Young Marriage Part 1 (YAOI)

I’m ComeBack with new Fanfiction. Long time no see you guys… I write WonKyu Fanfiction.. I always write WonKyu. Because I’m WonKyu Shipper. So, if u not like this please leave. If u like, you can stay and leave a like and comment.. OK!!

Check it Dot!!

Author :

“Shin Eun Kyung”

Main Cast :

Choi Siwon as Choi Siwon

Cho Kyuhyun as Cho Kyuhyun

Other Cast :

All Member Super Junior

All Member SNSD

Genre : Romance, Humor, YAOI, Marriage Life, etc..

Rating : PG 15

Songs : Henry – Trap (Ft Kyuhyun and Taemin)

Summary :

“Kebencian datang dari awal hingga di akhiri dengan tanda saling mencintai” – WonKyu.

 

Author POV…

Sinar matahari memasuki celah jendela kamar seorang namja. Cat dinding kamar berwarna baby blue mengesankan jika namja ini sangatlah imut. Dan memang benar saja, siapa yang tak kenal dengan namja bernama Cho Kyuhyun.

Cho Kyuhyun – seorang namja yang masih bergelut dibawah selimut berwarna baby blue itu, padahal waktu sudah menunjukan jam 07 KST.

“Kyuhyun!!” ucap Ahra sang noona mencoba membangunkan adik kesayangannya itu.

“aish noona barisik” kyuhyun menolak dan kembali menarik selimut miliknya.

“YAK!! Sekarang sudah jam berapa? Saatnya sekolah Cho Kyuhyun!!” marah Ahra sambil memukul pantat adiknya yang menggemaskan itu.

“Awwww..Noona appooo..” Kyuhyun mengaduh kesakitan, sang noona hanya cekikikan melihat sang adik kesakitan. “Sudah puas kah kau membuli adikmu yang TAMPAN ini!!” ujar Kyuhyun menekankan kalimatnya.

“Bukan TAMPAN tapi MANIS.” Ralat Ahra melengos pergi keluar kamar adiknya.

“NOONNNAAAAAAA!!!!” teriak Kyuhyun marah.

Ahra segera berlari meninggalkan kamar adiknya. Kyuhyun paling benci jika ada siapapun yang mengatakan dirinya itu manis. Dia hanya ingin dipanggil TAMPAN bukan MANIS. Bahkan orangtuanya sendiripun memanggilnya dengan nama ‘Kyuhyunniee’ memang manis bukan…

Kyuhyun yang sudah mann..uppss..tampan maksudku keluar dari kamarnya dengan seragam khas Seoul High Schoolnya. Ia segera menuruni tangga dan menuju ruang makan.

“Noona! Appa dan umma mana?” Tanya Kyuhyun mengeser kursi makan dan mulai mengambil nasi goring buatan pelayan dirumahnya.

“Umma dan Appa sedang dalam perjalanan pulang.” Jawab Ahra yang masih asyik dengan makannya.

“mmmeennggnnaaa…kkeeuunmmmaana (memangnya kemana)?” Tanya Kyuhyun dengan mulut penuh nasi.

PLAK

Ahra memukul kepala adiknya. Kyuhyun meringis kesakitan dan segera menghabiskan makannya.

“Noona jahat!! Sakit tahu..” rengek Kyuhyun.

Ahra mencondongkan badannya mengelus..ani.. bukan mengelus namun mengacak rambut sang adiknya. Kembali Kyuhyun mengeluh kepada kakaknya. Ia bahkan mempoutkan bibirnya.

“Aishh!! Manja kumat. Kau ini sudah 17 tahun.. saatnya kau dewasa Kyuhyunniee..” Ahra berdiri mendekati adiknya dan memeluk leher Kyuhyun. “Seharusnya kau sudah membawa pacar kerumah. Noona bosan hanya mendengarmu yang selalu putus dan bergonta ganti pacar hanya karena alasan kau manis, Kyuhyunniee..”

Kyuhyun mendengus kesal ketika mendengar kata ‘manis’ yang diucapkan dari mulut Ahra. Berikutnya Kyuhyun berfikir jika kata-kata Ahra memang ada benarnya juga. Pipinya yang chubby, gayanya yang tak seperti namja kebanyakan, dan kulitnya yang putih halus sama seperti kulit bayi.

“Hah sudahlah noona. Aku harus pergi sekolah,” Kyuhyun melepaskan tangan Ahra. “Sebentar lagi akan masuk. Aku pergi noona..” Kyuhyun pamit sambil membawa tas selempang berwarna baby blue miliknya, berjalan meninggalkan rumahnya mewahnya.

