Gwihaneun nae kkeoya (ONESHOOT)

Anyonghaseyo!!

Eunkyung datang lagi dengan membawa FF NC baru. Ff request dari my eonnie. Jinju eonnie. Kau jahat, masa bertemu denganku hanya curhat yadong. Memang wajahku terlihat yadong ya. UHHH…

Ya sudahlah. Kita langsung aja ya. Mianheo kalo nggak HOT :p

Author : me as Shin Eun Kyung

Genre : romance, NC21+

Cast :

Shinju

Eunhyuk

Sub cast :

Shin Eun Kyung

Siwon

 

Shinju POV…

Aku shinju, seorang yeoja berwajah blesteran korea-jerman. Appaku berasal dari Jerman dan eommaku berasal dari korea. Sekarang, aku dan ammaku tinggal di Korea. Appa tak mungkin bisa tinggal bersama kami karena perusahaan keluarga kami di jerman tak bisa di tinggalkan oleh appa.

Sudah 2 tahun ini pula aku bekerja sebagai seorang sekretaris pribadi di sebuah perusahaan milik teman appa. Tidak mudah untuk bekerja di sini. Rekan kerjaku mengatakan jika dulunya posisi ku sebagai sekretaris pribadi itu tak ada yang bertahan lama. Namun, entah mengapa mereka sangat bersyukur karena aku dapat bertahan sebagai pekerjaan ini.

Aku mengambil pekerjaan ini hanya untuk mengisi kesibukanku saja. Memang jika aku tak kerja pun uang saku yang appa berikan itu sangatlah cukup. Namun, aku tak mau terlalu bergantung pada uang appa. Aku ingin mandiri. Seperti apa yang amma ajarkan padaku.

“Shinju-ah” panggil EunKyung salah seorang temanku di perusahaan ini.

“ne EunKyung, wae?” tanyaku tanpa mengalihkan pandanganku dari file-file yang di berikan oleh direktur.

“Kajja kita makan, sudah saatnya makan siang. Dari tadi kau sibuk sekali” ajak EunKyung menggerutu kesal.

“Aku nyaman dengan pekerjaanku ini. Kau duluan lah. Nanti aku menyusul. Sebentar lagi juga selesai” ucapku kini menghadap ke arahnya.

“ne, benar ya awas” ancamnya.

“ne, Choi EunKyung” ledekku membuatnya marah.

“YAA!! Jangan panggil aku dengan sebutan marga Siwon oppa. Nanti bisa ketahuan” marah EunKyung ke arahku.

Ya, Choi Eun Kyung. Dia adalah seorang istri dari Choi Siwon. Pemilik Hyundai Department Store. Tak banyak yang tahu tentang hubungan mereka. Hanya akulah yang tau. Begitu juga Direktur perusahaan ini, Lee HyukJae atau sering di sebut Lee EunHyuk.

Anak pemilik perusahaan Lee Corp ini. Dan juga sekaligus atasanku yang kemana-manapun aku pergi, aku selalu harus mengingkutinya. Bahkan jika ia tak bekerja pun aku harus ikut. Memang menyebalkan. Namun, aku terlalu nyaman.

“Ya sudah, aku ke kantin dulu. Takut jam kerja habis” ucap Eun Kyung sudah melesat menuju list yang akan membawa dirinya ke kantin.

Sementara diriku masih berkutik dengan file yang sudah hampir selesai ku kerjakan.

Kringg~~Kringg~~

Suara telepon pun bordering, dengan segera ku angkat telepon tersebut.

“Ya, selamat siang. Perusahaan Lee Corp disini,  Ada yang bisa saya bantu?” ucapku.

“Ah ne, tuan” ucapku ketika mendapat telepon dari direktur.

“Sudah ku katakan jangan panggil Tuan, cukup oppa. Kau sedang apa? Cepat bawakan aku makanan. Perutku lapar” perintah direktur di telepon.

