inginkan banyak orang untuk masuk kemari. Kyunghee University, jika bukan karena beasiswa. Mungkin aku takkan bisa masuk ke universitas tersebut.

Aku pun sudah sampai di loby kampusku dan bergegas menuju kelas agar tak kesiangan.

“hai Kyunniiee” ujar Seohyun temanku.

“hai hyun, tumben pagi-pagi sudah berada di kampus” ujarku padanya.

“ne, aku tak mau Miss Boa memarahiku setiap hari” jawab Seohyun santai.

Aku pun hanya tersenyum ke arahnya dan mengeluarkan buku tentang vampire. Keingin tahuanku tentang vampire ini begitu besar. Karena baru-baru ini ada berita tentang vampire yang selalu mendatangi mangsanya dan menghisap darah sang mangsa. Itu semua membuatku penasaran.

Ku lihat Miss Boa masuk ke dalam kelas dengan di ikuti namja tinggi putih pucat. Namja tersebut pun tersenyum ke arahku, aku pun hanya tersenyum dan mengalihkan pandanganku pada Miss Boa.

“anyonghaseyo!! Kalian kedatangan teman baru. Ayo Siwon perkenalkan namamu” perintah Miss Boa pada namja di sampingnya.

“Anyonghaseyo! Naneun Choi Siwon imnida. Mannasobangasepmnida” ujarnya membungkukan badannya.

Semua anak-anak di kelas pun hanya bertepuk tangan dan menatap suka kea rah namja tersebut. Tak beberapa lama namja tersebut pun menatapku dan menghampiri mejaku.

“Miss bolehkah saya duduk di sini?” Tanya namja yang bernama Siwon itu.

“silahkan. Seohyun kau bisa pindah ke bangku lain” perintah Miss Boa membuat Seohyun berdecak kesal.

Siwon pun mengambil alih duduk di samping bangkuku. Aku pun hanya menatap Seohyun sedih.

“anyong! Bolehkah aku tahu namamu?” Tanya Siwon.

“Cho Kyuhyun” ujarku singkat.

“Choi Siwon” ucapnya tersenyum ke arahku.

Aku pun hanya menyunginggkan senyuman terpaksa ke arahnya. Tiba-tiba tanganku bersentuhan dengan kulitnya yang dingin. Aku pun hanya membelakkan mataku. Tangannya yang dingin, kulitnya yang putih pucat membuatku bergidik ngeri.

Ku lihat dirinya yang begitu serius memperhatikan Miss Boa menerangkan mata kuliah Biologi mengenai Darah.

POV end…

Siwon POV…

Mata kuliah Miss Boa yang berada di kampus baruku pun selesai. Aku pun memberskan buku yang entah aku tak mengeri untuk apa buku itu di pelajari. Aku adalah sebangsa vampire pemakan buah-buahan dan tumbuh-tumbuhan.

Saat tadi, berkenalan dengan Kyuhyun. ia begitu kaget karena melihat kulitku yang putih pucat dan menyentuh kulitku yang dingin. Inilah aku, seorang vampire. Aku datang di kehidupan manusia karena ingin melindungi manusia yang ingin di buru oleh vampire jahat pemakan daging dan penghisap darah yang ganas (yang aku nggak tau vampire jenis apa itu).

Begitu juga dengan Kyuhyun, ia begitu bahaya. Banyak vampire yang mengincar darahnya untuk di hisap. Maka dari itu, aku pun ingin melindunginya.

Ku lihat Kyuhyun yang sedang menunggu bis. Aku pun menuju mobilku dan menjalankan mobilnya menghampiri Kyuhyun yang sendirian di halte bis.

Ku hentikan mobil ran cruiver tepat di depannya. Kyuhyun pun hanya menatap mobilku heran. Ku turunkan jendela pintu mobil yang tepat berada di depan Kyuhyun.

“naiklah” perintahku ke arahnya.

“ne? tidak usah. Aku masih harus bekerja” tolaknya lembut.

“gwenchanaa.. aku antarkan” perintaku lagi.

“ayolah” tambahku turun dari mobil dan menyuruhnya menaiki mobilku.

“baiklah jika kau memaksa” jawabnya.

Aku pun hanya tersenyum, dan menaiki bangku di sampingnya yang kini tengah menatap heran ke arahku. Aku pun memasang tali pengaman dan menjalankan mobilku.

“sekarang kita harus kemana?” tanyaku membuatnya keget.

“ah, mian aku melamun. Antarkan aku ke Kona beans. Aku harus bekerja” jawabnya mentap canggung ke arahku lalu kembali membaca buku di tangannya.

Aku pun segera melesatkan mobilku menuju tempat kerjanya.

“kau bekerja setiap hari?” tanyaku santai.

Kyuhyun pun hanya mengangguk.

“ah” desahku tak ingin membuatnya marah.

Aku sudah tahu keadaan orangtuanya yang serba kecukupan. Nari nunna yang bisa menerawang masa depan dan masa lalu mengatakan jika Kyuhyun adalah seorang yang berkecukupan. Dan ia sangat perlu mendapatkan perlindungan karena tak beberapa lama, banyak musuhku yang mengincar darahnya.

~~~
@kona beans…

“gomawo” ucapnya ketika keluar dari mobilku.

“tak perlu sungkan. Nanti kau pulang kerja pukul berapa? Aku akan menjemputmu, aku tak suka penolakan” ucapku membuatnya terdiam.

“pukul 9 malam” jawabnya masuk ke dalam tempat kerjanya.

Aku pun kembali melesatkan mobilku menuju rumah. Tak membutuhkan waktu lama, aku pun sudah sampai di rumah.

“Siwon-ah, bagaimana?” Tanya appa padaku.

“ne appa. Kyuhyun masih aman” jawabku masuk ke dalam kamarku.

Keadaan kamarku yang tak ada tempat tidur, karena vampire adalah salah satu makhluk yang tidak tidur. Jadi, setiap malam aku selalu berada di sekitar rumah Kyuhyun untuk menjaganya.

“Siwon-ah” lirih nari nunna yang sudah berada di dalam kamrku.

“ya! Nunna sejak kapan kau di kamarku?” ucapku kaget.

“kau tak perlu tahu. Jangan sampai kau lupa, mala mini kau jaga Kyuhyun” perintah nari nunna.

“ne nunna. Keluarlah” jawabku menyeretnya keluar kamar.

“ye, aku keluar” ucap nari nunna berjalan meninggalkanku.

Aku pun kembali terdiam dan menghadap ke arah jendela kamarku yang menghadap ke hutan yang sangat lebat.

POV end…

Kyuhyun POV…

Ku lirik jam di kona beans yang sudah menunjukkan waktu kerjaku yang telah selesai. Aku pun segera bergegas mengganti pakaianku dan bergegas pulang karena hari sudah malam.

Ketika aku sedang menyimpan pakaian kerjaku di loker. Ku dengar salah seorang pekerja di sini mengatakan soal vampire.

“eh kau tahu tidak. Aku dengar ada seorang vampire” ujar yeoja tersebut.

“ne, aku tahu. Aku dengar-dengar vampire itu beraktivitas layaknya manusia biasa. Tapi, yang aku kagumi lagi. Vampire itu sangat tampan” ucap seorang temannya.

Tak mau ambil pusing, aku pun keluar ruang ganti sambil membanting pintu ruang ganti membuat semua yang berada di ruang ganti terkaget.

Aku pun sudah berada di teras depan kona beans. Ku lihat Siwon yang sudah berada di depanku dan menyungingkan senyuman ke arahku. Aku pun hanya tersenyum canggung ke arahnya.

“Kyuhyun-ah aku tak membawa mobilku, bolehkan aku menginap di rumahmu?” tawarnya membuatku terdiam.

“ne?? tapi rumahku kecil Siwon-sshi” jawab Kyuhyun malu.

“taka pa-apa, ayolah” ucapnya merangkul lenganku seperti pacarnya sendiri.

Aku pun berjalan dan di ikuti Siwon di sampingku.

“sepertinya kau lelah, naiklah” perintahnya berhenti berjalan dan membalikkan badannya, memerintahku untuk menaiki punggungnya.

“tapi Siwon-sshi” elakku.

Namun, tangannya yang dingin menarik tanganku yang kini badanku sudah berada di punggungnya.

“Siwon-sshi” lirihku malu saat Siwon mulai berjalan ke arah rumah kontrakanku.

“jangan panggil aku seperti itu, panggila aku oppa” perintahnya.

“ne Siwon-sshi.. ah maksudku Siwon oppa” ujarku malu.

“kaitkan yang kuat. Kita akan lari” perintah Siwon membuatku kaget.

“ne?” jawabku.

Namun tanpa sepengetahuanku, Siwon sudah berlari kencang dan terpaksa ku kalungkan tanganku di lehernya. Ku pejamkan mataku. Saat ku buka mataku, aku terkaget. Aku sudah berada di depan rumah kontrakanku. Ku lihat kea rah siwon yang hanya tersenyum.

Siwon pun menurunkanku yang masih tercenggang dengan kejadian yang sudah ku alami tadi. Ku buka pintu rumah kontrakanku dengan sedikit takut menatap kea rah Siwon.

“mian oppa, rumahnya berantakan. Aku belum sempat membereskannya” ujarku membereskan pakaian yang berserakan di mana-mana.

“gwenchanaa” jawabnya tersenyum dan duduk di kursi kayu.

“awww…” erangnya kesakitan saat duduk di kursi kayu.

“wae oppa?” tanyaku ke arahnya.

Aku pun melihat ke arah kursi yang tak ada penghalang seperti bantal dan membuat Siwon kesakitan.

“ah, ini” ucapku membawa bantal dan menyimpan di atas kursi kayu, agar membuatnya nyaman.

Siwon pun duduk dengan nyaman dan melihat ke arahku yang hendak membuatkan the untuknya. Namun, aku pun di kagetkan dengan tangan kekar yang tiba-tiba melingkar erat di pinggangku.

Ku lihat kea rah belakang yang tenyata pemilik tangan tersebut adalah Siwon.

“Kyuhyun-ah, ada yang ingin ku katakan padamu” ucapnya membuatku bergedik ngeri karena nafasnya yang dingin.

“Mwo..ya..?” tanyaku gugup.

“sebenarnya aku bukanlah manusia” ucapnya masih dalam keadaan kami yang saling berpelukan.

“maksudmu? Aku tak mengerti” tanyaku tak mengerti.

POV end…

Author POV…

“ikut aku” perintah Siwon berlari keluar rumah kontrakan Kyuhyun dan memangku Kyuhyun dan terbang.

Siwon dan Kyuhyun pun sudah sampai di sebuah bukit yang tak jauh dari rumah kontrakan Kyuhyun. kyuhyun pun hanya menatap kea rah Siwon tak mengerti.

“maksudmu apa oppa?” Tanya Kyuhyun penasaran.

Tak beberapa lama, Siwon pun sudah mengeluarkan taringnya kea rah Kyuhyun dan memegang tangan hangat Kyuhyun.

“sekarang kau mengertikan” uacap Siwon.

“mwo? Jaa…dd..iii.. oppa” ucap Kyuhyun terbata-bata.

“ne? aku vampire Kyu, aku datang untuk melindungimu” ujar Siwon kembali membuat Kyuhyun tak mengerti.

“melindungiku? Memangnya aku kenapa? Aku baik-baik saja kan oppa” ucap Kyuhyun santai.

“tidak Kyuhyun. kau ada dalam bahaya” elak Siwon meyakinkan Kyuhyun.

“aku masih tak mengerti. Tolong oppa jelaskan padaku” uacap Kyuhyun penasaran.

Tak beberapa lama Heechul dan kawan-kawannya datang dari arah dalam bukit yang sangat gelap menghampiri Kyuhyun dan Siwon. Siwon yang melihat hal itu, langsung mengambil alih berdiri di depan Kyuhyun. Kyuhyun pun hanya menatap punggung Siwon tak mengerti.

“mau apa kalian?” ujar Siwon sinis.

“aku ingin yeoja itu” tunjuk Heechul pada Kyuhyun.

“nae?” ujar Kyuhyun kaget.

“takkan kau mendapatkannya” ucap Siwon mengeluarkan taringnya dan menggerang ke arah Heechul dan kawan-kawannya.

Tak beberapa lama, datanglah Kangin, Leeteuk dan keluarga Siwon yang lain.

“Siwon tenangkan dirimu dan bawa Kyuhyun” perintah Kangin.

Siwon pun hanya menarik Kyuhyun ke pangkuannya dan segera membawa pergi Kyuhyun yang masih mematung heran.

“sekarang kau mengertikan” ucap Siwon masih focus ke depan.

“ne, namja itu??” Tanya Kyuhyun.

“dia adalah ketua vampire yang ganas. Namanya Heechul dan yang tadi adalah anak buahnya. Harus kau tahu Kyu, keadaanmu sekarang tak aman” ujar Siwon menurunkan badannya yang sudah berada di kamarnya.

“duduklah” tambah Siwon.

Kyuhyun pun hanya duduk di sofa kayu yang ada di kamar Siwon. Siwon pun hanya duduk di arah jendela menghadap ke arah Kyuhyun yang kini sedang mengatur nafasnya karena ketakutan.

“oppa, ini kamarmu?” Tanya Kyuhyun penasaran dan berjalan menusuri kamar Siwon yang semuanya hanyalah kaca.

“ne, aku di sini hanyalah sekedar beristirahat dan kembali mengikutimu kemanapun kau pergi” jelas Siwon yang kini sudah berada di samping Kyuhyun.

“aneh” ujar Kyuhyun tak percaya.

“ya ini memang aneh” tanggap Siwon menatap Kyuhyun.

Siwon pun mendekatkan wajahnya ke wajah Kyuhyun. kini, wajah mereka berdua sangatlah dekat. Tak ada jarak di antara mereka berdua.

CHU~~

Bibir Siwon pun kini sudah mendarat di bibir Kyuhyun. Kyuhyun pun hanya membelangkakan matanya kaget. Tangan kekar Siwon pun sudah melingkar di pinggang Kyuhyun. perlahan matanya pun terpejam dan hanyut dalam ciuman Siwon. Tangan panjang miliknya pun di kalungkan ke leher Siwon. Hanya kecupan yang terdengar di kamar Siwon.

Sepasang mata merah yang tak jauh dari kamar Siwon. Matanya yang merah padam dan begitu geram dengan kejadian di depan matanya membuatnya cemburu. Pemilik mata tersebut adalah Sungmin, teman kampus Kyuhyun yang berasal dari kaum serigala.

Sungmin pun pergi menjauh dan menuju puncak bukit.

“Auuuggghhhhh…” raung Sungmin.

Teman-teman yang merupakan kaum serigala pun tak beberapa lama sudah kumpul, menandakan bahwa ada yang berbahaya dan membutuhkan mereka.

“ada apa Sungmin?” Tanya Kangta salah seorang temannya.

“hyung, Siwon sudah menemukan Kyuhyun” ujar Sungmin geram.

“lalu kau ingin apa? Mereka musuh kita Sungmin, kau harus tahu itu” jawab Kangta.

“aku akan membuat Kyuhyun berada di tanganmu” ucap Yuri berlari kea rah rumah Siwon.

Sungmin pun berlari dan sudah menjadi serigala.

“kau gila, mereka tak bisa begitu saja di serang” geram Sungmin.

“aku akan membunuh mereka satu per satu” ucap kangta dan juga di ikuti Minho dan yang lainnya.

“ingat Sungmin, orangtuamu di bunuh oleh bangsa mereka” ucap Yuri.

“namun, tak segampang itu. Aku mencintai Kyuhyun” elak Sungmin berjalan meninggalkan teman-temannya.