Ahra hanya geleng-geleng kepala melihat adiknya yang hanya bias di panggil sebagai namja manis yang pernah ia lihat.

~~~

@ Sapphire Blue Senior High School…

Kyuhyun sudah berada di dalam kelasnya. Dengan kacamata minus bertengker jelas dimatanya. Ia duduk di bangku depan. Tak ada yang menemaninya, karena Eunhyuk sahabatnya berbeda kelas dengannya.

Kyuhyun memang terkenal namja pintar. Bahkan ia bisa sekelas dengan kakak kelasnya karena kepintarannya itu.

“Cho Kyuhyun, coba kamu kerjakan soal matematika ini!” perintah Jung Soo songsaenim. Tanpa ragu lagi, Kyuhyun pun kedepan papan tulis dan mulai mengerjakan soal matematika yang bisa dikatakan rumit itu.

Setelah mengerjakan soal matematika itu, dengan segera Kyuhyun kembali duduk dibangkunya. Semua yang berada dikelasnya heran mengapa seorang namja bernama Cho Kyuhyun bisa mengerjakan soal yang di khususkan untuk para sunbaenimnya. Bahkan seorang Park Jung Soo, yang mempunyai gelar S2 jurusan matematika pun tak pernah dapat menyelesaikannya.

“Aigoo, kau pintar sekali Kyuhyun-ah!!” sorak Jung Soo bangga kepada anak didiknya itu.

“Gomapta Songsaenim.” Jawab Kyuhyun sambil membungkukan badannya.

Namun ada saja yang tak suka dengan seorang Cho Kyuhyun. Namja itu Choi Siwon – namja tampan yang popular di Sapphire Blue High School dan terkenal dengan keramahan dirinya kepada setiap orang. Namun, tidak kepada Cho Kyuhyun. Entah iri, cemburu, atau apa. Ia sangat tak suka jika Kyuhyun selalu dipuji.

“Cih! Aku juga bisa mengerjakan soal itu.” Siwon mendelik sebal.

“Jika memang bisa. Kerjakan soal yang sama seperti itu.”

Semua yang ada dikelas melirik kea rah sumber suara yang tak lain adalah suara Kyuhyun yang masih asyik menulis.

“Aku mendengar semua cibiranmu. Jika memang kau bisa. Coba kau kerjakan dengan cara yang berbeda!!” perintah Kyuhyun menyimpan pulpen di atas meja dan melirik ke arah Siwon dengan mata menantang.

“Baa…”

TENG

Suara bel sekolah menghilangkan kehening dan percakapan Kyuhyun dan Siwon yang begitu mencengkam. Siwon dan Kyuhyun memang terkenal seperti Tom and Jerry. Tak pernah akur. Ada saja selalu berkelahi. Tak ada yang pernah mau mengalah antar satu sama lain. Bahkan seorang Park Jung Soo, tak bisa melerai mereka.

“Jika bukan karena saatnya istirahat,” ucap Siwon menghampiri Siwon yang masih duduk dibangkunya. “Sudah ku Bully Kau!!” Siwon melengang keluar kelas diikuti teman-temannya yang mendelik sebal kea rah Kyuhyun.

“Sudah-sudah. Pelajaran sampai disini saja. Sampai bertemu lagi di esok hari. Selamat siang!” ujar Park Jung Soo melengang keluar kelas Kyuhyun dan sunbaenimnya.

Kyuhyun melepas kacamatanya dan menyimpayn ditempat kacamata yang biasa ia bawa setiap hari kemanapun ia pergi. Ia mengambil buku novel favoritenya dan segera keluar kelas menuju taman belakang seolah yang sepi dikunjungi oleh siswa-siswi Sapphire Blue Senior High School.

“Cho Kyuhyun!!” panggil suara yang tak lagi asing ditelinga Kyuhyun. Eunhyuk – sahabatnya.

“Aish! Lee Hyuk Jae. Berhenti teriak-teriak seperti itu.” Kyuhyun mulai mempoutkan bibirnya sebal.

“Kyuhyun-ah, kau berani sekali melawan seorang Choi Siwon sunbaenim! Daebak!!” Eunhyuk bertepuk tangan dengan senyum yang tak hilang dari wajahnya.

“Ne. padahal jika dirumah aku ini namja manja.” Kyuhyun menutup buku novelnya dengan memasang wajah muramnya. “Umma dan appa selalu saja memanjakanku. Tapi, aku suka.” Ucap Kyuhyun yang kini kembali memperlihatkan wajah senangnya.

“Aku jadi bingung! Di kelas XII-IPA A kau sangat berani. Dan berani melawan seorang Choi Siwon. Aigoo!!” Eunhyuk menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya.

“Sudahlah Hyukkie. Yang penting aku tak pernah di Bully.” Kyuhyun kembali melanjutkan membaca novel bergenre Romance miliknya itu.

“Hah! Benar juga. Tapi, aku rasa aku jatuh cinta Kyuhyun-ah..Fiuhh!!” Eunhyuk menghembuskan nafasnya. Kyuhyun melirik kea rah Eunhyuk ingin tahu.

“Kepada siapa?” Tanya Kyuhyun.

“Donghae sunbae.” Jawab Eunhyuk santai.

“MWO?? Donghae sunbae teman Siwon si namja bodoh itu. Ck! Terserah padamu saja. Karena menurutku yang bisa menghentikan kebencian itu hanya cinta.” Gumam Kyuhyun.

“Jadi aku boleh menyukai Donghae sunbae?” Tanya Eunhyuk.

“Yak! Memangnya aku siapa? Kenapa kau meminta izin padaku? Yang merasakan itu hatimu. Bukan aku.” Kyuhyun menunjuk ke daerah dada rata Eunhyuk.

“Ah ne.” ucap Eunhyuk canggung. Seketika suasana menjadi hening kembali, Eunhyuk sibuk dengan ponselnya dan Kyuhyun pun sibuk dengan novelnya. Disaat-saat seperti inilah Kyuhyun sangat merasa bahagia, ia sangat menyukai ketenangan dibandingkan keributan. Namun, ada hal yang aneh. Jika dirumah, ia sangat manja. Namun, jika disekolah ia namja yang mandiri. Benar-benar namja pemilik kepribadian ganda.

“Aigoo.. tak ada berita menarik apa,” gumam Eunhyuk kesal. “Yang jadi topic hangat di Naver hanya itu-itu saja dari kemarin.” Lanjut Eunhyuk sambil menekan-nekan layar touchscreen ponselnya.

“Memang berita apa?” Tanya Kyuhyun.

“Soal Siwon yang mendapat gelar sabuk hitam.” Jawab Eunhyuk dengan wajah malasnya.

“Oh” balas Kyuhyun dengan singkat. Namun, dapat membuat orang heran.

“Aish! Kyuhyun-ah, kajja kita ke kantin. Aku lapar!!” ajak Eunhyuk menarik lengan Kyuhyun yang masih duduk di kursi taman halaman belakang sekolah.

“Shireo.. Kau saja hyukkiee..” Kyuhyun menolak, ya jelas menolak. Kantin adalah tempat dimana Siwon dan teman-temannya berkumpul.

“Aku tak mau tahu Kau harus ikut.” Eunhyuk mengambil novel milik Kyuhyun dan menarik tangan Kyuhyun. Kyuhyun hanya bisa pasrah saja dan mengikuti Eunhyuk menuju kantin.