“Ne, oppa. Saya sedang mengerjakan laporan hasil rapat. Ne oppa. Segera saya bawakan” jawabku sopan.

“Cepat. Dan tinggalkan dulu file-filemu itu. Arrachi?” perintahnya.

“ne” jawabku menutup panggilan.

Dengan segera aku pun mengambil iphone putih milikku dan langsung mencari makanan untuk direktur yang menurutku menyebalkan.

POV end…

Eunhyuk POV…

Aku pun duduk santai di sofa ruang kerjaku sambil menunggu yeoja yang ku cintai membawa makanan untukku. Ku pejamkan mataku sebentar.

Tak beberapa lama langkah kaki terdengar memasuki ruanganku, aku masih memejamkan mataku dan pura-pura tertidur. Aku tahu itu Shinju, karena ia menaruh sesuatu di meja di depanku saat ini.

“Oppa, EunHyuk oppa” lirihnya sangat dekat di depan wajahku sehingga sangat terasa hembusan nafasnya.

“Eungghh” erangku masih tak membuka mataku.

“Ini makanannya, aku akan keluar. Pekerjaanku belum selesai” ucapnya hendak beranjak. Namun ku tarik dirinya hingga duduk di pangkuanku.

“Oppa” ucapnya gugup.

“Wae? Sudahlah kau di sini saja. Temani aku makan” perintahku mendapat anggukan darinya.

“tapi oppa, bisakah saya duduk di kursi saja” pintanya.

Aku pun melepaskan pelukanku pada pinggangnya dan kemudian mengambil sumpit untuk menyantap makanan di depanku.

Aku pun terus memakan makanan di depanku dan sesekali melihat ke arah Shinju yang hanya memainkan iphone miliknya asyik.

Aku hanya tersenyum melihat Shinju yang tersenyum sendiri melihat iphonenya. Entah apa yang ia mainkan.

“Ah, kenyang” ucapku menyimpan sumpit di atas piring bekas makanan yang baru saja ku makan.

“sudah ya, saya keluar dulu.” Ucapnya membawa nampan.

Ketika hendak berdiri dengan nampannya. Aku pun menahan tangannya dan menarik ke arahku sehingga jarak kami yang begitu dekat.

Aku pun mencium bibirnya membuat dirinya terkaget dan hanya meronta minta di lepaskan. Tak tinggal diam, aku pun menginggit bibirnya sehingga dirinya hanya pasrah dan kembali menyimpan nampan di meja. Aku pun menariknya sehingga berada di atasku namun masih belum berhenti dengan lumatan yang ku berikan di antara bibirnya yang sudah lama ingin mencium bibirnya.

“Saranghae Shinju-ah” ucapku di sela ciumanku yang sudah berhenti.

Aku pun masih memeluk pinggangnya dengan wajah kami yang begitu dekat.

“Tapi oppa.. saya..” elaknya.

Dengan segera ku tempelkan telunjukku di depan bibirnya.

“Kau ingat kalung ini” tunjukku menunjukan sebuah kalung dari dalam saku celenaku.

“Itukan kalung yang aku berikan untuk beruang oppa waktu kecil. Kenapa ada pada anda tu.. maksud saya oppa?” ucapnya mengambil kalung yang bergambar beruang.

“Aku beruang mu itu Shinju-ah, ini aku beruangmu” ucapku kembali mencium bibirnya ganas.

Aku masih mencium bibirnya dan kini melumat bibirnya dengan tanganku yang meremas punggungnya. Aku begitu merindukan Shinju, dia akan selalu menjadi milikku dan hanya milikku seorang.

Shinju membalas ciumanku dan membuka bibirnya sehingga dengan leluasa aku melumat dan mengemut lidahnya.

Shinju pun hanya mendesah membuatku menginginkan lebih.

“Op..aahh.. jaa..nngaa..nn di.. ss..ttuuu..” desah Shinju ketika lidahku mengecup lehernya dan meninggalkan tanda merah disana.

