My Boyfriend For My eonnie… (Request)

Hallo! Aku kembali membawa FF Request buat Echa. Adikku tercinta. Nih eon buatin, kamu pengen sad ending kan. Eon buatin. Tapi, kamu tanggung jawab ya kalo semua yang ngunjungin blog eon pada nangis. Hehehe.. kidding.

Ya sudahlah, kita lanjutkan ya.. cerita ini real hasil pemikiranku.. jadi tak ada unsur plagiat. Ya sudah.. jangan lupa RCL aja…

Author : me as Shin Eun Kyung a.k.a kakaknya Echa di FF ini

Genre : Romance, Sad

Cast :

Shin EunHee

Shin EunKyung

Siwon

 

EunHee POV…

Hari-hariku kini sudah tak lagi berarti. Penyakit jantung yang ku deritapun semakin menjadi. Menurut dokter yang menangganiku. Penyakit jantungku ini keturunan dari orang terdekat yaitu kakek.

Awalnya aku marah dan kecewa dengan keadaanku sekarang ini. Namun, ini memang sudah menjadi takdirku yang di berikan oleh Tuhan. Aku tak bisa lagi menahannya.

“EunHee-ah, kau belum tidur?” Tanya EunKyung eonnie menghampiriku.

“Belum eonnie. Aku tak bisa tidur” jawabku tersenyum ke arahnya.

“segeralah tidur. Besok kau harus kembali sekolah. Eonnie nggak mau penyakitmu kembali kambuh” perintah EunKyung eonnie.

“ne, eonnie. Sebentar lagi” jawabku lagi dan memeluk boneka Teddy bear pemberian Siwon oppa.

“Ya sudah. Jalja” ucapnya mencubit pipiku dan keluar kamarku.

Ku lihat Eunkyung eonnie yang menutup pintu kamarku secara perlahan. Mungkin beberapa tahun kemudian, aku tak akan berada di kamar ini. Dan EunKyung eonnie pun tak akan lagi menengokku ke kamar setiap malam.

O ya, Siwon oppa. Dia adalah pacarku. Aku menjalani hubungan dengannya sudah lebih dari 3 tahun. Ia sangat mencintaiku begitu juga aku. Aku sangat mencintainya. Siwon oppa merupakan salah satu direktur perusahaan Hyundai Departement Store.

Awal pertemuan yang singkat dengan Siwon oppa. Sehingga sudah 3 tahun ini dia menemaniku.

Ketika penyakit jantungku kambuh, orang pertama yang kulihat di kamar inapku adalah Siwon oppa. Dia rela meninggalkan pekerjaannya demi menungguku hingga siuman. Aku tak ingin melihatnya bersedih. Apalagi bersedih karena kepergianku nantinya. Aku ingin Siwon oppa berbahagia bersama Eunkyung eonnie.

Karena mataku yang tak kuat. Dengan segera aku pun berbaring dan mulai memejamkan mataku.

 

Keesokan Harinya…

Aku pun sudah siap dengan seragamku dan tas ransel yang setiap hari ku bawa ke sekolah tak lupa juga ku masukkan obat jantungku ke dalam tas ranselku. Dan langsung bergegas menuju tempat makan yang mungkin sudah berkumpul kedua orangtuaku dan EunKyung eonnie.

“Aigoo~ anak eomma yang satu ini cantik banget” ujar amma yang membuatku malu.

“Apaan sih amma.” Elakku duduk di samping EunKyung eonnie duduk.

“Kau lebih cantik dari eonnie” lanjut Eunkyung eonnie.

Aku pun terdiam dan melanjutkan makanku.

“Kamu nggak lupa obatmu kan Eunhee?” Tanya Eunkyung eonnie.

“tenang eonnie. Aku tak lupa” jawabku kembali melanjutkan makan.

Ketika aku sedang menyuap nasi ke dalam mulutku. Tiba-tiba mataku tertutup oleh sebuah tangan kekar. Aku pun mencoba membukanya namun, tangan itu kembali menahanku.