~~~
“Benar-benar hebat namja itu,” Ucap Donghae bangga. Siwon tahu siapa namja yang jadi kebanggaan sahabatnya itu. “Beraninya ia melawanmu. Banyak yeoja atau namja yang tunduk padamu. Namun berbeda dengan namja yang satu ini.” Lanjut Donghae membuat Siwon geram.

Siwon pun masih melanjutkan aksi makannya. Menghiraukan Donghae yang terus berbicara.

“Siwon-ah, kau tau tidak. Aku dengar namja itu namja aneh…” gumam Donghae.

“Memang aneh kenapa?” Tanya Siwon yang telah menyelesaikan makannya dan meneguk minuman yang doipesannya.

“Appaku bekerja di Perusahaan Cho Corp, dan itu adalah perusahaan appa Kyuhyun.” Ujar Donghae membeberkan identitas namja yang dibenci oleh Siwon.

“Lalu?”

“Appaku bilang, jika dirumahnya Kyuhyun itu adalah namja yang manja. Aku dengar sih seperti itu.” Jawab Donghae sambil memakan Sushi milkinya.

“Aku sudah tahu.” Siwon berdiri dan meninggalkan Donghae dibelakangnya.

“YAK!! Aku belum selesai bicara.” Donghae mendelik sebal dan menyusul Siwon yang semakin menjauh dari kantin.

Hendak menuju kelasnya, ia berpapasan dengan Kyuhyun – musuhnya. Siwon hanya memandang Kyuhyun dengan tatapan death glarenya yang mengartikan permusuhan. Donghae yang ada disitu berbeda halnya dengan Siwon dan Kyuhyun. Ia mengerlingkan sebelah matanya ke hadapan Eunhyuk.

“Siwon-ah.. Tunggu aku…” Donghae berlari menyusul Siwon yang sudah menaiki tangga sekolahnya menuju lantai atas.

POV end…

Siwon POV…

“Benar-benar cari mati dia,” aku mendelik sebal melihat ke arah bangku yang selama ini diduduki oleh Kyuhyun-musuhku. “Perhatian songsaenim menjadi berpihak padanya.” Lanjutku sambil menggebrakkan meja. Alhasil, semua murid yang ada di dalam kelas menatapku heran dan ketakutan.

“Siwon-ah, appamu menelepon.” Ujar Donghae memberikan ponsel Siwon yang sedari tadi tergeletak di atas meja.

“Yoboseyo!!” sapaku.

“Appa. Wae?” tanyaku sopan.

“Ke rumah sakit. Wae ire?” aku pun cemas dan segera membereskan bukuku ke dalam tas ranselku dengan masih ponsel terhubung panggilan dengan appa.

“Appa sudah izin dengan kepala sekolah, cepat kemari dan jangan lupa ajak Kyuhyun.” Belum juga aku menjawab appa sudah memutuskan panggilan.

Aku tercenggang dengan nama yang appa panggil tadi. Kyuhyun – kenapa harus dengan namja itu. Benar-benar membuatku kesal saja.

“Donghae-ah, bawakan tasku dan tas milik Kyuhyun ke dalam mobilku. Aku akan mencari namja manja itu.” Perintahku pada Donghae.

“Memang kau kemana?” Tanya Donghae penasaran.

“Nanti ku ceritakan. Bawakan tasku dan tas Kyuhyun. Arra?” aku melengos keluar kelas dan mencari keberadaan Kyuhyun. Saat berpapasan tadi, ia hendak menuju kantin bersama temannya. Mungkin, ia masih ada disana.

Tanpa lebih lama lagi, aku langsung berlari menuju kantin. Dan benar saja, aku melihat Kyuhyun yang masih menyantap makanannya. Ku langkahkan kakiku menuju meja Kyuhyun dan menariknya tanpa memandangi sekitar yang sudah berterika-teriak.