Aku pun menghiraukannya dan bangun. Namun, masih bibir yang bertautan. Ku angkat badannya menuju meja kerjaku. Shinju pun hanya pasrah dan mendesah nikmat. Ku buka kancing kemejanya sehingga menimbulkan payudaranya yang besar yang tertutupi oleh bra.

Dengan segeraa ku remas payudara yang masih tertutupi bra hitam miliknya dank u buka pengait bra di belakang tubuhnya yang ramping.

“Ahh..ahh..” desahnya ketika aku sudah mengemut puting payudaranya.

Tanganku pun tak tinggal diam. Dengan nikmatnya, aku memilin-milin puting payudaranya. Dan meremas payudaranya nikmat.

“Mmmmpphh..” erangnya menahan desahan.

“mendesahlah..” perintahku yang kini kembali mencium belahan dadanya dan turun ke perutnya tanpa sedikit pun tersisa.

Aku pun menaikan rok mini yang ia kenakan. Dan juga merobek celana dalam yang ia pakai. Dan membuangnya sembarangan. Stelah terbuka, Aku menghisap cairan yang keluar dari dinding rahimnya.

“Ahhh..ahh..hhh..ahh.. oppa..aajhh…” desahnya ketika aku mencium dinding rahimnya.

Sesekali ku emut dan menjilatnya.

“opp..aahhh..ahhh..” desahnya.

Ku masukkan satu jariku sehingga menimbulkan erangan kecil dari mulut Shinju. Dengan segera ku lumat kembali bibirnya dengan kembali memasukkan kembali kelima jariku.

“kau masih sempit jagii” ucapku masih memasukkan jariku ke dalam rahimnya.

“oopp..aa..hhh..aaahhh..aahhh..” desahnya tak menjawab.

Ku lepaskan tanganku dari vaginanya. Ku lihat banyak cairan yang keluar dari rahimnya dengan tanpa rasa jijik. Aku pun menjilati cairan itu.

Aku pun berhenti sejenak dan membuka resleting celana yang ku kenakan. Terlihatlah juniorku yang panjang dan dengan twinsball yang sudah menengang.

POV end…

Shinju POV…

Aku pun melihat ke arahnya yang memainkan juniornya. Aku pun menariknya dan mencium bibirnya nafsu. Entah apa yang ku rasakan kali ini. Aku hanya ingin kenikmatan dari Beruang yang sudah lama tak ku temui.

“Oppa, pindahkan aku ke kursi kerjamu” perintahku manja setelah melepaskan ciumanku.

“arraseo” tanpa menunggu lagi, Eunhyuk menggendongku dan menurunkan aku ke kursi kerjanya. Di balikkan menghadap ke arahnya. Aku pun masih duduk menahan nafsuku.

Eunhyuk masih berdiri. Aku pun memberanikan diri meremas twinballnya sehingga ia mendesah.

“uuuhhh..ahh..uuhhh.. ii..aaa..ddiissiittuuu..uuhhh” desah Eunhyuk ketika aku melanjutkan meremas juniornya yang sudah mengenggang.

“Ba..bbyyy..auuhh..” desahnya lagi.

Aku pun memasukkan juniornya ke dalam mulutku tanpa ada rasa jijik sedikit pun. Eunhyuk pun hanya mendesah sambil memejamkan matanya dan meremas rambutku.

“aahhh..ahhh..” desah Eunhyuk.

Aku pun masih mengemut junior Eunhyuk dan sejenak melepaskannya cairan kental pun keluar begitu saja dari juniornya dengan segera ku emut lagi dan menelannya tanpa rasa jijik.

Ku lepaskan juniornya dari mulutku dan menghimpitnya di antara payudaraku.

Setelah itu tanpa berlama lagi. Aku pun mengarahkan juniornya menuju rahimku.

“oppa, nggak nyampe tinggiin..” rengekku manja.

Ia pun hanya mngangguk dan menaikkan kursi kerjanya sehingga juniornya bisa masuk ke dalam rahimku.

SREETTT.. SREETT..