~~~
Keesokan Harinya…

Hari ini, Kyuhyun masih berada di rumah Siwon. Orangtua Siwon melarang Kyuhyun untuk bekerja karena Heechul dan bangsawannya sudah mengetahui rumah dan tempat kerja Kyuhyun.

“Kyuhyun-ah, di sini kau aman” ucap Yoona.

“ne eonnie” ucap Kyuhyun.

Tiba-tiba Donghae datang kea rah Kyuhyun karena merasa di panggil akan harus darah manusia. Donghae adalah sebangsa kaum vampire yang sama seperti Heechul namun, ketika Yoona datang kehidupannya membuatnya berubah menjadi vampire yang mengikuti ajaran Yoona.

Namun, karena Kyuhyun adalah orang baru di sekitarnya, dan mengingatkan dirinya sebagai vampire yang sama seperti Heechul.

“Donghae oppa” lirih Yoona menghadang kea rah Kyuhyun.

“siapa dia? Manusia baru” ujar Donghae.

“Donghae, apa yang kau lakukan?” ujar Leeteuk kea rah Donghae yang ingin menerkam Kyuhyun.

“dia bukan musuh Donghae” ujar Leeteuk menenangkan Donghae.

Siwon yang baru datang, melihat keadaan pun langsung menghampiri Kyuhyun yang ketakutan.

“gwenchanaa??” Tanya Siwon kea rah Kyuhyun yang sudah menangis.

“aku takut oppa” ujar Kyuhyun memeluk Siwon.

“gwenchanaa aku di sini, hyung tolong jangan macam-macam” ujar Siwon memapah Kyuhyun meninggalkan semua.

“aku ingin pulang oppa” pinta Kyuhyun.

Siwon pun terus memeluk Kyuhyun dan berfikir untuk menghibur Kyuhyun agar tak ingin pulang karena keadaan rumah Kyuhyun sekarang tak aman.

“Kyuhyun-ah, aku ingin menunjukan Sesuatu padamu” ujar Siwon mengendong Kyuhyun dan melompat dari satu pohon ke pohon lain sehingga Siwon dan Kyuhyun sudah berada di atas puncak pohon yang tinggi.

POV end…

Kyuhyun POV…

Ku buka mataku, aku pun mengeratkan peganganku ke pelukan Siwon karena takut ketinggian. Aku pun melihat kea rah Siwon yang terus tersenyum melihat ke bawah yang terdapat pantai luas.

“kau suka Kyu-ah?” Tanya Siwon. Aku pun hanya mengangguk.

“jangan di lepaskan oppa, aku takut” pintaku masih mengeratkan pelukannya.

“gwenchanaa. Cobalah lepas satu tanganmu. Aku akan akan menjagamu Kyuhyun-ah” perintah Siwon.

Aku pun melepas salah satu tanganku dari genggamannya dan melentangkan salah satu tanganku menghirup udara segarnya hutan rimba di dekat rumah Siwon.

“omo~ kyeopta” ujarku tersenyum.

“kau senang Kyu” ujar Siwon mengeratkan pelukannya.

“oppa, aku ingin bertanya satu hal” ujarku ke arahnya.

“wae?” Tanya Siwon.

“kenapa oppa menciumku tadi malam?” tanyaku malu.

“aku mencintaimu Kyuhyun-ah”jawab Siwon memelukku.

“semenjak aku tahu, aku harus melindungimu. Perasaan di sini timbul Kyu” tambah Siwon mengenggam tanganku di letakannya di dadanya.

Aku pun hanya terdiam.

“aku tak tahu apa kau mencintaiku atau tidak. Aku hanya ingin kau tahu bahwa aku mencintaimu” ujar Siwon memelukku.

“Aigoo~ oppa awas jatoh” ucapku takut.

Siwon pun memelukku erat. Ada perasaan nyaman dan tenang di hatiku. Aku tak tahu harus melakukan apalagi untuk menghindari bahaya. Perlahan perasaanku mampu menerima keadaanku yang jarang sekali pulang ke kontrakanku. Sesekali hanya membawa pakaianku dan itu pun Siwon selalu menemani kemana pun aku pergi.

~~~
“Kyuhyun-ah” lirih Yoona eonnie saat berada di dapur dan menatapku yang sedang memasak.

“uhmm.. ada apa eonnie” ujarku memasukkan sayuran ke dalam masakanku.

“kau pintar sekali masak” ujar Yoona eonnie.

“ah ani eonnie, ini pun hanya yang gampang saja” jawabku memasukkan garam ke masakanku.

“ajarkan aku ya” pinta Yoona eonnie.

“ne, aku akan mengajarkan memasak. Kemarilah eonnie” perintahku.

“ne? apa yang harus ku lakukan Kyu?” Tanya Yoona eonnie tak mengerti.

“eonnie, iris timun ini seperti ini” perintahku.

Aku pun hanya tersenyum ke arahnya yang sangat ceria karena ke ingin tahuan tentang memasak.

POV end…

Siwon POV…

Aku pun menatap ke arah dapur, yang ada Kyuhyun dan Yoona yang sedang memasak. Tak beberapa lama Nari nunna datang menghampiri Kyuhyun dan Yoona yang sedang memasak.

“kau begitu pintar memilih yeoja” ujar Shindong Hyung.

“ne hyung” jawabku.

“jagalah dirinya. Jangan sampai Heechul dan teman-temannya membahayakan dirinya” perintah Shindong.

“ne Hyung” jawabku.

Tak beberapa lama tiba-tiba saja Kyuhyun menjerit dari arah dapur. Dengan segera ku hampiri Kyuhyun. ku lihat Sungmin yang sudah menarik Kyuhyun dan memeluk Kyuhyun dari belakang.

“lepaskan dia” ucapku kea rah Sungmin.

“Sungmin, lepaskan aku. Apa salahku?” Tanya Kyuhyun takut.

“diam. Dan semua, menjauhlah” perintah Sungmin.

Aku pun mencari akal agar Kyuhyun mampu terlepas dari pelukannya. Aku pun berjalan perlahan ke belakang Sungmin agar ia tak mengetahuinya.

Shindong hyung pun memberiku aba-aba untuk merangsang Sungmin merubah wujudnya. Aku pun menginggit lengan Sungmin yang sudah mengerang kesakitan dan merubah wujud serigalanya.

Kyuhyun pun terlepas dari genggamannya dengan sigap ku tangkap dan memerintah Yoona membawa Kyuhyun ke dalam rumah.

“mau apa kau?” tanyaku yang kini sudah berada di luar rumahku.

“mau apa? Cih! Aku ingin Kyuhyun” jawabnya mengeram.

“argghhh” erangku ke arahnya dan menyerangnya.

Aku pun menginggit leher bulunya dan Sungmin pun membantingku kea rah lain. Aku pun mengerang kesakitan namun, ketika akan menyerangnya. Tiba-tiba Kyuhyun sudah ada di hadapanku.

“stop oppa” desahnya mengatur nafas.

“Kyu minggirlah” pintaku.

Namun, Kyuhyun pun masih di depanku dan tak berkutik sedikit pun dari tempatnya.

“Sungmin, jika kau mau membawaku. Bawalah aku. Jangan sakiti Siwon oppa” perintah Kyuhyun membuatku kaget.

“Kyuhyun-ah, kau gila” elakku ke arahnya.

“ayo, bawa aku” desak Kyuhyun pada Sungmin.

Namun, Sungmin hanya menatap Kyuhyun dan meninggalkan Kyuhyun dan diriku yang sudah mematung.

“Kyuhyun kau gila? Kau mau Heechul menemukanmu” marahku.

Kyuhyun pun hanya diam dan tiba-tiba tubuhnya lemas.

“Kyuhyun-ah” lirihku menepuk pipinya.

“oppa” lirih Kyuhyun takut.

“apa yang kalian lakukan pada Kyuhyun?” tanyaku geram kea rah Yoona dan yang lain, aku pun kini sudah berada di ruang keluarga rumahku.

“tenang Siwon. Lihatlah, siapa yang kau bopong sekarang” ujar amma.

Aku pun menatap kea rah Kyuhyun yang kini sudah berubah menjadi nari nunna.

“nari nunna” lirihku kaget.

“ne, aku di sini oppa” ucap Kyuhyun keluar dari balik badan appa.

aku pun meletakkan Nari nunna dan menghampiri Kyuhyun.

“oppa ini aku” ujar Kyuhyun memelukku.

Aku pun memeluknya erat. Takut Kyuhyun berada di tangan Heechul. Aku ingin melindungi Kyuhyun. aku mencintainya.

“aku takkan kemana-mana oppa?” lirihnya di pelukanku.

“Hyung, kasihan Kyuhyun. jangan terlalu erat” ucap Ki bum.

Aku pun agak merenggangkan pelukanku dan menghadap kea rah yang lain yang sudah menatapku dan Kyuhyun senang.

TBC…

Eottokhae? Rame nggak? Aku rasa ini FF mirip Twillight ya? Tapi versi FF dan versiku. Hehehe.. ya sudahlah, jangan lupa RCLnya ya.. Gomawo..

Dipublikasi di Uncategorized | 20 Komentar

Lovely oppa, Saranghae

Eunkyung balik lagi sama FF baru. Hehehe.. eunkyung bawa FF bernunsa oneshoot aja ya. Yang chapternya di pikirin dulu.

Jangan lupa RCL ya..

Author :

“Shin Eun Kyung”

Cast:

Siwon

Kyuhyun

Other cast:

Ahra Eonnie

Nari eonnie

All member Super Junior

Genre: seperti biasa Romance, genderswitch+

 

Author POV…

Sebuah rumah mewah bernuansa Eropa dengan taman-taman yang indah mengelilingi rumah tersebut. Seorang yeoja  masih terlelap dalam tidurnya. Kamar bernuansa Sapphire Blue menghiasi seisinya. Membuat sang pemilik begitu tenang.

Begitu pula seorang namja yang juga tinggal di rumah mewah tersebut. Kini, namja tersebut tengah bersiap-siap menuju sekolahnya di Korea ini.

“kenapa dia belum bangun juga” dengus namja tersebut kesal.

Tokk.. Tokk.. Tokk…

“yaa!! Kyunniiee, ireona ayo kita ke sekolah. Ini sudah siang. Kita hampir terlambat” teriak namja tersebut di balik pintu kamar.

Yeoja yang di panggil pun hanya mengerjapkan matanya pelan. Ia hanya mengeliat dan masih menghiraukan panggilan namja tersebut.

Namun ketika suara jam weker menunjukkan pukul 06.30, yeoja tersebut tersadar dan kaget menuju kamar mandi kamarnya untuk bergegas berangkat sekolah.

~~~
yeoja tersebut bernama Cho Kyuhyun. kini ia sudah siap dengan seragam jas berwarna biru sapphire blue, rok kotak-kotak berwarna biru dan kemeja putih di balik jas biru khas Seoul High School itu melekat pas di tubuh jangkung Cho Kyuhyun.

Kini cho Kyuhyun sudah berada di dalam mobil oppanya, namja yang tadi berteiak di depan kamar adiknya sendiri. Namja itu bernama Siwon. Cho Siwon, namja tampan dan tinggi itu yang banyak di sukai oleh banyak yeoja di Seoul High School.

Tatapan membunuh Siwon membuat Kyuhyun yang terkenal evil, takut. Karena oppanya marah padanya gara-gara tadi pagi. Ia sangat mengerti Siwon jika sedang marah tak pernah bisa di ganggu. Begitu juga sebaliknya.

Setelah sampai di halaman sekolah. Mereka berdua pun langsung turun dari mobil Rand cruver putih milik orang tua mereka yang kini sedang bertugas ke Afrika.

“oppa, aku ke kelas dulu” ucap kyuhyun berlari meninggalkan Siwon yang sudah di rebuni oleh para yeoja.

“mianheo, aku mau lewat. Bisa kalian menyingkir” pinta Siwon dingin.

Tak perlu lama, semua yeoja yang mengerubuni Siwon pun kini telah berdiri berjajar, seolah Siwon seperti artis terkenal yang dating dan di sambut oleh para fansnya.