Begitu pula dengan Kyuhyun yang meronta-ronta minta di lepaskan. “Yak, lepaskan tanganku.” Erang Kyuhyun kesakitan. “Kau akan membawaku kemana?” Tanya Kyuhyun.

“Diam saja, dan ikuti aku.”

Sesampainya diparkiran, Donghae yang ada disana memberikan kunci mobil kepadaku dan segera aku menyuruh Kyuhyun untuk masuk ke dalam mobilku.

“Masuk!!” perintahku.

“Shireo!” bantahnya. Ia pun masih diam di samping mobilku.

“Kau lama sekali.” Aku memangku Kyuhyun secara paksa memasuki mobil Audi milikku.

“YAK!! Kau mau membawaku kemana.” Kyuhyun terus berteriak sambil tangannya yang tak tinggal diam memukuli badanku.

“Bisa diam tidak. Sebenarnya kau namja atau yeoja,” ucapku mulai menstaterkan mobilku meninggalkan halaman sekolah. “Cerewet sekali.”

“Naneun NAMJA. Wae?” tanyanya dengan nada mengotot.

“Jika kau namja, bisa tidak menurut saja perintahku. Nanti kau akan tahu sendiri. PABO!!” ucapku menekan kata PABO yang membuatnya diam dalam marah.

“Kau yang PABO. Mengerjakan soal matematika saja tak bisa. Apalagi mengerjakan soal fisika dan kimia.” Kyuhyun bergumam sebal sambil tangan yang dilipatkan di antara dadanya yang sedikit besar. Aish! Berpikiran apa aku ini.

“Kenapa kau menatapku?” Tanya Kyuhyun sinis.

“Anieyo. Siapa yang menatapmu.” Tolakku berbohong. “Awas kalau kau kembali berbicara dengan mulutmu itu. Akan ku cium sekarang juga.” Lanjutku mengancamnya dan berhasil dengan seketika ia terdiam menghadap luar jendela mobilku yang panas trik matahari semakin menyengat. Ku lihat dari pantulan kaca spion mobil, pipinya yang berwarna putih pucat itu kini menjadi semu merah padam. Sepertinya ia menahan malu. Ck! Rasakan itu.

~~~

@ Hyundai Hospital…

Aku dan Kyuhyun segera berlari memasuki lobby rumah sakit milik appa. Raut wajah Kyuhyun seketika berubah menjadi cemas ketika memasuki lobby rumah sakit, aku tak tahu mengapa appa memerintahku pergi ke rumah sakit, aku segera menghubungi ponsel appa.

“Appa, odie?” tanyaku dengan nafas tersendat-sendat.

“Ah ne, aku segera ke sana.” Aku menarik tangan Kyuhyun menuju lift untuk mengantarkanku ke ruang operasi.

~~~

“Appa!” lirihku melihat appa yang tengah mondar-mandir di depan pintu ruang operasi.

“Siwon-ah.” Tanggap appa menghampiriku. Appa pun melirik ke arah Kyuhyun yang masih heran.

“Ahjussi Choi!” panggil Kyuhyun.

“Ne, Kyuhyun-ah.” Appa memeluk Kyuhyun yang dengan wajah penasarannya.

“Ada apa ini?” Tanya Kyuhyun cemas. “Umma! Kenapa menangis?” Tanya Kyuhyun ke arah ummanya/ahjumma cho yang sedang duduk bersama umma.

Ahjumma Cho terdiam tak berhenti mengeluarkan air matanya. Umma yang ada disampingnya pun berusaha menenangkan dengan mengusap-usap punggung ahjumma cho.

“Tenang Hana-ya..” ucap amma berusaha menenangkan Ahjumma cho.

“Ne, Ji Hyo-ah. Gomawo.” Ahjumma Cho menghapus air mata yang sedari tadi keluar dari mata hazelnya itu.

Tak jauh berbeda dengan Kyuhyun yang duduk menangis dalam diam. Aku masih menatapnya dengan duduk tak jauh darinya duduk. Aku sempat berfikir, mengapa aku harus selalu mengerjai dia. Sedangkan ia tak mempunyai salah apapun. Entah persaanku atau apa, aku sangat ingin memeluk tubuh namja yang menjadi musukku. Ah, tak jadi. Aku tepis saja perasaanku ini, mengingat ia adalah musuhku. Hashhh..

POV end…

Kyuhyun POV…

Jadi ini tujuannya namja itu membawaku ke Rumah Sakit milik appanya. Haish! Aku bahkan lupa jika ia adalah musuhku, mengapa aku masih memikirkan namja bodoh itu. Ingat Cho Kyuhyun. Dia musuhmu. Namja yang duduk tak jauh darimu itu musuhmu. Bukan sahabatmu.

Ruang operasi terbuka, ku lihat seorang namja dengan jas putih menghampiri kami.

“Bagaimana keadaan appaku dokter?” tanyaku cemas.

“Tuan Cho harus segera melakukan operasi. Jika tidak, tekanan jantungnya terus melemah.” Ujar dokter yang ku lihat dari nametagnya bernama Dokter Kim Hyun Joong.

“Lakukan yang terbaik.” Jawab Ahjussi Choi.

“Baik Tuan. Tuan Cho ingin bertemu kalian semua. Silahkan masuk.” Tanpa piker panjang lagi, aku langsung menerobos masuk menghampiri appa yang masih sadar sambil memegang arah jantungnya.