Terdengar suara gesekan dari rahimku antara juniornya. Tanpa berlama lagi. Eunhyuk memasukkan juniornya dan menggendongku agar menancap dalam.

“eeuunnggghhh” erangku memeluk lehernya.

JLEB..

Juniornya pun berhasil merobek dinding rahimku. Aku pun menghadap ke arahnya dan mencium bibirnya ganas.

“Aku tau, kau beruangku. Dari awal pun aku tahu. Namun, aku tak ingin langsung menanyakannya dan ingin secara perlahan. Selama 2 tahun aku bekerja di sini. Aku memang menyukaimu” ucapku mengecup bibirnya.

“Na doo Shinju-ya, maukah kau menikah denganku?” Tanya Eunhyuk.

“I doo.. euugghhh..” jawabku dengan mengerang karena junior Eunhyuk yang masih menancap di rahimku.

Eunhyuk pun membaringkanku di meja kerjanya dan mengenjot juniornya di dalam rahimku. Sesekali ia memasuk dan keluarkan juniornya sehingga meninggalkan rasa nikmat.

“uuhh..ahhh..aahhh..ttee..errruuss…aasss..hhh” desahku.

“aahhh.. jagg..aahhuuhh…aahhh” desah Eunhyuk.

“Jagi aku ingin keluar” ucap Eunhyuk.

“aku juga” jawabku.

BLUURRR..

Cairan bening pun keluar begitu saja secara bersamaan di dalam rahimku. Aku pun hanya mendesah dengan nafas yang terenggah-enggah.

Eunhyuk pun mengeluarkan juniornya dan langsung menuju rahimku dan mengecupnya.

POV end…

 

2 Bulan Kemudian…

Author POV…

BYYUUUURRR

Suara shower kamar mandi begitu lebat. Terlihat EunHyuk yang sedang membasuh badannya. Dan terlihat pula Shinju yang sedang mengemut junior milik Eunhyuk dan yang masih santai diam menahan nafsunya.

“pluupp..pluupp” suara kumulan Shinju yang terdengar nyaring di telinga Eunhyuk.

Eunhyuk pun meraih badan Shinju dan di gendongnya, dengan melumat bibir Shinju ganas. Tangan Eunhyuk tak tinggal diam. Tangannya meraba juniornya dan segera memasukkannya ke dalam vagina Shinju.

“uuhh..uuhh..aahhh..ooojjhhh” desah Shinju di sela-sela ciuman.

Eunhyuk pun mendorong pinggang Shinju agar junior yang tertanam di vagina Shinju, merobek keperawanan Shinju.

“ahh..ahhh..aahhhggghh” erang Shinju menikmatinya.

Eunhyuk dan Shinju pun begitu menghayati bulan madu mereka yang selama 2 bulan itu, telah melangsungkan pernikahan.

Di balik pintu kamar mandi, terlihat Siwon dan Eunkyung yang hanya bisa mengeleng-gelengkan kepalanya.

“jagii” ucap Siwon memeluk Eunkyung dari belakang.

“wae?” ucap Eunkyung sinis.

“bagaimana jika kita membuat anak. Aku ingin kehadiran seorang baby di rumah” pinta Siwon.

“MWO?? ANDWAEEE” erang Eunkyung tak mau.