Kyuhyun pun sudah duduk manis di samping Sungmin sahabatnya. Hanya bukulah yang sekarang menemaninya dari kehening suara kelas.

~~~
“kyunniiee, oppamu datang” ujar Sungmin bahagia.

Kini, Kyuhyun dan Sungmin tengah berada di kantin. Jam istirahat sangat penting bagi Sungmin. Namun, tidak bagi Kyuhyun. yeoja genius yang terpaksa menerima ajakkan sang sahabat untuk menemaninya ke kantin. Padahal, biasanya jam istirahat seperti ini. Ia sedang berada di perpustakaan.

“hai Sungmin, Kyunniiee, berdua saja” ucap Siwon duduk di hadapan mereka berdua.

“ne oppa, aku di ajak kunyil ini. Dia memaksaku” jawab Kyuhyun kesal.

“kau ingin makan, biar aku pesankan?” Tanya Siwon pada Kyuhyun.

“terserah oppa saja” jawab Kyuhyun menjulurkan lidah kea rah Sungmin.

“wae? Kenapa menjulurkan lidah padaku?” Tanya Sungmin kaget.

“kau di cueki oppaku”

“bukankah tadi di kelas kau bilang kalian berantem. Lalu, sekarang akur kembali. Kakak adik yang aneh” ujar Sungmin menggeleng-gelengkan kepalanya.

“aku tak bisa berlama-lama marah pada adikku” jawab Siwon yang sudah kembali dengan membawa makanan.

“ia, aku juga senang bisa punya teman seperti kalian berdua” jawab Sungmin mengambil roti sandwich milik Kyuhyun.

“YAA!! Kenapa kau mengambil milikku?” marah Kyuhyun.

“sudah-sudah, ini makan punya oppa. Sudahlah”

Kyuhyun pun hanya cemberut dan memakan roti milik oppanya.

POV end…

Kyuhyun POV…

Aku pun hanya mendengus kesal ketika melihat Sungmin yang merebut roti sandwichku. Untung ada Siwon oppa yang mau memberikan rotinya padaku. Sesosok oppa yang sangat menjagaku dan menyayangiku seperti pada pacarnya sendiri.

Baiklah, selewat aku akan menceritakan tentangku dan Siwon oppa. Aku dan Siwon oppa di besarkan dari sebuah keluarga yang mewah. Walaupun hidup kami serba kecukupan, tapi aku tak pernah lupa pada sesame. Apalagi Siwon oppa.

Semenjak kami satu sekolah, Siwon oppa jarang sekali bergaul dengan namja seusianya. Ia bilang sih, mereka tak pernah mau kalo Siwon oppa dekat denganku.

Balik lagi ke cerita. Sekarang aku dan Siwon oppa jarang terlihat bersama jika di sekolah. Kami bertemu hanya di kantin dan pulang sekolah. Membuatku merindukannya. Ya Tuhan, aku tak boleh melakukan hal ini.

“Kyunniiee, oppa ke kelas duluan. Nanti oppa tunggu di parkiran” ucap Siwon oppa meninggalkanku dan Sungmin.

“kyunniiee, ayo kita ke kelas” ajak Sungmin. Aku pun hanya mengangguk setuju.

“Sungminnie” lirihku pada Sungmin yang sedang berjalan menuju kelas.

“apa kau menyukai oppaku?” tanyaku membuatnya kaget.

“hah? Tidak” jawab Sungmin gelagapan malu.

“jujur saja deh” aku pun lantang menebak hati Sungmin yang terlihat senang ketika melihat Siwon oppa berada di hadapannya.

“…”

Sungmin pun terdiam dan melanjutkan jalannya.

“sungmin-ah, aku tau hatimu sekarang sedang bingung dengan perasaanmu” ujarku menghadangnya.

“tapi aku tak tahu perasaan ini benar atau salah Kyu. Aku takut, dapat mencelakakan seseorang di sampingnya” jawab Sungmin membuatku terdiam.

DEG

Ku raih dadaku yang terasa sesak. Entah kenapa, hatiku merasakan sakit ketika Sungmin mengatakan hal itu. Aku masih tak mengerti yang di bicarakan Sungmin. Aku masih terdiam ketika melihat punggung Sungmin yang meninggalkanku.

Aku pun berlari menghampiri dirinya yang tak jauh dari arahku berdiri.

“suatu saat nanti, kau dan Siwon oppa bukan lagi seperti sekarang. Tapi kalian akan berbeda” jelas Sungmin seperti pelamar.

“kau becanda” elakku duduk di bangku.

“ani, aku tak becanda” jawab Sungmin yang lagi membuatku mengerutkan keningku.

“yay a ya, aku percaya” lirihku mengambil buku pelajaran yang akan ku pelajari saat ini.

~~~
aku pun sudah duduk di samping Siwon oppa yang asyik dengan dunianya sendiri. Matanya yang indah kini terpejam tanpa sedikit pun tergamggu oleh suara mobil di luar. Tangannya yang di tompangkan di dada, membuat dirinya semakin gagah.

Aku masih memikirkan yang dikatakan Sungmin tadi di sekolah. Aku masih mencari jawaban yang tepat untuk menjawab teka-teki yang Sungmin buat dari kata-katanya tersebut.

“oppa, apakah kau percaya akan adanya sebuah takdir?” tanyaku pada Siwon oppa yang sedari tadi masih memejamkan matanya.

“ania. Aku tak percaya. Jika takdir itu membuatku sengsara. Namun, jika takdir itu membuatku bahagia. Aku akan senang” jawab Siwon oppa kembali memejamkan matanya.

‘Lee Sungmin, kau membuatku gila’ batinku meracau tak jelas.

“ada apa denganmu?” Tanya Siwon oppa.

“apakah sesuatu hal buruk terjadi padamu?” tambah Siwon oppa yang kini menatap mataku lekat.

“aku sungguh tak mengerti yang di katakana Sungmin tadi di sekolah” jawabku balik menatap Siwon oppa.

“apa itu?” Tanya Siwon oppa.

~~~
“Aigoo~ ternyata hal itu” ucap Siwon oppa santai.

“ne oppa. Apa kau percaya” tanyaku lagi.

“entahlah. Mollaso” ujar Siwon oppa berjalan menaiki tangga dan berjalan menuju kamarnya.

Aku pun berjalan kea rah kamarku. Ku lihat layar iphoneku tertera foto aku dan Siwon oppa saat ulang tahunku dulu. Aku merangkul lengan Siwon oppa mesra seperti orang yang berpacaran.

Aku tak mungkin menyukai oppaku sendiri. Tapi, jika berada di sampingnya hatiku selalu berdebar. Dan bibirku selalu mengembangkan senyuman ketika melihat wajah tampannya. Tapi juga, ketika melihat Siwon oppa berpacaran dengan Stella eon teman sekelasnya, aku pasti m=selalu cemberut dan tak pernah menyetujuinya. Perasaan apa itu.

“argghhh” desahku mengacak rambutku sendiri.

DRTTT.. DRTTT.. DRTTT..

Ku lihat tertera nama amma di panggilan masuk iphoneku. Tanpa berlama lagi, aku langsung mengangkatnya.

“Yeoboseyo”

“ne, umma wae?” tanyaku.

“ne??” ujarku kaget ketika amma mengatakan, amma dan appa akan pulang 1 minggu lagi karena harus menemui halmoeni dulu di mokpo.

“terserah amma saja. Baiklah amma hati-hati di sana. Bye” lirihku menutup panggilan.

Ku langkahkan kakiku menuju kamar mandi dan mengisi bathub kamar mandi dengan air hangat karena ingin menenangkan fikiranku.

~~~
“oppa, kau mau kemana?” tanyaku pada Siwon oppa yang kini sudah memakai jas seperti akan datang ke sebuah pesta.

“berkencan” jawabnya senang.

“dengan siapa?” tanyaku cemberut.

“Stella, Kyunniiee” jawab Siwon oppa mengacak-acak rambutku.

Dengan segera ku rapihkan kembali rambutku dengan wajah yang cemberut. Aku memang tahu, Siwon oppa masih berpacaran. Aku tak suka hal itu. Lebih baik dia diam di rumah dan menemaniku menonton drama di TV.

“aku sendiri oppa” rengekku manja.

“biasanya kau memanggil Sungmin untuk menemanimu” bujuk Siwon oppa.

“NGGAK MAUUUU” rengekku seperti anak kecil.

“kyunniieee” panggilnya.

“POKOKNYA NGGAK YA NGGAK” marahku berlari menuju kamarku.

Aku pun menutup pintu kamarku dan menguncinya. Aku memang egois. Aku tak mau sampai Siwon oppa menikah dengan yeoja itu, karena Siwon oppa hanya milikku. Aku pun memeluk kakiku dan menangis di atas tempat tidurku.

“Kyunniie, buka pintunya” ujar Siwon oppa.

“PERGIIII” marahku melemparkan boneka pemberian Siwon oppa ke pintu kamarku.

“dengarkan oppa dulu?” bujuk Siwon oppa membuatku malas mendengarnya.

POV end…

Siwon POV…

“kyunniiee” panggilku masih mengetuk pintu kamar Kyuhyun.

‘mianheo Kyuhyun-ah, sebenarnya oppa menyukaimu’ batinku meremas dadaku.

“baiklah, jika kau tak mau membuka pintunya. Oppa akan membatalkan semua. Jika kau perlu apa-apa, oppa berada di bawah” ucapku meninggalkannya yang sama sekali belum membukakan pintu kamarnya.

Aku pun melonggarkan dasi di leherku dan memasuki kamarku. Ku baringkan tubuhku dengan terlentang. Aku masih memikirkan perasaanku entah kapan perasaan itu muncul. Aku sama sekali tak pernah mencintai Stella.

Aku mau menerima Stella sebagai pacarku hanya kasihan padanya. Bukan karena aku mencintainya. Yeoja yang selama ini mengisi hatiku hanyalah Kyuhyun bukan Stella.

Ku pejamkan mataku perlahan dan membayangkan saat Kyuhyun merangkul lenganku pada acara ulang tahunku dulu. Kyuhyun merangkul lenganku mesra. Aku merasakan jantungku terus berdetak kencang saat itu.

Ku ambil iphoneku dan menghubungi Stella.

“Stella-ah” panggilku ketika panggilan terhubung.

“mianheo seperti kita tak bisa lagi bersama” ujarku membuatnya kaget.

“tapi kenapa oppa? Bukankah orang tua kita merestui hubungan kita?” ujar Stella tak terima.

“mianheo, tapi..” ucapku menjauhkan iphoneku dari telingaku.

“tapi apa?” Tanya Stella yang terus-menerus bertanya-tanya.

“aku mencintai yeoja lain” jawabku menutup panggilan.

La..La..La.. Super Junior-A Good bye

Tak beberapa lama iphoneku kembali bordering menandakan ada pesan masuk.

From : Stella

“oppa aku ingin bertemu di tempat biasa sekarang”

To : Stella

“ne, aku segera ke sana”

Aku pun bergegas kembali merapikana pakaianku, namun tanpa jas kali ini. Agar Kyuhyun tak mencurigainya. Ku sambar kunci mobilku dan menuju garasi rumahku.

“tuan” lirih supir pribadiku ketika melihat aku melajukan mobilku dengan cepat.

~~~
ku parkirkan mobilku di halaman café dan langsung bergegas ke dalam café menemui Stella.

“sudah lama menunggu?” tanyaku pada stella.

“ani, aku baru datang. Duduk oppa” perintahnya santai.

“langsung ke intinya saja” ucapku menatapnya.

“kenapa oppa begitu saja mengambil keputusan? Apa salahku?” tanyanya menangis.

“mianheo Stella, aku tak bisa. Ada yeoja lain di hatiku. Mianheo” ujarku hendak berdiri dan pergi. Namun, Stella menahannya.

“siapa yeoja itu?” Tanya Stella.

“mianheo, aku tak bisa memberitahumu” jawabku langsung keluar café dan menuju mobilku bergegas pergi.

POV end…

Author POV…

Siwon pun memakirkan mobilnya di sebuah bar yang selalu ia datangi. Bau alcohol mengerubuni bar malam tersebut. Siwon pun hanya minum-minum alcohol. Dirinya sudah tak bisa dikendalikan, dirinya tak mengerti akan perasaannya.

“aku meminta bir lagi” ucap Siwon sempoyongan.

“Siwon-sshi, kau sudah mabuk” ujar Ki bum sahabatnya.

“aku tak peduli. Kyuhyun-ah, aku mencintaimu” ujar Siwon masih meneguk bir yang ada dalam botol.

Ki bum pun tak tinggal diam, ia langsung merangkul Siwon menuju mobil Siwon dan mengantarkannya ke rumah Siwon yang jarak tak jauh dari bar.

~~~
mobil Siwon pun sudah sampai di halaman rumah Siwon, pelayan rumah Siwon dan supir pribadi pun begitu khawatir dengan keadaan tuannya yang kerap terlihat sering mabuk-mabukan. Pelayan-pelayan tersebut sangat sayang pada keluarga Cho. Sehingga menganggap majikannya itu keluarganya sendiri.

“tuan” lirih salah satu kepala pelayan rumah Siwon.

“ahjumma, jangan lupa beri susu. Ini kunci mobil milik Siwon. Saya permisi” ucap Ki Bum sopan.

Kyuhyun yang mendengar keributan dari luar kamarnya pun langsung keluar kamar dan menghampiri suara keributan itu.

“Siwon oppa” lirihnya menghapus air matanya.

“Kyunniiee, apa yang harus ku lakukan? Apa, agar kau mau mengerti keadaanku” lindur Siwon di atas tempat tidurnya.

“nona” lirih kepala pelayan.

“tinggalkan kami, simpan itu di meja. Biar aku yang memberikannya” perintah Kyuhyun.

“baik” jawab kepala pelayan menginstuksikan semua bawahannya keluar kamar.

Tak beberapa kamar pun sepi dan hanya ada Kyuhyun dan Siwon. Dengan telaten, Kyuhyun melepas sepatu milik Siwon dan menyimpannya di samping tempat tidur Siwon, ia juga sudah melepaskan dasi yang mengikat leher Siwon dan membuka kancing kemeja Siwon seperti sang istri kepada Suaminya.

“oppa” lirih Kyuhyun membenarkan posisi tidur Siwon.

“eughh..” lenguh Siwon.

“ireona” perintah Kyuhyun menepuk pipi Siwon pelan.

Tanpa di suruh lagi, Siwon pun sudah membuka matanya.

“minumlah ini. Agar menetralisir alcohol di dalam tubuhmu” perintah Kyuhyun.

Siwon pun meraih gelas yang berisi susu dari genggaman Kyuhyun. siwon pun menengaknya habis, namun beberapa saat dirinya langsung berlari ke kamar mandi dan memuntahkan seluruh yang ada di dalam perutnya.