“Appa!” panggilku melemah ketika melihat keadaan appa yang sekarang. “Mengapa jadi seperti ini?” tanyaku duduk pada bangku di samping ranjang yang sudah di sediakan.

“Gwenc..hana Kyuhnyunniee..” jawab appa kesakitan.

“Yeobo!” Umma memegang tangan appa dan juga tak lupa memeluknya. Benar-benar romantic mereka berdua.

“Yeung Hwan, cepatlah kau sembuh. Aku sudah mengurus semuanya sebentar lagi kau operasi.” Ahjussi Choi mengelus kaki appa lembut.

“Gomawo Kiho-ah. Aku berhutang banyak padamu.” Ucap appa tak enak hati.

“Tak usah sungkan seperti itu Yeung Hwan. Kau sudah ku anggap seperti keluargaku sendiri..” ucap Ahjussi choi tulus.

“Benar itu. Kita itu keluarga. Kami seperti ini hitung-hitung balas budi padamu karena dulu saat kami kesusahan kaulah yang membantuku.” Ucap Ahjumma Choi tulus.

“Tetap saja. Aku tak enak pada kalian, hanya ada satu permintaanku sebelum aku menjalani operasi.” Pinta appa membuat kami semua cemas.

“apa itu Yeung Hwan? Katakanlah?” perintah ahjussi Choi.

“Aku ingin…” Appa menggapai tanganku dan tangan namja yang tak lain musuhku, di pegang antara satu sama lain. “Kyuhyun dan Siwon menikah sekarang.” Lanjut appa membuatku kaget.

“Shireo” tolakku melepaskan tanganku.

“Wae Kyuhyun-ah?” Tanya appa dengan nada lemas.

“Karen.aa…” ucapku terbata-bata sambil memandang appa, Siwon, umma, Ji Hyo ahjumma dan Ki Ho ahjussi.

“Apa ingin membalas budi kepada sahabat appa ini Kyuhyun-ah, appa mohon.” Mohon appa. “Appa tak akan cemas lagi jika kau sudah menikah dengan Siwon.” Lanjut appa sambil memengang dadanya.

“Tapi appa, aku dan Siwon sama-sama namja.” Aku menunduk malu menahan air mata agar tak keluar.

“Appa hanya ingin membuat yang terbaik untukmu, Kyuhyunnie..” mohon appa kesakitan semakin membuatku takut kehilangannya.

“Baiklah. Aku menyetujuinya. Aku akan menikah dengan Siwon.” Aku melemparkan death glare kepadanya. Ia pun tak kalah menatapku dengan tatapan marah pula.

“Lalu, bagaimana denganmu Siwon-ah?” Tanya appa kepada siwon.

“Aku juga menyetujuinya ahjussi, demi melihat ahjussi sembuh” Siwon tersenyum memperlihatkan demplenya membuatku tak bisa mengalihkan pandangan mataku dari wajahnya, namun aku segera sadar. Ia musuhku, untuk apa aku menatapnya kagum. Sungguh menjijikan.

POV end…

SKIP

Author POV…

Kini, Siwon, Kyuhyun, Ji Hyo, Ki Ho, beserta Hana menunggu diluar ruang operasi. Sebelum operasi dilakukan, Siwon dan Kyuhyun melangsungkan janji suci pernikahan dengan disaksikan oleh perawat dan dokter Kim Hyun Joong. Bukannya menambah ke akraban, Siwon dan Kyuhyun malah menjadi kembali saling bermusuhan dan menganggap jika pernikahan ini adalah pernikahan bohongan.

“Aku sudah membuat Perjanjian di sini.” Ucap Kyuhyun memberikan kertas yang berisi beberapa perjanjian yang sudah di tanda tangan Kyuhyun.

Yang bertanda-tangan dibawah ini saya, Kyuhyun dan Siwon melakukan perjanjian selama pernikahan ini berlangsung yang antara lain:

  1. 1.      Harus merahasiakan pernikahan ini dari orang lain, baik sahabat ataupun teman-teman.
  2. 2.      Tidak boleh saling menyentuh tangan antar satu sama lain.
  3. 3.      Tidak boleh tidur bersama, kecuali jika ada orangtua yang datang.
  4. 4.      Harus membagi pekerjaan rumah.
  5. 5.      Jika melanggar akan mendapatkan hukuman.

 

Kyuhyun

 

“Bagaimana?” Kyuhyun menjabatkan tangannya ke depan badan Siwon. Siwon pun hanya melihatnya heran. Ia mengambil bolpoin di dalam tas miliknya dan menandatangan surat perjanjian.

“Deal” Siwon menggapai jemari lentik Kyuhyun yang halus seperti kulit bayi itu.

“Oke Deal..” ucap Kyuhyun menunjukkan evil smirknya seperti menyembunyikan suatu hal. Siwon hanya menghela nafas dan keluar dari mobil Audi miliknya tanpa berbicara sepatah katapun kepada Kyuhyun.

“Apakah aku salah bicara? Ah molla..” Kyuhyun keluar dari mobil mengikuti Siwon yang menuju ruang operasi.

 

TBC…

Yeah..

TBC.. sepertinya daddy tak terima ya. Hehehe..

Awal aja benci, eh, akhirnya malah pasrah. Kkkk..