Eunkyung tak bisa mengelak. Kini ia sudah di bawa menuju kamar yang entah kamar siapa di apartement milik sahabatnya itu.

~~~

Shinju dan EunHyuk yang baru selesai mandi pun terlihat aneh melihat pakaian berserakkan di mana-mana. Ia hanya menghela nafas dan membereskan pakaian yang pasti pakaian milik EunKyung dan Siwon.

“mereka itu, ada-ada saja” ujar Shinju sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

“jagii, lihatlah pintu kamar ini tak tertutup. Kita lihat” ajak EunHyuk.

Shinju pun hanya mengangguk dan melihat Siwon dan EunKyung yang sedang telanjang dan saling mendesah.

“uuhh..jaggii..” desah Siwon ketika Eunkyung mencium badan sixpack Siwon.

“oppaahh.. akkhh” desah Eunkyung membuat Shinju tak ingin lagi melihatnya.

“oppa sudahlah, biarkan mereka melakukannya. Kajja kita lakukan juga” ajak Shinju menarik tangan Eunhyuk. Eunhyuk hanya menganggukkan kepalanya dan menggendong Shinju masuk ke dalam kamar mereka berdua.

POV end…

Shinju POV…

GREEPP

Aku pun terkaget ketika sebuah tangan menutupi mataku yang tengah memasak.

“ah, siapa sih? Oppa, jangan main-main. Aku sedang memasak” ucapku kesal.

“tebak siapa aku” ucapnya.

“aku tau, itu dirimu. Kalau tidak lepas aku yakinkan nanti malam taka da pelukan untukmu” ancamku.

Eunhyuk oppa pun melepaskan tangnnya dan kini memeluk pinggangku dari belakang.

“jagii.. aku merindukanmu” ucap Eunhyuk oppa menciumi tengkuk leherku.

“oppa, geli” erangku.

Tangan Eunhyuk oppa pun mematikan kompor dan membalikkan badanku agar menghadapnya.

CHU

Eunhyuk oppa mencium bibirku. Aku pun hanya memejamkan mataku dan mengalunggkan tanganku di lehernya.

Selang beberapa menit ia pun melepaskan pangutan bibirku dan dia. Kini beralih mengecup keningku.

“morning kiss” ucapnya senang.

“ne, ya sudah sana kau mandi” perintahku.

“Shirreo! Popo dulu, baru aku mau mandi” pintanya manja.

CHU

“sudahkan” ucapku melepaskan pelukannya.

“masih kurang” ujar Eunhyuk oppa.

“ya sudah, tak ada jatah cium untuk nanti malam” ujarku mengancamnya.

Eunhyuk oppa pun langsung bergegas menuju kamar mandi dan membuatku menggelengkan kepalaku.

Tiba-tiba perutku mual dan langsung bergegas menuju kamar mandi di kamarku dan Eunhyuk oppa Karena kamar mandi di luar kamar sedang di pakai Eunhyuk oppa mandi.

“HOEEEKKHH…HOEEKKHH”

Aku pun terus memuntah. Perutku begitu mual. Entah mengapa. Oh tuhan, kenapa aku ini.

“Shinju-ah, wae?” Tanya Eunkyung yang kini sudah ada di belakangku.

“molla eunkyung, perutku mual sekali” erangku menghampirinya.

“ya sudah, kau istirahat saja. Wajahmu pucat sekali. Sebentar ya aku hubungi oppaku dulu” ucap Eunkyung mengeluarkan ponsel miliknya dan menghubungi seseorang.

Aku pun berbaring di tempat tidur dan memejamkan mataku untuk menghilangkan rasa mualku.

Tak beberapa lama, terdengar suara Eunhyuk oppa yang datang dengan piyama tidurnya yang tak beraturan.

“jagii.. wae? Gwenchanaa?” Tanya EUnhyuk oppa khawatir.

“molla oppa. Perutku mual sekali” ucapku.

“permisi” ujar seorang namja yang sudah memakai jas putih yang kuyakini adalah dokter.

Namja itu pun memeriksa keadaanku dan tersenyum senang. Aku yak tak mengerti hanya menetapnya penasaran.

“cukkae” ucapnya senang.

“maksud dokter?” ucap Eunhyuk oppa yang ada di sampingku.