Kyuhyun pun mengusap punggung Siwon pelan.

“oppa istirahatlah. Jangan lupa makan dulu, ahjumma lee sudah menyiapkannya” ujar Kyuhyun pergi, namun Siwon menahannya.

“jangan pergi” pinta Siwon.

POV end…

Kyuhyun POV…

Aku pun beranjak pergi ketika Siwon oppa sudah berbaring di tmpat tidur. Namun, Siwon oppa menahan lenganku.

“jangan pergi” pinta Siwon oppa.

Aku pun kembali duduk di samping Siwon oppa yang sudah menyenderkan badannya ke dashboard tempat tidurnya.

“temani aku” pintanya.

Aku pun hanya mengangguk dan mendesah mengalihkan pandangan mataku kea rah lain, agar tak merasakan jantungku yang tak karuan setiap menatap mata Siwon oppa.

“tidurlah oppa, aku akan menemanimu” perintahku menyelimuti badannya.

Siwon oppa pun hanya mengangguk dan mulai membaringkan badannya. Perlahan matanya terpejam, ku lihat kantung matanya yang begitu besar di antara matanya.

Tess..

Air mataku berhasil keluar. Hatiku sakit melihat Siwon oppa seperti ini. Ku usap punggung tanganku di pipi lembutnya. Tiba-tiba ia mengenggam tanganku seperti tak ingin aku pergi.

Ku rebahkan badanku di samping Siwon oppa agar tak menganggu dirinya.

~~~
Keesokan Harinya…

Ku buka mataku karena cahaya matahari menyinari wajahku. Aku pun mengerjapkan mataku. Aku terkaget karena aku sudah berbaring di atas tempat tidur Siwon oppa dengan selimut menyelimuti seluruh badanku. Ku lihat ke sekeliling kamar. Siwon oppa sudah tak menampakan dirinya di tempat tidur.

Pandanganku beralih pada meja belajar Siwon oppa yang sudah ada nasi goring dengan susu putih kesukaanku dan secarik pesan kecil di atas kertas biru.

Kyuniiee..

Makanlah, ini aku buatkan khusus untukmu.

Habiskan ya. Aku lari pagi dulu.

~Siwon oppa~

Aku pun menarik kursi belajar Siwon oppa dan melahap nasi goring buatan Siwon oppa.

‘passipta’ batinku saat menyuapi nasi goring pertama ke dalam mulutku.

Ketika sedang makan, Aku merasakan sesuatu melingkar di leherku. Ku lirik kea rah pemilik tangan tersebut yang ternyata amma memeluk leherku.

“amma” panggilku memeluknya.

“Kyunniiee” ujar amma mengelus rambutku.

“amma kapan pulang? Appa mana?” tanyaku pada amma.

“di bawah. Kajja, appa dan oppamu sudah menunggu di ruang tengah” ajak amma.

Aku pun mengikuti langkah amma menuju ruang tengah. Benar saja, appa dan Siwon oppa sudah berada di ruang tengah. Aku pun mengambil duduk di samping Siwon oppa yang menundukkan kepalanya.

“ada apa ini?” tanyaku penasaran.

“baiklah Kyuhyun, Siwon. Appa ingin bertanya pada kalian?” ujar appa tiba-tiba.

“soal apa appa?” tanyaku pada appa.

“jika oppamu ini bukan oppa kandungmu, apa yang akan kau lakukan?” Tanya appa.

“MWO??” ujarku keget.

“tenang sayang. Appamu hanya bertanya” relay amma menenagkanku.

Aku pun hanya melirik ke Siwon oppa yang masih menundukkan wajahnya.

POV end…

Siwon POV…

Aku pun memasuki teras rumah, setelah berkeliling halaman rumah yang sangat luas ini. Ku lihat tuan Cho yang sudah duduk manis di sofa ruang tengah rumah. Aku pun membungkukan badanku.

“anyonghaseyo” ucapku sambil membungkukkan badanku.

“Siwon, bagaimana kabarmu?” Tanya tuan Cho.

“saya baik-baik saja tuan” jawabku sopan.

Ya, tuan. Aku bukanlah anak kandung tuan cho dan nyonya cho dan pula aku bukan kakak kandung Kyuhyun. aku hanyalah anak panti asuhan yang tak memiliki orang tua. Orang tuaku sudah meninggal semenjak aku lahir.

Sehingga saat umurku 5 tahun, orang tua Kyuhyun mengangkatku menjadi anaknya. Aku anak angkat keluarga Cho. Kyuhyun tak tahu hal ini, semua orang di sini merahasuiakan identitas asliku dan menganggap diriku bahwa bagian dari anak tuan cho dan nyonya cho.

“duduklah” perintah tuan cho.

“ne” jawabku duduk di hadapannya.

“aku mendapat kabar, selama kami taka da. Kau dan Kyuhyun bertengkar. Ada masalah apa?” Tanya tuan cho.

“tidak ada apa-apa tuan, semuanya baik-baik saja” jawabku bohong.

“baguslah jika seperti itu” ucap tuan Cho mengambil cangkir di depannya dan meminumnya.

Tak beberapa lama Kyuhyun datang bersama Nyonya cho di sampingya. Ia pun terkaget dan memandangku intens karena aku terus menundukkan kepalaku.

“ada apa ini?” Tanya Kyuhyun penasaran.

“baiklah Kyuhyun, Siwon. Appa ingin bertanya pada kalian?” ujar tuan Cho tiba-tiba.

“soal apa appa?” Tanya Kyuhyun pada tuan cho.

“jika oppamu ini bukan oppa kandungmu, apa yang akan kau lakukan?” Tanya tuan cho membuat Kyuhyun kaget.

“MWO??” ujar Kyuhyun keget.

“tenang sayang. Appamu hanya bertanya” relay nyonya cho menenangkan Kyuhyun.

Aku pun masih menundukkan kepalaku tak berani menatap matanya. Kyuhyun pun sudah duduk di sampingku. Ia memelukku lembut. ia menangis. Aku pun melepaskan pelukannya dan menatap tuan cho dan nyonya cho yang sudah mengangguk mengerti.

Aku pun kembali memeluk tubuh Kyuhyun dan mengelus rambutnya pelan.

“oppa, aku akan marah jika benar kau bukan oppa kandungku” ujarnya marah dan masih menangis.

“tapi, jika itu semua jika nyata. Kau akan marah padaku?” tanyaku pelan.

“ne, aku akan marah jika itu benar” ucapnya melepas pelukan.

“Kyuhyun anakku, sudah seharusnya kau tahu hal ini” ucap tuan cho.

“ada apa appa? Cepat katakana” desak Kyuhyun tak sabar.

“sebenarnya Siwon bukan oppamu” ucap tuan Cho.

Aku pun hanya menundukkan wajahku.

“MWO? Oppa katakan itu semua tak benar. Ia kan amma” lirih Kyuhyun.

“ne Kyu, itu benar” jawab nyonya Cho memeluk Kyuhyun.

Kyuhyun pun melepas pelukan nyonya cho dan berlari ke dalam kamarnya. Aku pun mengejar Kyuhyun. aku pun berhasil mengejar Kyuhyun dan memeluk badannya dari belakang.

“mianheo, jeongmal mianhe Kyu” bisikku di pelukanku.

Kyuhyun pun masih terdiam.

POV end…

Author POV…

Kini, Kyuhyun, Siwon dan orang tuanya tengah berada di ruang makan. Rasa canggung menyelimuti acara makan siang mereka semua. Tak seperti biasanya. Hanya suara sendok dan sumpitlah yang mengelilingi gemuruh suara ruangan.

Kyuhyun pun meletakkan sumpit makannya dan beranjak dari keheningan ruang makan. Beberapa saat Kyuhyun pergi, Siwon pun angkat bicara.

“tuan nyonya, ada yang ingin saya katakan” ucap Siwon.

“apa itu, katakanlah?” perintah leeteuk.

“saya akan pulang ke desa dan memulai hidup baru bersama kakak saya” ucap Siwon membuat leeteuk dan kangin terkaget.

“Tapi Siwon inilah rumahmu. Walaupun kau bukan anak kami. Tapi kami ingin kau tinggal di sini” ujar Kangin tak senang.

“tapi tuan saya takut merusak semua kebahagiaan suasa di rumah ini” ucap Siwon takut.

“lalu bagaimana dengan Kyuhyun. kau bilang, kau mencintainya kan” ucap Leeteuk.

“biar saya memendam perasaan saya sendiri. Saya mohon, jangan sampai Kyuhyun tahu hal ini” pinta Siwon.

“baiklah jika itu maumu. Kami tidak bisa melarang. Kau harus selalu menghubungi kami di sini” ucap Kangin.

Siwon pun hanya mengangguk dan meneruskan makannya yang masih tersisa.

~~~
“baiklah tuan nyonya saya pergi” ucap Siwon masuk ke dalam kereta.

Kangin dan Leeteuk mengantarkan Siwon menuju stasion. Kyuhyun tak tahu jika Siwon akan pergi ke desa dimana ia dilahirkan. Siwon pun duduk di dalam kereta dan menghadap kea rah kangin dan leeteuk yang sedang mendadahi kepergiannya.

“mianheo Kyuhyun-aa” lirih Siwon memejamkan matanya.

Kyuhyun yang sedang berada di kamarnya, tak menyadari kepergian Siwon. Ia hanya menangis dan menangis. Tiba-tiba iphone milik Kyuhyun bordering.

DRTT… DRTT..DRTT..

“Kyuhyun-aa” lirih Sungmin.

“sungmin, ternyata yang kau katakan benar” dengus Sungmin.

“maksudmu? Yang soal tadi siang Kyu” ujar Sungmin cemas.

“ne, Minnie-ah. Aku mencintainya Minnie”ujar Kyuhyun meremas dadanya yang terasa perih.

“Kyuhyun-ah, jalanmu benar. Kalian berdua akan bersama. Tinggal waktu saja yang menentukan” jelas Sungmin menenangkan Kyuhyun.

“Minnie-ah, apa perlu aku menyusulnya?” Tanya Kyuhyun ragu.

“jika itu yang terbaik untukmu. Mengapa tidak, Kyunniiee” tangap Sungmin menyetujui penyataan Kyuhyun.

“baiklah, nanti aku berangkat” ucap Kyuhyun lemas.

“ne?? Kau yakin akan nanti malam Kyu” ucap Sungmin.

“ne Sungmin. Tapi, aku tak tahu alamat rumahnya” ucap Kyuhyun menyesal.

“kau kan bisa mengendap-endap ke ruangan appamu. Ingat Kyu, ini demi cintamu” bujuk Sungmin.

“ne, Minnie akan ku coba” jawab Kyuhyun menutup panggilan.

~~~
sekarang, Kyuhyun sudah berada di ruang appanya untuk mencari tahu alamat rumah Siwon di desa. Kyuhyun pun masih membongkar meja dan arsip milik appanya. Tak begitu lama, Kyuhyun menemukan biodata Siwon.

Perlembar, Kyuhyun pun membuka arsip tersebut. Akhirnya ia pun menemukan alamat panti asuhan Siwon dulu di besarkan. Dengan segera Kyuhyun mencatatnya, lalu menyimpan arsip tersebut ke tempat semula tadi ia menemukannya.

Setelah itu, Kyuhyun pun langsung menuju kamarnya dan membereskan beberapa pakaian ke dalam ransel miliknya dan juga tak lupa membawa bebrapa lembar uang. Tak lupa juga, Kyuhyun menulis surat untuk kedua orang tuanya. Karena ia pergi tanpa sepengetahuan orang tuannya.

Perlahan, Kyuhyun keluar dengan mengendong kopernya. Ia pun menuju pintu belakang rumahnya.

POV end…

Kyuhyun POV…

Aku pun tengah berada di halaman depan rumah dan berhasil melewati gerbang rumah yang seperti istana ini. Ku lari kecil, menghindari pengawal rumah agar tak mampu melihatku keluar rumah yang mengendap-endap.

Ku langkahkan kakiku perlahan, aku sudah berada jauh dari rumah. Ku hentikan kakiku dan menyetop taksi yang sedang melintas di depanku.

“statisiun” perintahku pada supir taksi yang ku naiki.

Selama di perjalanan, aku hanya terus memandang keluar taksi yang penuh dengan bukit-bukit. Letak perumahanku dengan stasiun memang sangatlah jauh. Membutuhkan waktu 2 jam untuk sampai di stasiun.

~~~
kini, aku sudah berada di stasiun. Tiket kereta sudah ku dapatkan. Dengan segera aku pun langsung menaiki kereta menuju Ulsan.

Tiba-tiba ada seorang yeoja duduk di sampingku dengan kaca mata hitamnya dan dengan syal yang menutupi wajahnya. Aku pun mengeser sedikit posisi dudukku yang dekat dengan jendela kereta api. Tapi, yeoja tersebut terus menghimpitku.

“YACH!! Kau membuatku rishi” ujarku pindah bangku di hadapnku.

“Kyuhyun-ah” panggilnya. Eh? Tunggu kenapa dia tahu namaku.

“nuguseyo?” tanyaku pelan.

“kyu-ah, liat aku” ujarnya aga membuka kacamata hitamnya.

“sungmin” lirihku girang.

“ne kyu, ini aku. Aku akan menemanimu” ucap yeoja tersebut yang tak lain adalah Sungmin.

“kau membuatku khawatir” tambah Sungmin.

“gwenchanaa. Ya sudah, kau sekarang sudah di sini” ujarku.

“ah ia, Minnie bagaimana kau tahu aku menaiki kereta ini?” tanyaku santai.

“kau lupa. Aku seorang pelamar yang bisa melihat masa depan dan membaca pikiran seseorang. Jadi, aku pasti akan selalu tahu apa yang kau fikirkan” jelas Sungmin membuatku mengalihkan pandangan karena malu.

“ehemm…” dehemku membuat Sungmin tersenyum ke arahku.

Itulah Sungmin. Dia di lahirkan sebagai seorang pelamar yang bisa melihat masa depan dan ia bisa membaca pikiran orang yang sudah dekat dengannya. Namun, jika sama sekali belum mengenal sosok Sungmin. Maka itu semua tak akan bisa dilakukan.