Tunggu aja kelanjutannya, jangan lupa RCL. Oke..

Iklan
Dipublikasi di Uncategorized | 18 Komentar

My Princess (Chapter 1)

Author : Me as Shin Eun Kyung *ikut eksis*

Cast :

Siwon (namja)

Kyuhyun (yeoja)

Changmin (namja)

Kibum (yeoja)

dbl..

Genre : Kerajaan, Romance, Humor, GS dbl…

Rating : PG-13

 

Ide ini dari drama korea my princess.. mian kalo nggak nerusin FF Prince Hours.. si author bingung gimana nerusin ceritanya. Kalo ada yang mau nerusin boleh banget.. asal postnya di blog aku ini… hehehehe.. mianheo kalo ceritanya tak sesuai dengan drama aslinya.. karena aku tak mau disebut sebagai plagiat. Hehehe..

ya udah deh nggak usah banyak cing cong .. kita langsung aja ke cerita..

Ini dia.. Cek It Dot…

 

Author POV…

Seorang gadis berumur 21 tahun dengan anggunnya duduk di kursi kerajaan dengan memeakai baju hanbok dan sangul ala korea yang bersarang dikepalanya. Gadis itu bernama Cho Kyuhyun. Ia duduk di bangku itu hanya sebatas Seorang putri kaisar bayaran untuk para pengunjung wisatawan.

Wajah putih mulusnya membuat ia diterima bekerja sebagai ratu di salah satu kawasan terkenal dengan wisata. Senyuman yang menawan tak lepas dari wajah putihnya yang mirip dengan artis bernama Kim Tae Hee.

Banyak orang yang berfoto bersama dengan dirinya. Terlihat tak jauh dari gadis cantik itu, seorang namja tampan dengan gagahnya berdiri dan mengawal seorang turis wanita yang ingin sekali mendapatkan foto bersama putri.

“wajah cantiknya bukan menandakan dirinya sebagai seorang putri” ujar seorang pengawal di samping namja yang bernama Choi Siwon.

“Ne, songsaenim?” ucap namja bernama Choi Siwon tersebut menerima panggilan dari Headseat bluetooth di telinga kanannya.

Kembali lagi pada cerita gadis bernama Cho Kyuhyun.

“Shift kerja ku sudah selesaikan! Baiklah, aku harus pergi sekarang..” ujar Kyuhyun dengan menaikan sedikir rok hanboknya yang lumayan panjang kemudian pergi ke belakang untuk mengganti pakaiannya.

“yaa!! Kyuhyun-ah…” panggil manager acara mengikuti Kyuhyun ke belakang tempat acara di selenggarakan.

Setelah kepergian Kyuhyun, namja bernama Siwon datang menghampiri staff yang merupakan manager penyelenggara tempat wisata kerajaan tersebut.

“anyonghaseyo! Saya dari salah satu perusahaan Departemen luar negeri. Ini kartu nama saya. Seorang ratu Stella dari Belanda yang ingin berfoto bersama Putri..” ucap Siwon.

“Ne, ahh.. baru saja dia pergi.” Ucap manager penyelenggara cemas. “Sekarang?” tanyanya lagi.

“Ne..” tanggap Siwon cepat.

“Sebentar saja panggilkan dulu” ujar staff tersebut menekan tombol ponselnya dan menghubungi Kyuhyun.

“Siwon-ah, bagaimana?” tanya seorang namja yang bernama Donghae menghampiri Siwon.

“kita tunggu sebentar..” gumam Siwon melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.

“Mianheo Siwon-sshi teleponnya tidak di angkat oleh Kyuhyun..” seru Staff tersebut bersalah.

“Beri saya waktu 5 menit saja..” gumam Siwon melihat ke arah Donghae.

~~~
namja yang bernama Siwon datang menghampiri salah satu tempat mengganti pakaian khusus wanita. Ia menggetuk pintu tersebut. Namun, tak kunjung dibuka. Ia segera membuka pintu kasar dan memasuki ruang tersebut.

Banyak gadis yang berjerit dan melempari banyak barang pada dirinya. Namun, di hiraukannya dan mencari yeoja bernama Cho Kyuhyun. Setelah ia menemukan dengan segera ia menarik Kyuhyun.

“YAK!! Nuguseyo? Kenapa masuk seenaknya?” cibir Kyuhyun kesal.

“Aku dari salah satu perusahaan Departemen Luar Negeri. Seorang Ratu dari belanda ingin sekali berfoto dengan anda..” ucap Siwon kembali menarik Kyuhyun keluar ruangan.

“Shift kerja ku sudah habis. Kau bisa meminta putri yang lain..” tolak Kyuhyun melepaskan genggaman tangan Siwon. “Saya sedang sibuk..” tolak Kyuhyun dingin.

“Tapi Ratu Stella ingin berfoto denganmu..” Siwon kembali menggengam tangan Kyuhyun dan menatap wajah Kyuhyun. “Aku akan membayarmu 100.000 won..” tawar Siwon membuat Kyuhyun berhenti melangkah dan menatap Siwon dengan menggeluarkan sebuah senyuman.

~~~
kyuhyun kini kembali duduk dikursi kerajaan, banyak kamera yang memotret dirinya. Namun, kini ia tidak sendiri seorang wanita Belanda dengan senyuman khas di wajahnya memeluk seorang Ratu bernama Kyuhyun. Mereka berdua sedang melakukan pemotretan.