“istri anda hamil. Dan usia kandungannya sudah menginjak 1 bulan” jawab doter itu membuatku membelangkakan kaget.

“jagii.. aku akan menjadi seorang appa” ucap Eunhyuk oppa senang sambil mencium perutku.

“kalau begitu ini resep vitamin yang harus di beli. Saya permisi dulu” ucap dokter itu keluar kamar.

“gomawo dok” ucap Eunhyuk oppa memelukku dan terus mencium keningku.

END…

Ngegantung ya…

Sengaja, aku lagi buntu ide..

RCL ya..

Eonnie, gimana nh ff untukmu. Senang tak.. semoga kau senang ya..huhuhu.. mianheo kalo kurang hot. Aku sudah semaksimal mungkin membuatnya. Mianheo lama. Comment ya eonnie! ^.<

pi’� n �8�a.

 

“anio..” ucap Siwon oppa mengecup bibirku.

“oppa!” lirihku malu.

“kajja” ajak Siwon oppa menggendongku ala bridal style memasuki kamar kami berdua.

CHU

Siwon oppa menciumku ketika akan menaiki tangga rumah. Tak peduli masih banyak tamu disana. Aku pun memejamkan mataku dan sambil menggalungkan tanganku di leher Siwon oppa. Siwon oppa pun melumat bibirku penuh nafsu.

POV end…

Author POV…

“sepertinya Siwon benar-benar tak tahan lagi” ucap Changmin tertawa kecil.

“ne, kau benar Changmin-ah” ujar Yunho turut senang.

“lihatlah, bukankah itu Hyorin noona dan amma” tunjuk Changmin melihat ke arah Hyorin dan ammanya yang sedang berjalan menuju kamar anaknya yang baru saja melangsungkan pernikahan.

“sudahlah! Biarkan saja” ujar yunho pergi meninggalkan Changmin yang masih diam mematung.

Di kamar Siwon dan Kyuhyun, kini Kyuhyun yang terlihat tengah mendesah karena Siwon yang menggemut vagina Kyuhyun. siwon pun masih menggemut dan menjilatinya dengan penuh kenikmatan. Kyuhyun pun, hanya memejamkan matanya sambil meremas seprai di kamarnya karena menahan kenikmatan.

“jagii, aku masukkan sekarang ya” ujar Siwon.

Kyuhyun hanya mengangguk tertahan.

JLEB…

“aahhhhhh..aahh..ooopppp..aaahhh..eungghhhh…” erang Kyuhyun menahan sakit karena junior Siwon yang sudah masuk ke dalam vagina Kyuhyun dan merobek ke perawanan Kyuhyun.

“ahhh..aahhh..uuhh..aahh..fffaass..tterrraahhh..” desah Siwon sambil memaju mundurkan juniornya.

“ahhh..uuhh..eemmppttt” desah Kyuhyun terhenti kerena Siwon melumat bibirnya.

“oppa akuuuu…ahhh” desah Kyuhyun.

“keluarkan bersamaaaa…jjaggiii..aahhhhh” desah Siwon dengan nafsa tersenggal-senggal.

“gomawo baby..jagii.. Saranghae” ucap Siwon sambil menggemut payudara Kyuhyun.

“Naaa dddooo saranghaee..aahhhhh” desah Kyuhyun.

 

THE END…

Huuaakkkhh.. gimana?? Gk rame ya ??

Semoga suka deh…

Iklan

Tentang riskapecintasuperjunior

saranghaeyoo choi siwon , cho kyuhyun , lee donghae
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

5 Balasan ke Gwihaneun nae kkeoya (ONESHOOT)

  1. HaeUKE berkata:

    Aku readers baru chingu. Hot banget chingu. Hampir mimisan. Aku tunggu yg lainnya

  2. yohanaiswaanto berkata:

    wkwkw keren2…….euhyuk gak cape apalu?wkwkwkw

  3. shinju yeyo berkata:

    Hmmm…hot sih..tp aqnya dah kburu ilang feeling pgn sm hyuk nya…hiks mianhae…
    Skrg mlh lg sm siwon lg kkk..
    Gpp..thx dah dibuatin.tp itu kok pk acara numpang ML di apartemen org ya?ckckck kkkkkkk

  4. cho_ana berkata:

    Panas, panas,…….
    Hehehehe HOT bgt chingu NC na hehehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s