“Kyuhyun-ah, kau sudah tahu alamatnya?” Tanya Sungmin padaku.

“ne, Minnie. Aku tak tahu alamat rumah Siwon oppa di mana. Tapi, aku mendapatkan alamat panti asuhan dimana Siwon oppa di lahirkan” jelasku pada Sungmin yang diam dan memejamkan mata, seperti menerawang sesuatu.

“aku menemukannya” jawab Sungmin sudah membuka matanya dan membuatku terkaget.

“apa yang kau lihat?” tanyaku penasaran.

“alamat rumah Siwon oppa” jawab Sungmin tersenyum ke arahku.

Aku pun membalas senyuman Sungmin dengan perasaan lega. Ia akan menemukan sesosok namja di cintainya sebagai seorang pacar, bukan kakak kandungnya.

~~~

@Ulsan…
“hooaammmhh” erangku saat berada di stasiun ulsan.

“Sungmin-ah, ini jam berapa?” Tanyaku lagi.

“3 pagi” jawab Sungmin singkat.

 “pagi sekali pantas saja dingin sekali. Lalu, sekarang kita harus kemana?” tanyaku merangkul bahu Sungmin.

“kita cari penginapan dekat rumah Siwon oppa” ajak Sungmin berjalan.

“baiklah, aku mengikutimu Minnie-ah” ucapku mengikuti langkah Sungmin.

POV end…

Siwon POV…

Pagi-pagi sekali, aku sudah siap untuk menjalankan aktivitasku mencari ikan di laut. Semua orang yang tinggal di desa ini, sebagian besarnya melayar untuk mencukupi makan mereka sehari-hari.

Begitu juga aku, di sini. Aku hanyalah seorang pencari ikan yang sangat kecukupan. Kini, diriku sudah berada di pantai. Aku pun mendorong perahu layarku menuju tengah laut dan segera menaiki kapal tersebut.

Hatiku masih belum bisa melupakan Kyuhyun, tuan Kangin dan Nyonya Leeteuk yan sudah merawatku hingga sebesar ini dan hingga aku menemukan nona kandungku yang selama ini tinggal bersama teman appa yang sangat dekat dengan appa.

~~~
ku langkahkan kakiku setelah mencari ikan di laut. Tak banyak aku mendaptkan ikan kali ini, dan akan ku bawa untuk di masak oleh Ahra noona. Jarak pantai tempatku mencari ikan dengan rumahku cukup jauh. Dan harus melewati pasar dahulu jika ingin menuju rumahku yang dekat dengan bukit.

“Siwon-ah” panggil Eunhyuk sahabatku.

“ah, hyukie” ujarku tetap berjalan.

“sepertinya kau kurang beruntung mendapatkan ikan kali ini” sesal Eunhyuk melihat kea rah ikan yang ku dapat.

“gwenchanaa, ini untuk menjadi lauk pauk hingga esok hari” ucap Eunhyuk yang jarak rumahnya tak jauh dari rumahku.

“aku tak bisa melarangmu. O ya, bagaimana hubunganmu dengan siapa itu. Kyuhyun” ujar Eunhyuk membuatku terdiam.

“mianheo Eunhyuk-ah, aku tak ingin membahasnya lagi” tanggapku mempercepat langkahku.

“arraseo, mianheo” lerai Eunhyuk tak enak.

“gwenchanaa”

Tak terasa, kini aku sudah berada di depan rumah kayu milik teman appa. Teman appa pun tinggal di depan rumah kayu ini yang sudah menjadi hak milikku dan Ahra noona.

“noona aku pulang” ucapku pada Ahra noona yang sedang memasak di dapur.

“Siwon-ah kau sudah pulang. Bagaimana hasilnya?” Tanya Ahra noona.

“hanya mendapatkan segini” jawabku memberikan pada Ahra noona.

“gwenchanaa. Segini sudah cukup Siwon-ah” ucap Ahra noona.

“mandilah, akan ku siapkan sarapanmu” perintah Ahra noona.

Aku pun hanya mengangguk dan bergegas menuju sumur untuk mengambil air untuk membasuh badanku.

POV end…

Kyuhyun POV…

Kini, aku dan Sungmin sudah berada di rumah kecil yang hanya dapat di huni oleh beberapa orang saja. Aku tak peduli dengan keadaanku yang sekarang ini, demi Siwon oppa. Aku dan Sungmin tengah membereskan kamar yang akan ku tinggali selama di Ulsan.

“Kyuhyun-ah, ayo kita jalan-jalan” ajak Sungmin di luar pintu kamarku.

“ne Minnie-ah” jawabku keluar kamar.

~~~
“Kyuhyun-ah, bukankah itu..” ucap Sungmin menunjuk kea rah rumah yang jaraknya tak jauh dari penginapanku dengan Sungmin.

“Siwon oppa Minnie-ah, kita ikuti” ajakku berlari kea rah Siwon oppa.

“kita temui Kyu” tarik Sungmin menghampiri Siwon oppa.

Aku pun berjalan di belakang Sungmin. Aku belum siap bertemu Siwon oppa. Takut Siwon oppa tak menerimaku. Siwon oppa pun terkaget ketika melihat Sungmin dan Kyuhyun di hadapannya.

“Kyunniiee, Sungmin” ujar Siwon oppa terkaget.

“oppa” lirihku memeluk Siwon oppa.

“…” Siwon oppa pun hanya diam.

“aku marindukanmu oppa” desahku menangis di dada bidang Siwon oppa.

“Siwon oppa, kembalilah. Kyuhyun adalah takdirmu. Dan harus kau ketahui, Kyuhyun adalah seorang yang akan menjadi pendamping hidupmu si masa depan” jelas Sungmin membuat Siwon oppa melepas pelukanku.

“apa maksudmu Sungmin? Aku dan Kyuhyun bukan siapa-siapa sekarang” ujar Siwon oppa melepas pelukanku.

“aku tau oppa mencintai Kyuhyun kan?” Tanya Sungmin tiba-tiba.

“Eo??” ujar Siwon kaget.

“oppa tak usah mengelak lagi. Aku tahu pikiran dan perasaan yang oppa rasakan sekarang” ujar Sungmin membuat Siwon oppa terdiam.

“Minnie-ah, ya sudah. Kita kembali ke kontrakan” ajakku menahan tangis.

“ingat oppa, kalian berdua, akan bersama” ucap Sungmin merangkul tanganku dan berjalan menuju kontrakan.

POV end…

Siwon POV…

Aku tak mengerti yang Sungmin katakan. Aku pun terkaget ketika Sungmin bilang aku mencintai Kyuhyun. ya, memang. Aku mencintai Kyuhyun. tapi, apa Kyuhyun juga mencintaiku. Sebenarnya tadi aku ingin membalas pelukan Kyuhyun. namun, rasa gengsiku terlalu besar.

“siwon-ah” panggil Ahra nunna menepuk bahuku.

“ne nunna” tanggapku lemas.

“ada Kyuhyun ya?” Tanya Ahra nunna.

“ne” jawabku berjalan memasuki rumah.

“temuilah, aku yakin kau mencintainya. Jangan besarkan rasa gengsimu itu” perintah Ahra nunna.

“tapi nunna. Apa yakin, aku takut orang tua Kyuhyun melarang kami menjalin hubungan” ucapku takut.

“kau harus menuruti kata hatimu Siwon. Paili kejarlah. Fighting!!” ujar Ahra nunna menyemangatiku.

Aku pun berlari keluar rumah meninggalkan Ahra nunna yang masih menatapku. Aku pun berlari kea rah kontrakan Kyuhyun dan Sungmin tinggal. Ketika aku sampai di sana, aku mencari keberadaan Kyuhyun dan Sungmin. Namun, nihil mereka berdua sudah pergi.

Aku pun kembali mencari keberadaan Kyuhyun dan Sungmin. Tiba-tiba mataku tertuju pada sesosok Kyuhyun dan Sungmin yang sedang duduk di halte bis. Ku hampiri mereka berdua.

“Kyunniiee” lirihku membuatnya kaget dan hendak pergi namun, aku langsung memeluknya.

“kajima” ujarku menangis.

Kyuhyun pun hanya terdiam.

“kajima Kyuhyun-ah. Saranghae” ujarku membalikkan badannya menghadap ke arahku.

“mianheo” ujarku mengusap air mata di pipi Kyuhyun.

“napeun. Oppa napeun” ujar Kyuhyun.

“mianheo Kyuhyun-ah, aku janji aku akan selalu berada di sisimu” ujarku memeluknya.

Ia pun membalas pelukanku.

“na doo Saranghae” jawab Kyuhyun.

Aku pun merengangkan pelukanku dan mendekatkan wajahku ke wajahnya. Ku rasakan bibirku menempel di bibirnya, Kyuhyun pun mengalungkan tangannya ke leherku dan menutup  matanya. Aku pun mengalungkan tanganku di pinggang Kyuhyun, sehingga tubuh kami tak ada jarak sedikit pun. Aku tak peduli orang di sekitar halte melihat aksiku.

Aku pun masih melumat bibir Kyuhyun. hatiku masih merindukannya. Tak mau kehilangan dirinya lagi.

~~~
“oppa” lirih Kyuhyun saat aku dengannya duduk di teras rumah kontrakan Kyuhyun dan Sungmin.

Aku pun hanya melihat ke arahnya dan mengnggam tangannya erat.

“oppa, kau betah di sini?” Tanya Kyuhyun.

“ne Kyunniiee, ini tempat kelahiran oppa” ucapku mencium pergelangan tangannya lembut.

“gomawo kau sudah mencintaiku. Kyuhyun-ah, appamu dan ammamu tahu kau di sini?” tanyaku.

“ani” jawab Kyuhyun mengelengkan kepalanya dan menyenderkan kepalanya di bahuku.

“beritahulah mereka. Aku tak mau mereka khawatir” perintahku. Namun, Kyuhyun hanya diam cemberut melepas genggaman tanganku dan masuk ke dalam kontrakan.

“Kyuhyun-ah” lirihku.

“oppa tak senang aku dating. Pergilah” usir Kyuhyun.

“ani, aku takkan pergi. Baiklah aku takkan menyuruhmu lagi. Bukalah” perintaku.

Perlahan Kyuhyun membuka pintu dengan mata yang sudah sembab.

“janji?” Tanya Kyuhyun.

“ne, aku janji” jawabku memeluknya.

“chagi” panggilku.

“uhmmm…” lirihnya.

Aku pun mendorongnya masuk ke dalam rumah kontrakan dan mengajaknya berbaring.

“oppa, kau sedang apa?” Tanya Kyuhyun kaget.

“diamlah, aku ingin tidur” ucapku menariknya ke dalam pelukanku.

Kyuhyun pun hanya terdiam. Aku melihat ke arahnya, dia menyimpan tangannya di dada bidangku. Sungguh membuat jantungku tak bisa berhenti berdetak.

POV end…

Author POV…

Leeteuk terus menerus menangis. Sudah 2 hari, Kyuhyun belum juga di temukan. Kangin pun terus menerus menghubungi orang yang mencari keberadaan Kyuhyun yang sama sekali taka da kabar.

Ponselnya pun tak aktif. Leeteuk dan Kangin sangat khawatir dengan keadaan Kyuhyun.

“yeobo, kau ingat tidak. Di surat yang Kyuhyun tulis, ia katakan akan mencari keberadaan Siwon. Apa ia pergi ke Ulsan?” ucap Leeteuk mendekati Kangin yang sedari tadi mondar-mandir.

“coba ku lihat” ucap Kangin mengambil kertas yang berisikan surat Kyuhyun.

“ne, kita berangkat sekarang” ujar Kangin menarik tangan Leeteuk.

Kangin dan leeteuk pun langsung memasuki mobil alphadnya dan memerintah supir pribadinya untuk menuju Ulsan.

 

Malam Harinya…

Kangin dan Leeteuk telah sampai di depan panti asuhan yang selama ini merawat Siwon ketika Siwon bayi hingga berumur 5 tahun. Mereka berdua langsung masuk ke dalam panti asuhan.

Ibu panti pun terkaget dengan kedatangan Kangin dan leeteuk.

“mari tuan duduk dulu” ucap ibu panti.

“gomawo” ujar Kangin duduk di sofa panti.

“lalu ada apa kedatangan tuan dan nyonya kemari. Sudah lama ya, kita tak bertemu” ucap ibu panti.

“ahjumma saya ingin tahu rumah ke dua orang tua Siwon dulu” pinta Leeteuk sopan.

“Kyuhyun hilang. Dan kami yakin, Kyuhyun mencari Siwon kemari” lanjut Leeteuk.

“baiklah tuan nyonya tunggu sebentar” ujar Ibu panti masuk ke dalam.

~~~
“eomma, appa aku tak mau pulang” rengek Kyuhyun di pelukan Sungmin.

Kini, Kangin dan Leeteuk sudah berada di kontrakkan Kyuhyun dan Sungmin. Kyuhyun menolak ajakkan Kangin dan leeteuk. Ia berusaha membujuk ammanya untuk tidak memaksanya pulang.

“aku tak mau. Aku ingin di sini” ujar Kyuhyun menangis.

“tapi Kyu, semua menantimu di rumah sayang” bujuk Kangin.

“POKOKNYA AKU NGGAK MAU KALO SIWON OPPA TAK IKUT JUGA” marah Kyuhyun berlari keluar rumah dan menuju rumah Siwon.

“Kyuhyun” kejar Kangin, Leeteuk dan Sungmin.

“ahjumma, ada yang ingin saya katakan” ucap Sungmin membuat kangin dan leeteuk terdiam.

“apa itu Minnie” Tanya kangin menghadap kea rah Sungmin.

“kita duduk di rumah saja” ajak Sungmin.

~~~
“maksud kamu, Kyuhyun dan Siwon harus bersama. Dan mereka berdua berjodoh. Hah!” ucap Kangin tak percaya.

“ne, ahjumma ahjussi. Appaku dan ammaku adalah seorang pelamar. Aku adalah keturunan mereka sebagai pelamar. Bukan oppaku” jelas Sungmin meyakinkan orang tua Kyuhyun.

“jadi aku harap ahjumma dan ahjussi tak melarang Kyuhyun dan Siwon bersama” bujuk Sungmin.