Banyak gaya yang ia perlihatkan di depan kamera. Tak lupa juga senyuman ia perlihatkan juga.

Siwon menghadap ke arah Kyuhyun dan Ratu Stella yang duduk dikursi kekaisaran itu dengan sebuah senyuman tulus.

“neomu-neomu yeoja yeppo..” gumam Donghae melirik Kyuhyun. “Lalu sekarang apa yang akan kau lakukan?” tanya Donghae masih melirik ke arah Kyuhyun dan ratu Stella.

Siwon hanya tersenyum melirik Donghae lalu kembali melirik ke arah Kyuhyun.

“Menurutmu apa?” tanya Siwon balik.

“Adanya acara pemulihan kekaisaran.. hahaha..” canda Donghae membuat Siwon ikut tertawa.

“Terlalu berlebihan. Tak ada jadwal seperti itu..” jawab Siwon.

~~~
“Saya sebagai Presiden Korea Selatan.. mengumumkan akan ada dalam hal pemulihan kekaisaran yang mencakup dengan segala generasi, kelas, dan semua yang seluruh warga Korea Selatan untuk mematuhi pemulihan kekaisaran..” jelas Presiden korea Selatan.

Seorang menteri yang menentang dengan adanya pengumuman Presiden tak terima dengan adanya hal tersebut.

“Saya sebagai menteri disini..” ucap Menteri yang bernama Shindong. “Saya tidak menerima keputusan Presiden dan kekaisara..” ucap Shindong memegang dadanya.

“Sangjanim. Gwenchanaa??” tanya sekretaris Menteri dan juga sudah banyak wartawan yang meliput.

“Gwenchana..” jawab Shindong. “Jadi, saya harap.. Kaisar mau menghentikan semuanya..” lanjut Shindong.

~~~

Acara telah selesai, Kyuhyun mengantarkan Ratu menuju tempat parkiran mobilnya dengan memeluknya sayang. Setelah ratu pergi, Kyuhyun yang ingat akan janji langsung menghampiri Siwon yang sudah ada di parkiran mobil audi hitam milik namja tersebut.

“Anyonghaseyo sangjanim, pekerjaan saya sudah selesai. Dan saya kemari ingin meminta bayaran saya..” ucap Kyuhyun menggandahkan tangannya meminta uang bayaran pada namja bernama Siwon.

“chamkaman ne..” Siwon mengeluarkan dompetnya dan mengeluarkan kertas yang Kyuhyun sangka seperti uang, namun sebenarnya itu hanyalah sebuah tiket.

Dengan wajah asyiknya Kyuhyun mencoba mengambil kertas yang masih Siwon genggam.

“Gomawo sangjanim..” ketika Kyuhyun hendak mengambilnya Siwon masih tetap memegangnya dan menariknya kertas tersebut.

“Itu bukan uang, tapi tiket..” ucap Siwon membuat Kyuhyun malu dan melepaskan kertas tersebut.

“mmhh.. Sepertinya saya tak membawa uang cash..” ucap Siwon membuka dompet hitamnya. “Tolong tuliskan pesan no rekeningmu pada nomor ponselku..” perintah Siwon memberikan kartu nama dirinya yang sebagai seorang diplomat kementrian.

DRTT..DRTT…DRTT…

Getaran ponsel Siwon menyadarkan Siwon. Siwon dengan segera mengambilnya dari dalam saku celananya dan menerima panggilan tersebut.

“Ne sangjanim..” seru Siwon lirih. “ne, saya segera kesana” ucap Siwon menutup panggilan dan menyimpan ponselnya ke dalam saku celananya.

Ia bahkan kini mengabaikan Kyuhyun yang masih setia menunggu dengan hanbok yang melekat di badan rampingnya.

“berikan saya pesan no rekeningmu..” perintah Siwon memasuki mobilnya dan meninggalkan Kyuhyun yang gelisah karena Siwon tak kunjung memberikan uang.

“Sangjanim! Sangjanim!” teriak Kyuhyun mengetuk mobil Siwon.

Namun, namja yang berada di dalam mobil tersebut menggabaikannya dan keluar dari istana tempat Kyuhyun bekerja.

“Sangjanim! Yakk! Bayar dahulu uang saya!” teriak Kyuhyun.