“Nuguseyo? Aishh.. aku mau makan” ucapku marah.

“ayo tebak itu siapa?” ucap amma padaku.

“ahh, aku tau Siwon oppa kan” jawabku.

Tangan kekar itu pun terlepas dari mataku dan kini mencium pipiku di depan kedua orang tuaku dan Eunkyung eonnie.

“oppa” erangku malu+marah.

“Wae? Ahjumma, ahjussi, Eunkyung tak apakan aku mencium pacarku sendiri” Tanya Siwon oppa kepada orangtuaku dan Eunkyung eonnie.

“ne, boleh” jawab amma, appa dan eunkyung eonnie.

Tiba-tiba Siwon oppa akan mendekatkan wajahnya ke arah wajahku, dengan segera ku tahan.

“Eiittsss! Tidak bisa” elakku mendorongnya.

“Jagii, popo” pintanya manja.

“ani, aku ingin makan. Duduklah” perintahku melanjutkan makanku.

Siwon oppa pun beranjak duduk di samping Eunkyung eonnie.

“Siwon ayo makan?” ucap appa.

“Ani ahjussi. Kebetulan di rumah saya sudah makan” jawab Siwon oppa.

Aku pun hanya terkekeh dan melanjutkan makanku.

~~~
“ne, oppa” ucapku masih di dalam mobil.

Aku dengan Siwon oppa pun sudah sampai di sekolahku. Ketika hendak keluar. Tiba-tiba Siwon oppa menarikku sehingga bibirku dan bibirnya menyatu. Aku pun memejamkan mataku sebentar.

“Saranghae” ucapnya di sela-sela ciuman.

“Na doo Saranghae” jawabku mengecup bibirnya singkat dan keluar dari mobil.

Aku pun berjalan menuju kelasku dan di sana sudah ada Gyuri temanku yang sedang berbincang bersama teman-temanku yang lainnya.

“Eunhee-ah, bagaimana keadaanmu? Sudah baikkan kah?” Tanya Gyuri khawatir.

“Gwenchanaa Gyuri-ah” jawabku duduk di samping dirinya duduk.

“Syukurlah. O ya, selama kau tak masuk. Di kelas terasa sepi Eunhee. Guru-guru yang mengajar di kelas pun tak begitu semangat” jelas Gyuri sedih.

“ya sudah, yang penting. Aku sudah di sinikan” jawabku.

Aku pun mulai membuka buku pelajaranku. Gyuri pun hanya melihat ke arahku dengan perasaan cemas. Aku pun mendiamkannya dan pura-pura tak tahu jika Gyuri sedang menatapku saat ini.

POV end…

 

Eunkyung POV…

Aku pun membaca kertas yang diberikan oleh amma. Kertas hasil kesehatan Eunhee yang semakin memburuk. Aku tak tega melihatnya seperti ini. Aku akan mengabulkan semua permintaan yang ia inginkan. Demi ia sembuh, aku rela menyerahkan nyawaku untuknya.

“Eunhee-ah, kenapa hidupmu seperti ini sekarang” lirihku sedih.

Aku pun mulai mengetikkan pesan dan mengirimkan kepada Eunhee.

~~~
“Di mana sekarang? Kenapa seperti ini?” tanyaku cemas.

“Aku tak tahu eonnie. Ketika sedang akan berolahraga, Eunhee mengeluh sakit dadanya dan pingsan” jelas Gyuri sahabat Eunhee.

Aku pun hanya menangis menunggu dokter keluar dari ruang UGD. Tak beberapa lama, dokter yang menanggani Eunhee pun keluar.

“bagaimana keadaan adikku dok?” Tanyaku cemas.

“hanya menunggu keajaiban dari Tuhan. Jadi, saya harap tolong turuti kemauannya” ucap dokter pergi dari hadapanku.