Kangin pun terdiam mendengar kata-kata Sungmin. Ia pun memutar otak bebrapa tahun yang lalu, seorang kakek-kakek mengatakan Jika sudah besar nanti Siwon dan Kyuhyun itu di takdirkan bersama.

Leeteuk pun hanya bisa pasrah dengan keadaan ini, ia hanya ingin anak semata wayangnya itu bahagis.

“yeobo, sebaiknya kita nikahkan saja mereka berdua” ucap leeteuk.

“ne, aku rasa seperti itu” jawab kangin berdiri.

 

5 Tahun kemudian…

Kyuhyun POV…

Ku lihat ke arah Siwon oppa yang sedang bermain dengan anak pertamaku Choi YongMin yang berumur 3,5 tahun. Aku dan Siwon oppa sudah nikah 4 tahun. Aku masih tak percaya, namja yang di hadapanku yang dulunya adalah oppaku dan sekarang menjadi suamiku.

Aku masih tak percaya, ini seperti sebuah mimpi untukku. Siwon oppa sekarang menjadi Direktur utama di perusahaan appa. Appa kini sudah pension dan Siwon oppa yang meneruskan bisnis appa tersebut.

Ku hampiri Siwon oppa yang sedang mengendong YongMin.

“am..m..a..” panggil YongMin ke arahku.

“YongMin-ah, katakan lagi” perintahku.

“am…m..a..” lirih YongMin di pangkuan Siwon oppa.

“oppa YongMin” ucapku memeluk Siwon oppa.

“ne jagi, yongmin pun memanggilku appa” balas Siwon oppa memelukku.

Ku lihat kea rah YongMin dan mengendongnya. Ku kecup keningnya. Tanpa hentinya ku usap rambut lembutnya. Aku pun mengelus perutku yang masih datar.

“jagi, ada apa dengan perutmu?” Tanya Siwon oppa.

“oppa, di sini ada adik YongMin oppa” jawabku membuatnya kaget.

Siwon oppa pun memelukku dan juga memeluk YongMin yang tak mengerti tingkahku dan Siwon oppa. Siwon oppa pun mengecup kening YongMin sayang.

 

THE END

Akhirnya tamat juga, gimana rame nggak? Huakkhh.. pasti nggak yah, ya sudahlah. Jangan lupa comment ya…

Dipublikasi di Uncategorized | 5 Komentar

My Angel Part 7-End

Anyonghaseyo!!

Eunkyung here!!

Part 7nya datang.. langsung aja ya… selamat membaca…

Check it dot..

RCL please…

Aku ingatkan lagi, jika ingin FF ini lanjut. Kalian ikutilah aturanku untuk RCL.

Bukan hanya Like nggak Comment. Kalau itu terjadi lagi. Aku nggak akan lanjut FF ini.

Author :

“Shin Eun Kyung”

Main Cast :

Choi Siwon as Choi Siwon

Cho Kyuhyun as Cho Kyuhyun

Other Cast :

All Member Super Junior

All Member SNSD

Genre : Romance, Angst Genderwist+

 

Siwon POV…

Dengan buru-buru Tiffany menutupi perutnya dengan piyama yang di pakainya.

“buka” pintaku pelan.

“oppa” lirih Tiffany menundukkan kepalanya.

“BUKA KATAKU” teriakku membuat Tiffany terdiam.

Perlahan Tiffany pun membuka piyama tidurnya.

“JADI INI HAH!! SUDAH KU DUGA. AKU TAK PERNAH MELAKUKAN HAL KEJI DENGANMU” marahku membuat Kyuhyun pun diam.

“Kyunniiee, kau ke kamarlah. Aku tak mau baby kita kenapa-napa” perintahku membuatnya mengangguk.

“Fany, Fighting!” ucap Kyuhyun membuatku geram.

“ikut aku” aku pun menarik Siwon menuju kantor pengacaraku.

“oppa, kita akan kemana? Ini Swedia oppa” elak Tiffany.

“di sini pengacarku tinggal. masuk” perintahku masuk ke dalam mobil.

Tiffany pun hanya diam, dan menurutiku. Aku pun hanya diam dan menjalankan mobilku menuju kantor pengacaraku di Swedia.

Setelah sampai, aku pun kembali menarik Tiffany menuju ruangan Mr. Lee.

“pengacara lee, tolong urusi surat ceraiku sekarang juga” pintaku pada pengacaraku.

“ne tuan, dengan nona siapa?” Tanya Mr. Lee pada Tiffany.

“Hwang Tiffany” jawab Tiffany.

“baiklah tuan tunggu sebentar” ucap Mr. Lee.

~~~

“oppa, apa kau tak begitu kejam?” Tanya Kyuhyun.

Sekarang aku sudah berbaring di atas paha Kyuhyun. Kyuhyun mengelus keningku pelan.

“aku sudah tak kuat lagi baby. Aku hanya mencintaimu” jawabku.

Air mataku kini sudah mengenang di pipiku, ku rasakan tangan Kyuhyun mengelus pipiku lembut. aku pun memejamkan mataku.

“uljima oppa. Ini akan menjadi terakhir kalinya kau menangis. Arraseo?” perintah Kyuhyun membuatku tenang.

“uhhmm..” erangku masih memejamkan mata.

Tokk.. Tokk.. Tokk..

“Kyuhyun, Siwon oppa” lirih Tiffany membuatku terbangun.

Ketika Kyuhyun hendak membuka pintu. Namun, Tiffany dengan cepat melarangnya. Ini pasti aktingnya lagi.

“tidak usah membuka pintunya. Aku hanya ingin mengucapkan selamat tinggal. Mianheo selama ini membuat kalian berdua hancur. Berbahagialah kalian. Jika anakmu lahir, jangan lupa hubungi aku. Aku pergi” lirih Tiffany.

Aku pun hanya terdiam. Kyuhyun kini sudah ada di ambang pintu kamar dan membukanya perlahan.

“Fany-ah” lirih Kyuhyun yang melihat Tiffany menangis.

Aku masih terdiam, melihat Tiffany yang menangis.

“kau harus bahagia di luar sana. Aku akan mendukungmu. Jangan berbuat jahat lagi” lirih Kyuhyun memeluk Tiffany.

“Gomawo Kyunniie, kau memang temanku” ucap Tiffany membuatku kesal.

“ya sudah, aku harus ke bandara. Kau baik-baik di sini. Baby, jaga ammamu ya” ucap Tiffany lagi sambil mengelus perut Kyuhyun.

“jalga” ucap Kyuhyun.

POV end…

 

9 Bulan Kemudian…

Author POV…

Kandungan Kyuhyun kini sudah tak membesar lagi, ia sudah melahirkan anak perempuan yang mirip sekali dengan Siwon. Anak perempuan itu bernama Lauren. Choi Lauren.

“Omo~ Kyunniiee” ucap Yoona mengendong Lauren.

“kapan kalian datang?” Tanya Kyuhyun kaget melihat Yoona, Donghae dan semua keluarganya sudah berkumpul di kamarnya.

“beberapa hari yang lalu, kami kesini karena cucu amma” ucap Nyonya Choi dan Nyonya Cho bersamaan.

“kau namakan siapa Kyunniie?” Tanya Yoona masih mengendong lauren yang berumur 2 bulan.

“Choi lauren” jawab Siwon yang kini berada di ambang pintu kamar.

“nama yang cantik. Sama seperti orangnya” ujar Donghae mengelus Lauren.

“ya sudah, biarlah lauren istirahat. Kita mengobrol di bawah saja” ajak Kyuhyun.

Yoona pun memberikan lauren pada Kyuhyun. Semua pun meninggalkan Kyuhyun dan Lauren. Kyuhyun pun menidurkan lauren di tempat tidur bayi.

“tidurlah baby” ucap Kyuhyun mengecup kening lauren.

~~~

“Kyunniiee, aku merindukanmu? O iya kau tau Sooyoung dan yang lainnya sudah di penjara. Aku senang” ucap Yoona senang.

“ne, kapan kau memberikanku keponakan juga? Kau mendahuluiku menikah, tapi belum juga punya anak” sindir Kyuhyun membuat Donghae terdiam.

“hyung.. cepatlah kalian mempunyai anak, agar Lauren mempunyai teman” ucap Siwon merangkul bahu Donghae.

“ah ne Siwon-a” ujar Donghae canggung.

Semua yang ada di ruang tamu pun hanya tertawa. Kyuhyun hanya tersenyum bahagia. Dia senang semuanya bisa berkumpul kembali.

“Ooeeekk.. Oeekk.. Oeekkk”

Terdengar tangisan Lauren dari kamar Kyuhyun. Dengan sigap, Kyuhyun pun langsung menuju kamarnya. Terlihat Lauren yang menangis dengan mengeliat tangan mungilnya.

“ccuuupp.. cuupp.. anak umma” ucap Kyuhyun mengendong Lauren keluar kamar.

Lauren pun membuka matanya dan tersenyum melihat ibunya.

“laurenniiee, bangun ya” ucap Ryeowook.

“ia nh ahjuccii” ucap Kyuhyun menirukan suara anak kecil.

Semua yang berada di ruang tamu pun tertawa riang. Siwon yang kini berada di samping Kyuhyun hanya tersenyum dan terus mengecup Luren gemas.

“Kyuunniiee, sini aku ingin mengendong lauren” pinta Siwon.

Lauren pun sudah berada di pangkuan appanya. Ia pun kembali tertidur.

“amma, appa jika ingin istirahat. Tidurlah. Rumah ini banyak kamar” ucap Kyuhyun lembut.

“ne Kyunniiee, Gomawo. Amma masih ingin melihat Lauren” ujar Nyonya Cho.

“Ahjumma Jung” panggil Kyuhyun.

“ne nona” ucap ahjumma Jung.

“tolong rapikan semua kamar ya” perintah Kyuhyun.

“ne nona” ucap ahjumma Jung menuju belakang dan memerintah pelayan merapikan kamar.

~~~

Kyuhyun POV…

Ku hembuskan nafasku di balkon kamarku dan menghirup udara malam yang segar. Lauren yang sedari tadi tertidur di pangkuan Siwon. Aku sangat bahagia dengan semua ini.

Ku rasakan tangan kekar melingkar di pinggangku. Dagunya pun di ketakkan di bahuku. Aku pun mengelus tangan kekarnya lembut.

“baby, kau bahagia?” Tanya Siwon.

“ne, aku bahagia. Terlebih lagi dengan kehadiran lauren, membuatku bahagia” jawabku senang.

“aku juga bahagia karena kau selalu menemaniku. Saranghae” ucap Siwon mengecup leherku.

“Na doo Saranghae” jawabku.

Aku pun membalikkan badanku menghadapnya. Kini, mata kami saling menatap. Aku pun mengalungkan tanganku di lehernya. Kini wajahku sudah dekat dengan wajah Siwon. Tak lama lagi bibir kami pun saling melumat tapi tanpa nafsu.

Aku masih mengalungkan tanganku di leher Siwon dan memejamkan mataku. Siwon pun mengecup leherku dan mengangkat tubuhku ala bridal style menuju tempat tidur dan tanpa menghentikan kontak bibir.

Pakaianku dan pakaian Siwon pun kini sudah berantakan di lantai. Siwon pun menjelajahi leherku. Bibirnya tak berhenti mengecup leherku.

SKIP

*udah ya, bayangin sendiri aja. Cukup di part 5 aja*

~~~

Keesokan Harinya…

“Kyunniiee, lehermu kenapa di tutupi? Kau sakit?” ucap Yoona.

“bukan sakit. Tapi habis melakukan sesuatu” ucap Siwon memeluk Kyuhyun.

“oppa, malu” rengekku malu.

“arraseo oppa” jawab Yoona tertawa.

Aku pun hanya menunduk malu sambil mengendong Lauren yang sedang berjemur di taman belakang rumah.

Semua keluarga pun berkumpul. Ku lihat Yoona yang terus-terusan tersenyum melihat kea rah lauren. Karena penasaran, aku pun menghampiri Yoona yang sedang duduk di rumput taman belakang sambil mengendong Lauren.

“Yoong” lirihku membuatnya melirik ke arahku.

“Kyunniiee.. sini duduk. Hati-hati” ujar Yoona.

Aku pun duduk di samping Yoona dengan hati-hati.

“kau sedang apa yoong?” tanyaku penasaran.

“ah tidak, aku hanya senang kau sudah berbahagia Kyu” jawab Yoona sedih.

“kau juga bias bahagia dengan Donghae oppa” ucapku membuatnya terdiam.

“aku tau, Donghae oppa kurang perhatian. Karena kamunya yoong” tambahku.

“memangnya aku kenapa Kyunniiee?” Tanya Yoona simpul.

“kau harus lebih dewasa sayang. Aku akan mendukungmu, kau pasti bisa” semangatku membuat Yoona mengangguk.

“Euugghhh” erang Lauren.

“anak umma udah bangun, liat Yoona ahjumma sedih” ucapku menunjukkan Lauren pada Yoona.

Lauren pun hanya mengeliat tersenyum.

“ya sudah, aku mandikan lauren dulu. Kau harus bertindak tegas pada Donghae oppa. Fighting!” semangatku berdiri dan berjalan menuju kamar untuk memandikan Lauren.

Setelah memandikan Lauren, aku pun memberikan Lauren makan *ini umma tega banget, baru ngasih makan Lauren sekarang*. Ia pun melahap makannya tanpa membuatku repot seperti anak-anak lain yang ku temui biasanya.

POV end…

 

6 Tahun kemudian…

Author POV…

Pagi-pagi sekali, di rumah cantik bernuansa Eropa. Seorang anak perempuan yang berlari membuka pintu kamar orang tuanya yang masih terlelap dalam mimpinya.

“mommy” panggil Lauren kepada Kyuhyun dan Siwon yang tertidur saling berpelukan.

Karena terganggu dengan suara Lauren. Siwon pun terbangun.

“daddy wake up” Lauren menarik tangan Siwon.

“what wrong baby?” Tanya Kyuhyun yang kini sudah membuka matanya.

“I’m alone daddy mommy. Ahjumma Jung go to market” ucap Lauren cemberut.

“ah, baby. Its ok. at here mommy and daddy will always with you” jawab Kyuhyun.

Selama ini, Kyuhyun dan Siwon masih menetap tinggal di Swedia. Sehingga Lauren selalu di ajarkan berbahasa inggris.

“i want friends mommy. At my school not much friends” ucap Lauren memeluk Kyuhyun.

“ah, I know. Daddy and mommy give me dongsaeng. I’m so happy, if daddy and mommy give me dongsaeng” pinta Lauren membuat Kyuhyun terdiam.

“yes, daddy too happy” ucap Siwon tersenyum seringai.

“daddy you will make it?” Tanya Lauren polos.

“why not. If you give dongsaeng. Daddy and mommy will make dongsaeng” ujar Siwon membuat Kyuhyun kesal.

“yes mommy?” Tanya Lauren pada Kyuhyun.

“mommy thinking about it baby” jawab Kyuhyun mencubit pinggang Siwon.

“Awwww..” erang Siwon kesakitan.

“What wrong daddy?” Tanya Lauren kea rah daddynya.

“no, its ok.” ucap Kyuhyun seringai.

“yeahhh!! I will have a dongsaeng” ujar Lauren riang.

“ok, kajja we go to eating” ajak Kyuhyun.

Mereka bertiga pun langsung menuju meja makan yang sudah banyak makanan di hidangkan.

“uncle, you cooking it?” Tanya Lauren tak percaya.

“yes Lauren. You have eat all” perintah Ryeowook.

“ne” jawab Lauren sudah duduk manis di samping kyuhyun.

Kini, tak ada lagi Sooyoung yang selalu menghalangi rumah tangga Kyuhyun dan Siwon. Sooyoung pun sudah berbahagia dengan namja pilihan appanya. Begitu juga Tiffany dan Jessica sudah mempunyai keluarga masing-masing.

 

THE END

 

Akhirnya end juga, gimana temen-temen. Seneng nggak?

Mian ya ceritanya gaje, aku bingung nggak punya ide lagi.

Mianheo juga endnya pendek..

RCL ya…

Dipublikasi di Uncategorized | 5 Komentar

My Angel Part 6

Anyonghaseyo!!

Eunkyung here!!

Part 6nya datang.. langsung aja ya… selamat membaca…

Check it dot..

RCL please…

Aku ingatkan lagi, jika ingin FF ini lanjut. Kalian ikutilah aturanku untuk RCL.

Bukan hanya Like nggak Comment. Kalau itu terjadi lagi. Aku nggak akan lanjut FF ini.

Author :

“Shin Eun Kyung”

Main Cast :

Choi Siwon as Choi Siwon

Cho Kyuhyun as Cho Kyuhyun

Other Cast :

All Member Super Junior

All Member SNSD

Genre : Romance, Angst Genderwist+

 

FLASHBACK…

Dan ini anak Choi Siwon.

TH

FLASHBACK OFF…

 

Kyuhyun POV…

Aku meremas surat dan foto tersebut. Belum berapa bulan kita menikah sudah seperti ini. Apalagi jika nanti kalau menikah ke depannya. Aku tak tahan lagi, lebih baik Siwon bersama Sooyoung dari pada aku. Dari awal pun aku sudah yakin, jika hal ini pasti terjadi.

Aku mendengar pintu rumah terbuka dan kulihat itu Siwon dating. Ku hampiri dirinya yang menyambutku lembut.

PLAKK…

“baby” lirihnya kaget sambil memegang pipinya yang ku tampar.

“apa ini?? Hah? Apa?” tanyaku melemparkan surat dan foto tepat di wajah Siwon.

“aku tak tahu. Aku tak pernah melakukan ini. Dan soal kehamilan Tiffany, aku sungguh-sungguh tak tahu” jawabnya.

“alah! Sudahlah, urusi yeoja itu. Dan mulai sekarang taka da lagi pelukan, taka da lagi istri” ucapku masuk ke kamar dan mebereskan pakaianku asal ke dalam koper.

Siwon yang melihat itu langsung menahanku.

“baby, kau mau kemana?” Tanya Siwon.

“lepas. Lebih baik aku pergi. Selamat bersenang-senang” ucapku melepas tangannya yang menahan tanganku.

Namun, genggamannya semakin erat. Sehingga sulit aku lepaskan.

“YA!! CHOI SIWON. Lepaskan” rengekku meronta minta di lepaskan.

“tidak akan pernah” jawabnya menyeretku ke dalam kamar dan membantingku kasar.

Aku pun hanya terdiam dan menangis sendu.

“Baby kau lihat. Ini itu hanya rekayasa. Aku tak pernah sekali pun melakukan sexs bersama yeoja lain selain dirimu. Aku hanya mencintaimu” jelasnya di sampingku.

Aku pun masih menutup wajahku dengan tanganku dan menangis.

“baby, lihat aku!” pintanya mengenggam tanganku.

Namun, aku menepisnya.

“Ok! aku takkan pergi dari rumah. Tapi, jangan harap kau memelukku selama 1 minggu” ucapku bergegas dari tempat tidur.

Siwon pun hanya diam. Aku menuju kamar tamu dan membereskan pakaianku ke dalam kamar tamu. Kerena kebetulan ada banyak kamar di rumah ini.

“nona, what happened to you? Are you Ok?” Tanya ahjumma jung yang sudah lama tinggal di Swedia dan sekarang menjadi pelayan di rumah ini.

“ahjummaa..” lirihku memeluknya.

“where is mr? I want say” tanyanya mengajakku ke kamarku dan Siwon.

Aku pun hanya memeluk ahjumma Jung. Ia mengetuk kamar, dan tak beberapa lama Siwon membukakan pintu kamar.

“yes ahjumma? What happen?” Tanya Siwon. Namun terkaget ketika melihatku memeluk ahjumma Jung.

“what happened to you and Kyuhyun? Why Kyuhyun cry?” Tanya ahjumma Jung marah pada Siwon.

“jawab ahjumma Siwon” ucap ahjumma Jung.

“hanya karena masalah ini ahjumma” jawab Siwon memberikan surat dan foto kepada ahjumma Jung.

POV end…

 

Author POV…

“jadi sekarang jelaskan pada ahjumma” ucap ahjumma Jung.

Ahjumma Jung adalah pelayan keluarga choi yang sudah lama kerja di keluarga choi dan sudah di anggap seperti keluarga mereka. Jadi, begitu dekat ia bersama Siwon.

Kyuhyun hanya menunduk di samping ahjumma Jung duduk.

“ada pos yang yang mengirimkan surat ini untukku. Dan ketika aku lihat ada foto ini dan suratnya” ucap Kyuhyun nangis.

“lalu, TH itu siapa Siwon?” Tanya ahjumma Jung.

“aku tak tahu ahjumma” jawab Siwon takut.

“yang tegas. Siapa? Dan siapa yeoja ini?” Tanya ahjumma Jung meninggikan suaranya.

“Tiffany” jawab Siwon pelan.

“lihatkan ahjumma. Katanya dia janji takkan berhubungan lagi, tapi apa buktinya” ucap Kyuhyun.

“dia terus berhubungan dengan Tiffany. Aku tak kuat ahjumma” tambah Kyuhyun memeluk ahjumma Jung.

“baiklah, kau harus tanggung jawab” ucap ahjumma Jung.

 “tapi ahjumma aku tak melakukannya” elak Siwon.

“jika kau tak melakukannya, ini apa buktinya Choi Siwon” ucap ahjumma Jung.

“ahjumma temani aku” ucap Kyuhyun pergi.

~~~

Malam Harinya…

“Kyuhyun, kenapa masih belum di makan?” Tanya ahjumma Jung.

“aku tak mau” tepis Kyuhyun berbaring.

“kyuhyun dari tadi kau belum makan” ahjumma Jung hanya pasrah tak tahu apa yang harus ia lakukan.

“baiklah, ahjumma keluar dulu. Bibi simpan makannya di meja” ucap ahjumma Jung keluar kamar.

Setelah kepergian ahjumma Jung. Kyuhyun pun hanya diam diri berbaring di tempat tidur. Dari tadi siang, ia tak mau makan. Hanya mengurung diri di kamar.

Ahjumma Jung yang melihat hal itu kasihan dan langsung menghubungi keluarga choi di Seoul.

“yeoboseyo! Tuan ini saja ahjumma Jung”

“ne ahjumma ada apa?” Tanya tuan choi.

“ah, ania. Saya ingin berbicara dengan nyonya” ucap ahjumma Jung takut.

“ah ia sebentar”

Tak beberapa lama suara nyonya choi terdengar dari sebrang.

“ahjumma wae?” Tanya nyonya cho.

“nyonya Siwon…” ucap ahjumma Jung terputus ketika melihat Siwon yang mematikan panggilan.

“ahjumma jangan sampai amma dan appa tahu” pinta Siwon.

“tapi ahjumma kasihan Siwon. Kau urusi istrimu. Dari tadi tak mau makan. Kau harus tanggung jawab” ucap ahjumma Jung.

Siwon pun hanya menuju kamar yang Kyuhyun yang sedang berbaring di sana. Terlihat Kyuhyun yang memungungi dirinya. Perlahan Siwon menghampiri Kyuhyun.

“baby kau makan dulu ya?” ucap Siwon.

Namun Kyuhyun diam dan tak bergeming.

“baby” ucap Siwon.

“mau apa kau kesini?” ucap Kyuhyun sinis.

“aku khawatir padamu” jawab Siwon.

“tak usah mengkhawatirkanku. Pergilah” usir Kyuhyun.

Namun, Siwon tetap diam dan membalikkan badan Kyuhyun agar menghadapnya.

“baby maafkan aku” ucap Siwon memeluk Kyuhyun.

“kau sudah membuat hidupku hancur” elak Kyuhyun melepas pelukan Siwon.

“mianheo” Siwon semakin mengeratkan pelukannya.

Kyuhyun hanya menangis tanpa membalas pelukan Siwon. Kyuhyun masih kecewa pada dirinya sendiri karena terlalu percaya pada orang lain yang tak tahu ke benarannya.

“mianheo” lirih Siwon memeluk Kyuhyun.

Kyuhyun tak bergeming. Kini wajah mereka begitu dekat dan saling menatapa lekat. Siwon mendekatkan wajahnya ke wajah Kyuhyun. Namun, Kyuhyun memalingkan wajahnya.

“arasso.. kau makan dulu ya?” Tanya Siwon.

“aku tak mau” Kyuhyun hanya memfoutkan bibirnya cemberut.

“sedikit saja ya, atau aku cium sekarang juga” ancam Siwon membuat Kyuhyun mengambil piring yang berisi nasi di tangan Siwon.

Setelah habis Kyuhyun menyimpan di meja dan kembali berbaring. Namun, ia mengeserkan badannya agar Siwon ikut berbaring.

“oppa sini” ucap Kyuhyun manja.

Tanpa menolak, Siwon pun berbaring dan memeluk Kyuhyun.

“jagi, aku ingin kisseu?” pinta Siwon manja.

Kyuhyun hanya diam tak menghiraukan permintaan Siwon. Siwon yang sedari tadi di cueki Kyuhyun merasa kesal dan ingin pergi. Tapi Kyuhyun mengeratkan pelukannya tanpa membuka matanya sedikit pun.

CHUP..

Siwon melumat bibir Kyuhyun lembut.  kyuhyun hanya diam tanpa membalas ciuman Siwon. Kini tangan Siwon sudah meraba perut Kyuhyun, tapi Kyuhyun hanya mengigit bibir bawahnya menahan desahan.

Tangan Siwon berhasil membuka pengait bra Kyuhyun. Kyuhyun yang menyadari hal itu hanya mengalungkan tangannya di leher Siwon.

“oppa” Kyuhyun melepas ciuman Siwon.

“kenapa baby? Aku ingin” rengek Siwon.

Mau di apakan lagi? Kyuhyun hanya bisa pasrah walaupun sebenarnya ia belum bisa menerima permintaan maaf Siwon.

 

~~~

 

Keesokan Harinya…

Siwon POV…

Aku membuka mataku dan mngeliat. Ku lihat Kyuhyun masih memejamkan matanya. Wajah cantiknya seperti boneka, ku kecup perlahan. Ia adalah yeoja paling berharga untuk hidupku. Aku menyayanginya, mencintainya.

Ku lirik jam dinding yang menunjukkan pukul 5 pagi. Aku pun kembali memejamkan mataku dan mengeratkan pelukannya karena tak ada aktivitas di luar rumah.

Namun, mataku tak mampu kembali terlelap sehingga mengharuskan bangun. Agar tak menganggu Kyuhyun. Aku bangun dari tidurku, namun Kyuhyun menahannya.

“mau kemana?” tanyanya tanpa membuka matanya.

“ania, ya sudah kita tidur” ucapku kembali memeluk Kyuhyun.

Aku pun mencium bibir Kyuhyun bukan hanya mencium tapi melumatnya dan kembali melakukan aktivitasku tadi malam.

 

~~~

“oppa hari ini aku ingin jalan-jalan. Temani aku ya” pinta Kyuhyun saat makan siang.

“apa sih yang tidak untukmu baby” ucapku mencubit hidungnya pelan.

“appo” lirih Kyuhyun kesakitan.

“oppa soal kehamilan Tiffany?” ucap Kyuhyun pelan.

“lalu?” tanyaku melanjutkan makanku tanpa memperdulikan Kyuhyun.

“aku ingin kau menikahinya. Aku mohon, ini demi aku” perintah Kyuhyun.

“kau menyuruhku menikahinya sedangkan kau belum mempunyai anak. Aku tak mau, lebih baik aku merawat anak yang ada di dalam kandungannya” jelasku menolak perintah Kyuhyun.

“itu semua pasti akan terjadi. Oppa aku mohon” pinta Kyuhyun memelas.

“Kyunniiee” lirihku.

“jebal” ujar Kyuhyun.

“baiklah jika itu maumu Kyunniiee” jawabku.

POV end…

 

Tiffany POV…

Aku senang hari ini, Siwon oppa menghubungiku dan mengatakan akan menikahiku. Aku akan merebut Siwon oppa dari yeoja sialan itu dan biarkan dia menderita tanpa kasih sayang Siwon oppa.

Sekarang aku sudah memakai gaun putih. Walaupun tak begitu mewah aku senang karena menikah dengan Siwon oppa.

“fany-ah, kau cantik sekali” ucap Kyuhyun memegang bahuku.

“gomawo kyuhyun” jawabku tersenyum terpaksa.

Aku pun menyelesaikan dandanku dan langsung menuju altar. Di sana sudah berdiri tegap Siwon oppa yang hanya tersenyum biasa ke arahku dan melirik Kyuhyun yang sudah duduk tak jauh dari altar.

Kini aku sudah berada di samping Siwon oppa, ia hanya terdiam dan menghadap kea rah pastur.