BRUUKK

Aku pun terjatuh ke lantai dan menangis sejadi-jadinya. Aku memang kakak tak berguna. Tak becus menjaga adiknya yang kini sedang terbaring lemas di dalam kamar UGD.

Aku pun mengeluarkan ponselku dan langsung menghubungi amma dan appa dan juga Siwon oppa.

Tak beberapa lama, mereka semua pun datang menghampiriku. Aku pun langsung memeluk amma dan menangis.

“ammaaa” lirihku menangis sedu.

“uljima Eunkyung-ah, kita harus sabar. Uljima-yo” ucap amma mengelus rambutku.

“nona yang bernama Eunkyung dan tuan yang bernama Siwon. Pasien bernama Eunhee ingin bertemu” ucap salah seorang suster keluar dari kamar rawat inap Eunhee.

Aku pun melepas pelukan dan langsung ke dalam kamar dan diikuti oleh Siwon oppa di belakangku.

“Eunhee-ah” lirihku menghampiri Eunhee.

Aku pun menahan tangisku tak tega melihat keadaan Eunhee yang sekarang.

‘Tuhan! Aku tak kuat’ batinku sedih.

“eo..nniee..oo..ppaa” lirihnya menahan sakit.

“ne?” tanggapku.

“jangan menangis” ujar Eunhee.

“ani, kita tak menangis. Ia kan oppa” ucapku kepada Siwon oppa.

“ia benar kita tak menangis” hardik Siwon oppa memegang tangan Eunhee sayang.

“oppa, eonnie. Aku ingin ke Namsan Tower sekarang” pinta Eunhee.

“Eunhee-ah, badanmu belum pulih betul. Kau harus istirahat” larang Siwon oppa.

“pokoknya aku ingin ke sana” pinta Eunhee kekeh.

“baiklah eon bicara dengan dokter dulu ya” ucap Eunkyung hendak pergi.

Namun, Eunhee menahan tangan Eunkyung.

“jangan eonnie” tahan Eunhee.

“ayo eonnie” ajak Eunhee manja.

“baiklah. Ini, pakai mantelmu” Eunhee pun hanya mengenggukkan kepalanya sambil menunjukkan senyuman di wajah putih pucatnya itu.

‘Eunhee-ah aku tak kuat melihatmu seperti ini. Harusnya aku saja yang seperti ini. Bukan kamu’ batin Eunkyung sedih.

~~~

@Namsan Tower…

“oppa, pasangkan ini di sana” perintah Eunhee menyerahkan gembok berwarna biru kepada Siwon.

“ne” tanggap Siwon mengambil gembok di tangan Eunhee dan memasangnya di antara gembok-gembok lainnya.

“eonnie, ini juga eonnie pasangkan disamping gembok Siwon oppa” perintah Eunhee.

Eunkyung pun menuruti perkataan Eunhee tanpa menjawabnya.

“sudah” ujar Eunkyung dan Siwon bersamaan membuat Eunhee tertawa senang.

“wae kau tertawa?” Tanya Siwon berjongkok di depan Eunhee yang sedang duduk dengan kursi roda miliknya.

“aku hanya senang. Tak boleh” ucap Eunhee sinis.

“gwenchanaa” ucap Siwon mengecup bibir Eunhee.

Eunkyung pun membalikkan badanya tak mau melihat Siwon yang tengah mencium Eunhee. Tak banyak orang yang berlalu lalang di sini. Jadi, Siwon dan Eunhee pun tak perlu khawatir.

~~~
mereka bertiga pun kini berada di dalam mobil dan bergegas menuju rumah sakit, karena keadaan Eunhee yang tak boleh lama-lama keluar karena keadaannya yang belum benar-benar pulih.

“eonnie, oppa. Gomawo sudah menemaniku” ucap Eunhee berterima kasih.

“cheonmaneyo” ucap Eunkyung mencondongkan kepalanya dari jok belakang dan mengecup pipi Eunhee sayang.

Begitu juga Siwon yang mengelus rambut Eunhee sayang.

“eonnie, ige. Tadi aku memfoto kalian berdua. Lucu sekali” tunjuk Eunhee senang.

Eunkyung hanya tersenyum.

Karena jarak rumah sakit dengan Namsan tak begitu jauh. Kini, mereka pun sudah sampai di halaman rumah sakit. Siwon pun membuka pintu mobilnya dan bergegas membawa kursi roda. Eunkyung pun ikut turun dan membuka pintu mobil yang ada Eunhee di sana.

Mereka bertiga pun langsung bergegas memasuki rumah sakit dan menaiki lift untuk menuju kamar inap Eunhee di rawat.

~~~
“amma tau tidak, aku tadi di ajak naik kereta gantung dengan Eonnie dan Siwon oppa” adu Eunhee senang.

“jinjja? Sepertinya kau senang sekali” ujar sang amma senang.

TOK…TOKK..TOKK..

Pintu kamar pun di ketuk. Eunhee pun melihat ke arah pintu yang sudah ada Gyuri dan teman-temannya yang lain datang.

“anyeong Eunhee” ujar teman-temannya serempak.

“Gyuri, wah ada teman-teman yang lain juga. Duduklah. Kalau begitu amma keluar sebentar, kalian berbicaralah” ucap amma Eunhee bergegas keluar.

“bagaimana keadaanmu Eunhee? Kami khawatir padamu. Cepat sembuh ya” ucap salah seorang teman Eunhee.

“gomawoyo. Aku sayang kalian. Aku baik-baik saja. Kalian tak perlu khawatir” ucap Eunhee memegang dadanya menahan sakit.

“gwenchanaa Eunhee-ah?” Tanya Gyuri cemas.

“gwenchanaa. Kau bawa apa?” Tanya Eunhee menahan rasa sakit agar Eunhee tak khawatir kepadanya.

“ah, ini. Ada buah-buahan dari kami. O iya, Park songsaenim tak bisa datang karena harus menunggu anaknya yang sakit jadi dia hanya memberikan salam saja” ucap seorang namja meletakkan rancam buah itu di meja samping tempat tidur Eunhee di rawat.

“ah ne, gwenchanaa” ucap Eunhee lagi-lagi menahan sakit.

“sepertinya kami tak bisa berlama-lama karena hari sudah mulai sore. Kami pulang dulu ya Eunhee, cepat sembuh” ujar namja tadi menyalami Eunhee.

“gomawo Seungho-ah” jawab Eunhee.

“kau jaga kesehatan. Kami akan merindukanmu” ujar Gyuri.

Eunhee pun menganggukkan kepalanya dan satu persatu teman-temannya keluar kamar inap Eunhee di rawat. Tanpa sepengetahuan Eunhee, semua teman-temannya pun menangis.

“cepat sembuh Eunhee-ah” ujar Gyuri menahan tangis.

“ahjumma, ahjussi kami pulang dulu” pamit Gyuri membungkukan badannya.

“ne, hati-hati ya” ucap amma Eunhee.

Eunhee yang berada di dalam kamar pun hanya menangis sambil memegang dadanya kesakitan. Amma dan appanya yang baru datang pun cemas melihat Eunhee yang menggerang kesakitan.

“dokter..dokter..” panggil appa Eunhee.

Tak beberapa lama, dokter pun datang dan segera memeriksa keadaan Eunhee.

“sebaiknya, ahjussi dan ahjumma tunggu di luar” perintah suster.

Amma dan appa Eunhee pun menurutinya dan bergegas keluar kamar inap Eunhee.

Eunkyung yang baru datang bersama Siwon pun telihat cemas ketika melihat amma dan appanya berada di luar kamar inap Eunhee.

“eomma appa, apa yang terjadi?” Tanya Eunkyung cemas.

“kita tunggu dokter dulu” relai appa Eunkyung.