~~~

acara pernikahanku berjalan lancer. Namun, Siwon oppa tak bersamaku. Ia kini sedang bersama istrinya Kyuhyun. kemesraannya membuatku cemburu. Aku akan merebut itu semua darinya.

“CHO KYUHYUN enyahlah kau” erangku merobek foto Kyuhyun.

Tokk..Tokk..Tokk..

“Tiffany-ah, kau sedang apa? Ayo kita makan” ajak Kyuhyun.

“ne, aku segera ke bawah” ucapku menganti pakaianku.

Setelah mengganti pakaianku dengan baju santai. Aku pun langsung menghampiri Siwon oppa dan Kyuhyun yang sudah duduk rapi duduk di kursi makan.

“maaf lama” ucapku langsung duduk di samping Siwon oppa.

“makan yang banyak Tiffany. Agar bayi yang ada di dalam kandunganmu sehat” ucap Kyuhyun membuatku muak.

‘tak ada apapun juga di dalam sini’ batinku sambil mengelus perutku.

“oppa, ini makanan kesukaanmu” ucapku memberikan kimchi ke mangkuk nasi di depan Siwon oppa.

“Hoeekk.. Hoeekkhh” Kyuhyun terus memuntahkan semuanya. Ia pun langsung menuju kamar mandi.

“kau makan saja dulu” ucap Siwon berlalu meninggalkanku sendirian demi seorang Cho Kyuhyun yang menyebalkan itu.

“ciihh! Sakit sedikit saja di manjakan” dengusku kesal.

“kau siapa? Memang seharusnya nyonya choi di manjakan” ucap ahjumma-ahjumma di depanku.

“aku istri Choi Siwon” jawabku masih memakan makanan yang ada di depanku.

“tapi menurut kami, istri tuan Choi Siwon itu hanya Cho Kyuhyun yang sekarang bermarga Choi. Bukan Hwang Tiffany” jelas ahjumma di depanku membuat kesal.

“YAA!! Pergi kau, menganggu seleraku” bentakku mengusirnya.

Ahjumma-ahjumma itu pun sudah taka da di depanku. Aku pun melirik ke lantai 2, Siwon oppa yang sedang membopong Kyuhyun dengan cemas. Ahjumma-ahjumma yang tadi mengejekku pun menghampiri mereka berdua dengan panik.

“Siwon-aa, Kyuhyun kenapa?” Tanya ahjumma-ahjumma pelayan.

“ahjumma aku bawa Kyuhyun ke rumah sakit. Nanti aku beritahu lagi jika ada perkembangan” ucap Siwon menuju teras rumah yang sudah ada mobil audi putih miliknya.

“manja” ucapku berselonong ke kamarku di rumah ini.

POV end…

 

Siwon POV…

Mobilku pun sudah berada di lobby rumah sakit terdekat di Swedia. Ku buka pintu mobil yang sudah ada Kyuhyun sedang berbaring. Aku pun segera mengangkat Kyuhyun cepat menuju UGD.

“please, help my wife” ucapku pada perawat yang ada di ruang UGD.

“ok, Mr” ucap salah satu perawat menuju keluar.

Aku pun terus berdiri di depan ruang UGD menunggu dokter selesai memeriksa. Tak beberapa lama pintu UGD terbuka.

“Mr. Choi” panggil dokter tersebut.

“yes me” ucapku.

“Congratulations Mr. Choi. You will have a baby. Fetus in the womb of your wife’s age of 2 weeks” ucap sokter tersebut senang.

“MWO?? Really?” tanyaku tak percaya.

“yes. You have around your wife in room *inggrisnya berantakan, sorry ya*” perintah dokter.

Tanpa lama lagi, aku pun langsung masuk menemui Kyuhyun yang masih belum sadar.

“baby” lirihku mengecup keningnya.

“istri anda sudah boleh pulang jika infusannya sudah habis dan ia sudah sadar*pura-puranya pake b.inggris ye*” ucap suster.

“thanks” ucapku memegang tangan Kyuhyun lembut.

“baby aku akan menjadi seorang appa. Gomawo” ucapku menangis.

“oppa” lirih Kyuhyun tersenyum ke arahku.

“baby kau sudah sadar” ucapku menciumi telapak tangannya.

“oppa, aku dimana?” Tanya Kyuhyun bingung.

“kau di rumah sakit sayang, tadi kau pingsan di kamar mandi. Aku khawatir” ucapku mengelus pipinya yang lembut.

“lalu aku kenapa?” Tanya Kyuhyun lagi.

“kita akan mempunyai seorang anak baby” jawabku memeluknya.

“Jinjja?” tanyanya tak percaya.

“ne” jawabku memeluknya lagi.

“oppa…” ucapnya menangis di pelukanku.

“kau bahagia baby?” lirihku melepas pelukan dan menatap wajahnya.

“ne oppa, aku bahagia” jawab Kyuhyun mengelus perutnya.

“aku ingin pulang” lirih Kyuhyun manja.

“ne, sebentar lagi ya. Tunggu infusannya habis” Kyuhyun pun hanya mengangguk mengerti.

~~~

“kajja” ucapku memapah Kyuhyun masuk ke dalam rumah.

Ahjumma Jung dan pelayan yang lainnya pun menyambutku dan Kyuhyun senang. Riuh tepukan dari semua pelayan yang melayaniku dan Kyuhyun di rumah ini. Ku lihat kea rah lain, Tiffany hanya tersenyum kecut kea rah Kyuhyun. aku tak begitu peduli dan mengajak Kyuhyun masuk ke dalam kamar.

“istirahatlah baby” ucapku membaringkan Kyuhyun.

“ne oppa” jawab Kyuhyun.

“Kyuhyun-aa” lirih Tiffany yang sudah membuka pintu kamar.

“tak sopan sekali” ucapku kesal.

“sudahlah oppa” erang Kyuhyun.

“cukkae” ucapnya Tersenyum palsu.

“gomawo Tiffany” jawab Kyuhyun mengelus perutnya yang masih datar.

“fany-ah bolehkah kau keluar, aku ingin tidur” usir Kyuhyun membuatku terkekeh.

“ah ne. istirahatlah Kyu” ucap Tiffany keluar kamar.

Sekarang di kamar hanya ada aku dan Kyuhyun. aku pun menyelimuti badan Kyuhyun yang sudah berbaring. Ku kecup keningnya lembut.

“tidurlah baby” ucapku hendak pergi, namun Kyuhyun menahan tanganku.

“oppa jangan pergi. Kemarilah” ucap Kyuhyun mengeser dirinya yang berbaring.

Aku pun hanya menurutinya dan melepas mantel buluku.

“kau manja sekarang” ucapku berbaring di sampingnya.

Kyuhyun pun memeluk Siwon. Siwon pun menarik selimut untuk menutupi badannya dengan badan Kyuhyun.

“tidurlah” ucapku mengecup kening Kyuhyun.

POV end…

 

Author POV…

“ciihh.. apa sih cantiknya Kyuhyun itu?” erang Tiffany kesal ketika menelepon Sooyoung.

“emangnya ada apa? O iya ku dengar yeoja itu hamil ya?” Tanya Sooyoung.

“ne, dia hamil” jawab Tiffany.

“fany-ah, jangan sampai semua orang tau jika kau tak hamil. Kau harus memakai bantal kecil yang sudah ku berikan padamu” perintah Sooyoung.

“ne, aku tau. Siwon tahu umur kandunganku sudah 2 bulan kan” ucap Tiffany.

“lalu..” ucap Sooyoung.

“apa yang harus kulakukan? Sementara Kyuhyun yang benar-benar hamil” jawab Tiffany.

“kau bodoh. Pakai bantal pemberianku” marah Sooyoung.

“ah ne” ucap Tiffany.

Tiffany pun menutup panggilannya. Ia tak menyadari kehadiran Ryeowook yang tak sengaja lewat. Ryeowook mendengarkan semuanya. Ia pun kembali menuju tempat koki memasak.

“hyung, this is not good” ucap ryeowook pada koki di rumah Siwon.

“masakan ini tak cocok untuk ibu hamil. Biar aku yang buat” ucap Ryeowook gugup.

Ryeowook pun masih berfikir kelakuan Tiffany yang membuatnya mengkhawatirkan hubungan Kyuhyun dan Siwon. Ia hanya ingin Kyuhyun dan Siwon bahagia, tidak ada Tiffany di rumah ini.

Setelah selesai, ia pun menata makanan untuk kyuhyun di atas meja makan biasa Kyuhyun dan Siwon melangsungkan makan.

“selesai” ucap Ryeowook kembali menuju kamarnya.

 

~~~

Kyuhyun dan Siwon pun masih tertidur saling berpelukan. Kini, wajah mereka berdua begitu dekat. Tiba-tiba ia terbangun dan langsung menuju kamar mandi. Perutnya begitu mual. Siwon yang mendengar Kyuhyun yang sedang muntah-muntah di kamar mandi pun langsung menghampiri Kyuhyun.

“baby, gwenchanaa??” Tanya Siwon cemas.

“gwenchanaa. Aku ingin berbaring oppa” pinta Kyuhyun.

Siwon pun memapah Kyuhyun berbaring di atas tempat tidur mereka.

“saatnya makan malam, aku ambilkan dulu ya” ujar Siwon keluar kamar.

Tak beberapa lama, Siwon dating diikuti beberapa pelayan yang membawa makanan untuk Kyuhyun.

“kau sedang hamil Kyu, jadi harus memakan sayur-sayuran ini” perintah ahjumma Jung.

“aku tak suka” elak Kyuhyun menutup mulutnya.

“biar aku saja ahjumma” ucap Siwon mengambil makanan yang berada di mangkuk makanan untuk Kyuhyun.

“baby, kau makan ya. Ini sehat untuk bayi kita. Kau nggak mau kan bayi kita sakit” ucap Siwon embujuk Kyuhyun.

“jinjja ahjumma?” Tanya Kyuhyun.

“ne nyonya jawab ahjumma jung berlalu keluar kamar.

“baiklah, aku akan makan. Suapin” rengek Kyuhyun manja.

Tiffany yang dari tadi di luar kamar mendengar percakapan Siwon dan Kyuhyun hanya diam dan cemberut tak suka. Ryeowook yang melihat Tiffany mengintip kamar Kyuhyun dan Siwon hanya mengeleng-gelengkan kepalanya.

“dasar Tiffany. Awas kau” ucap Ryeowook meronggoh saku celananya mengambil ponsel flipnya dan menghubungi seseorang yang akan membantu Kyuhyun dan Siwon aman dari aksi licik Tiffany dan Sooyoung.

“yeoboseyo”

“yeoboseyo ryeowook ada apa?” Tanya heechul.

“bias kah kita bertemu? Kau ada di swediakan?” Tanya Ryeowook.

“ne, aku ada di Swedia. Kita ketemu di apartementku” ucap heechul.

“baiklah Hyung” jawab Ryeowook memutuskan panggilan.

~~~

3 Bulan Kemudian…

Kyuhyun POV…

Aku merasakan ada hal yang ganjil terhadap kehamilan Tiffany. Ia sama sekali tak pernah merasakan mual atau ngidam seperti ibu hamil biasanya. Aku merasakan hal itu. Namun, aku tak pernah sama sekali melihat hal itu.

Usia kandunganku sudah menginjak 3 bulan, aku merasa peutku makin membesar. Ah.. sudahlah. Tak usah memusingkannya. Aku tak peduli.

“baby, amma khawatir padamu sayang” ucapku mengelus perutku.

“ah.. appa sedang apa ya? Bagaimana kita hubungi appamu” ucapku mengambil ponsel di meja samping tempat tidur. Panggilan pun terhubung.

“yeoboseyo! Oppa, kau sedang apa?” tanyaku manja.

“aku sedang mengerjakan laporan baby. Kau sedang apa?” Tanya Siwon.

“aku sedang berbaring di tempat tidur oppa. Oppa kau belum berbicara dengan anak kita” perintahku meload spekerkan panggilan.

“baby anak appa, kau sudah makan? Appa rindu padamu” ucap Siwon.

“ne appa, aku sudah makan appa. Aku juga rindu padamu. Cepat pulang ya appa” ucapku menirukan suara anak kecil.

“baby, saranghae” ucap Siwon.

“na doo Saranghae. Jangan lupa waktu, jangan pulang terlalu malam” ucapku khawatir.

“ne, baby. Sepertinya aku harus mengerjakannya di rumah. Badanku sudah tak kuat. Aku tutup ya. Love you” ucap Siwon menutup panggilan.

Aku pun hanya tersenyum dan mengelus perutku yang membuncit.

~~~

“oppa, kau sudah pulang” ucapku membawa tas kerja Siwon.

“ne baby, baby aku tak pernah melihat Tiffany, dimana dia?” Tanya Siwon yang membuatku kesal.

“aku tak tahu” jawabku kesal.

“baby kau marah?” Tanya Siwon.

“ania, o ya kau kan punya istri 2 sekarang dan kau urusi dulu istri keduamu” ucapku keluar kamar mrninggalkan Siwon.

Karena tak mau ambil pusing, aku pun menuju dapur untuk memasak. Ketika akan masuk ke dapur, aku melihat Tiffany yang sedang memakai bantal di bagian perutnya. Jadi. Aku pun berlari menuju kamar dan menarik Siwon menuju kamar Tiffany lagi.

“ada apa baby?” Tanya Siwon dengan piyamanya.

“lihat” ujarku membuat Siwon kaget.

Perlahan Siwon pun masuk ke dalam kamar Tiffany dan membuat Tiffany terkaget.

“oppa?” lirihku cemas.

 

TBC…

Gmana?

Rame nggak??

Dipublikasi di Uncategorized | 5 Komentar