Eunkyung hanya terdiam dan memeluk ibunya. Siwon yang ada di situ pun melihat celah ke kamar Eunhee berbaring. Ia menangis dan terus berdoa kepada tuhan dengan matanya tak berhenti menatap Eunhee yang sedang kesakitan.

“bertahanlah jagii” ucap Siwon mengusap air matanya yang semenjak tadi keluar.

 

 

Beberapa menit kemudian…

Dokter pun keluar dari kamar inap Eunhee. Eunkyung yang melihat pun langsung menghampiri dokter dengan cemas.

“dokter bagaimana keadaan adik saya?” Tanya Eunkyung cemas.

Dokter pun hanya terdiam. Tak beberapa lama suster pun ikut keluar.

“semuanya Eunhee ingin bertemu” ucap suster ikut menangis.

Dengan segera, semuanya pun langsung masuk ke dalam kamar Eunhee di rawat.

“Amma, appa, eonnie oppa” panggil Eunhee.

“ne? jangan banyak bicara dulu” elak Eunkyung.

“ada yang ingin ku katakana. Aku harap kalian mengabulkannya?” pinta Eunhee sambil menangis.

“apa itu? Ehmm” dehem amma Eunhee sambil mengusap kening Eunhee.

“oppa eonnie, kemarilah” perintah Eunhee.

Eunkyung dan Siwon pun menghampiri Eunhee dan mengusap air mata mereka agar Eunhee tak melihat mereka yang menangis.

“aku ingin, Siwon oppa dan Eunkyung eonnie menikah” pinta Eunhee mengapai tangan Siwon dan Eunkyung.

“tapi Eunhee, aku sangat mencintaimu” elak Siwon melepas tangannya kasar.

“oppa, ini demi aku. Aku sudah tak kuat lagi. Aku mohon. Aku ingin melihat kalian berdua menikah” pinta Eunhee.

“eonnie akan melakukan hal apapun agar kau senang Eunhee-ah” ujar Eunkyung pasrah dan sudah merelakan adiknya itu meninggalkan dirinya.

“gomawo eonnie. Oppa aku mohon” pinta Eunhee.

“ia, Siwon setuju ko. Ya kan oppa” ucap Eunkyung mengedipkan matanya kepada Siwon oppa agar menuruti pinta Eunhee.

“ya, aku mau” ujar Siwon pasrah.

“gomawo oppa” ujar Eunhee meraih tangan Siwon dan Eunkyung. Ia pun menyatukan tangan Eunkyung dan Siwon.

 

Keesokan Harinya…

Semua pun sudah siap. Siwon sudah rapi dengan tuxedo putih melekat di badannya dan juga Eunkyung, gaun putih yang melekat di badannya. Hari ini hari pernikahan Siwon dan Eunhee yang dilaksanakan secara sederhana.

Eunhee pun tersenyum ke arah Siwon yang kini sudah ada di depannya.

“oppa, kau tampan sekali” ujar Eunhee.

“kau juga cantik sekali Eunhee-ah” jawab Siwon menahan tangis ketika melihat wajah Eunhee yang semakin memucat.

“gomawo. Oppa, cepat sana. Acara sudah akan dimulai” perintah Eunhee.

Siwon pun berdiri namun sebelumnya mengecup kening Eunhee lalu kembali berdiri di depan altar menunggu Eunkyung yang datang bersama appanya.

‘eonnie, oppa semoga kau selalu bahagia’ batin Eunhee bahagia karena melihat Siwon dan Eunkyung yang saling mengikat janji.

Perlahan Eunhee memejamkan matanya. Ia bukan tertidur. Tapi tertidur untuk selamanya. Ia sudah tenang karena orang yang dicintainya sudah hidup berbahagia sekarang.

POV end…

 

3 Tahun Kemudian…

Eunkyung POV…

Batu nisan yang terukir nama Eunhee di sana. Aku pun mengusapnya pelan. Dengan air mataku yang tak berhenti menangis.

“Eunhee-ah, bagaimana kabarmu? Eonnie sangat merindukanmu sayang? Eonnie harap kamu bahagia di sana” ujarku sedih.

“Eonnie” panggil seseorang.

Aku pun menolehkan kepalaku melihat ke sekitar pemakaman hanya ada aku dan beberapa orang berlalu lalang di sana.

“eonnie” suara itu. Aku mengenal suara Eunhee.

“Eunhee!” lirihku berdiri.

“ini aku eon. Aku disini” ujar Eunhee yang kini sudah berada di sampingku.

Aku pun menggapainya, namun tak berhasil. Hah! Aku baru ingat, jika Eunhee bukan manusia lagi.

“kabarku baik eonnie. Bagaimana keadaan eonnie? Apa eonnie sudah mencintai Siwon oppa?” Tanya Eunhee membuatku ingin menangis.

“aku baik Eunhee. Ya, perlahan Siwon oppa dan eonnie saling mencintai” jawabku menangis.

“syukurlah. Eonnie, aku tak bisa lama-lama. Aku harus pergi. Jaga diri baik-baik. Aku pergi eonnie. Saranghae eonnie” perlahan cahaya bersinar di depanku. Eunhee pun masuk ke dalam cahaya itu.

Aku pun hanya tersenyum dan melambaikan tanganku ke arah Eunhee yang melambaikan ke arahku. Perlahan cahaya itu menghilang. Suara anak kecil pun memanggilku.

“eomma” panggil Eunhee kecil.

Aku pun menghampirinya dan menggendongnya dan memeluknya erat.

“eomma tadi ada Eunhee ahjumma ya” ucap Eunhee kecilku.

Aku pun melihat ke arahnya yang tersenyum melihat ke atas langit.

“ne, tapi kau jangan katakana pada appa. Arrachi?” perintahku membuatnya mengangguk.

Eunhee, anak berumur 2,5 tahun. Sengaja aku memberikan nama anakku Eunhee. Agar aku bisa selalu dekat dengan Eunhee adikku. Matanya, bibirnya, sama percis dengan Eunhee.

“jagii” ujar Siwon oppa menghampiriku.

“appa” ucap Eunhee minta di gendong Siwon oppa.

Aku pun menyerahkan Eunhee ke gendongan Siwon oppa dan kembali menunduk ke batu nisan Eunhee.

“selamat jalan adikku. Eonnie akan selalu mengunjungimu” ucapku mencium batu nisan serasa mencium kening Eunhee.

“kajja jagii. Sepertinya akan turun hujan. Eunhee pun sudah mengantuk” ajak Siwon oppa.

Aku pun mengangguk dan pergi meninggalkan makam Eunhee.

 

 

THE END…

Huuaakkhh.. akhirnya tamat juga. Gimana Echa, udahkan ffnya. Huuh.. semoga kamu suka ya. Mianheo kalo kamu kurang suka. Eonnie gk bisa buat Angst. Ya sudahlah. Sesuai janji eonnie. FFmu ini terselesaikan.

Kalo mau request, jangan minta Angst atau sad ending. Mata eon bengkak.

Selamat membaca. Semoga suka..

Iklan

Tentang riskapecintasuperjunior

saranghaeyoo choi siwon , cho kyuhyun , lee donghae
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

2 Balasan ke My Boyfriend For My eonnie… (Request)

  1. echa310 berkata:

    Ne! ECHA PUASSSSSSSSSSSSSS!!!!!!!!! Tapi kurang sad!!!!! *secara air mata ngak keluar banyak*
    Tapi lumayan lah, buat air mata keluar… :))
    GOMAWO NAE YEOPPO EONNI!!! SARANGHAE!!! #hug #kiss #popo

  2. echa310 berkata:

    Ne! MANTAP EON!!!! Tapi… Kurang sad! *secara air mata ngak banyak yg keluar*
    But, for all… PERFECT as like my request! THANK YOU VERY MUCH….
    GOMAWO NAE YEOPPO EONNI!!!
    SARANGHAE!!! #hug #kiss #poppo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s