Pagar istana di tutup. Kyuhyun masih meneriaki mobil Siwon yang semakin menjauh.

~~~

Siwon, Sekretaris Lee dan kakek Siwon kini tengah berada di salah satu pemakaman mewah milik kerajaan. Kakek Siwon yang di ketahui bernama Kim kangin sedang berlutut dan menyalami makam raja.

“Haraboehji!” lirih Siwon membantu Kangin yang akan berdiri.

Sekretaris Kimpun ikut membantu Siwon memegang kangin yang akan berdiri.

“Setiap waktu kau akan selalu datang kemari?” ujar Siwon lirih.

“Itu sudah kewajiban Siwon-ah..” jawab kangin.

“Dan kau mau mencari cucu kaisar yang entah dimana keberadaannya?” tanya Siwon ketus.

“Itu harus..” jawab Kangin singkat. “Kau harus membantuku mencari cucu kaisar..” perintah Kangin.

“Shireo!!” tolak Siwon ketus. “Arraseo.. aku akan pergi. Setelah kau meninggal, aku akan meratakan pemakaman ini dan membangun villa di sekitar sini..” jawab Siwon melangkah pergi meninggalkan sekretaris Kim dan Kangin berdua.

“Siwon-ah!! Siwon-ah!!” panggil sekretaris Kim. “Saya panggilkan dulu sangjanim..” ujar Sekretaris Kim meninggalkan Kangin sendiri.

Sepeninggalan sekretaris Lee dan Siwon. Kangin kembali menghadap pemakaman.

“Mama (sebutan Yang Mulia kalo di kerajaan).. waktu sudah begitu lama..” salam kangin. “Saya berjanji akan menemukan cucu anda, Mama” seru Kangin sambil membetulkan letak kacamatanya.

Pov end…

 

Kyuhyun POV…

Aku memasuki ruang kerja dan sekaligus ruang kuliahku bersama kedua temanku dan juga ada ruang atasanku yang menjadi pengajar di salah satu universitas ini. aku kuliah di Kyunghee Universitas dengan jurusan sejarah.

Kini aku berdiri di ruang kerjaku dan menghampiri kedua temanku yang juga bekerja disini.

“Hiks..Hiks..” lirihku pura-pura menangis. “Aku baru saja ditipu..hiks..hiks..” ujarku menutup wajahku dengan kedua tanganku. Namun, tak ada respon dari teman-temanku.

“Aigoo~ kalian tak kasihan padaku..” cibirku sedih.

Taemin melirik ke arahku. “Cho Kyuhyun, berhenti berakting di depan kami” seru Taemin dengan wajah kesalnya.

“Kami tahu kau berbohong!!” seru salah satu temanku bernama Baekhyun.

“Anio, aku tak berbohong.. ya sudahlah jika kalian tak percaya..” ujarku kini duduk di salah satu kursi kerja yang di yakini adalah kursiku yang di pakai untukku bekerja.

KREK..

Pintu terbuka begitu saja. Changmin Sangjanim memasuki ruang kerja yang dipakai olehnya untuk tempat istiraahat dirinya sewaktu luang setelah mengajar. Kami bertiga pun bangkit dan menyalaminya yang baru datang dari mengajar.

“Anyonghaseyo Sangjanim!” sapa kami bertiga kompak.

“Anyonghaseyo! Bagaimana kerjamu Kyuhyun-ah?” tanya Changmin songsaenim. “Ah ia.. jangan lupa kalian bersiaplah. Sebentar lagi aku akan mengajar di kelas kalian” seru Changmin songsaenim memasuki ruangannya.

Aku hanya tersenyum ke arahnya dan menganggukan kepalaku tanda mengerti.

Changmin songsaenim adalah salah satu pengajar di kampusku dan juga dikelasku yang begitu ku kagumi. Ia memang benar-benar namja idaman semua wanita. Ah! Tak salah aku mengenalnya dari awalku kuliah disini. Namja yang baik.

SKIP TIME

 

@ Class…

OMO~ gagahnya Changmin Songsaenim’ batinku sambil tersenyum ke arahnya yang menjelaskan mengenai salah satu sejarang kerajaan korea.

“Yakk! Cho Kyuhyun..” seru taemin.

“Hah! Aku harus mendapatkan banyak uang agar dapat membeli koper yang ku inginkan..” lirihku melamunkan diriku yang sedang mendorong koper memasuki museum di mesir.

*dalam mimpi*

Aku mendorong tas koperku memasuki museum dan tak lupa memasuki salah satu tempat untuk penyimpanan mumi yang kosong. Ku rasakan Changmin songsaenim membukanya dan terkaget melihatku mungkin.

Ku pejamkan mataku dan memajukan bibirku seperti seorang putri tidur yang akan di cium oleh seorang pangeran.

“Kyuhyun?? Apakah kamu tidur?? Uuhh..” ucap Changmin songsaenim kembali menutup tempatku diam.

Aku membuka mataku dan terkaget melihat Changmin songsaenim yang menutupnya. Aku meneriaki namanya.

“Changmin songsaenim.. Bagaimana meninggalkanku sendiri disini?? Songsaenim.. OMO~ songsaenim..” panggilku.

*kembali ke alam sadar*

“Changmin songsaenim!!” panggilku berdiri sambil mengacungkan jariku.

“ye Cho Kyuhyun!!” jawab changmin songsaenim. “Sepertinya kau tertidur lagi.. dan dimimpimu ada aku.. WOW..” ucap Changmin songsaenim meledek ku sontak semua yang ada di dalam kelas menlihat ke arahku dan tertawa-tawa.

“Anio.. mianheo songsaenim!!” ujar Kyuhyun lirih dan kembali duduk.

Changmin songsaenim hanya tersenyum ke arahku. Aku melirik ke arah taemin yang hanya menatapku dengan wajah sebal.

“Baiklah pelajaran cukup sampai disini.. sampai bertemu hingga esok hari. Gomawo semuanya..” ucap changmin songsaenim.

Lampu kelas menyala. Aku melihat ke arah papan tulis yang menyorotkan sebuah gambar aksara romanji. Aku yang baru saja bangun dari tidurnya tak mengerti apapun menunjuk papan tulis.

“Ige mwoya?” tanyaku menunjuk ke arah papan tulis.

“Ck! Makanya jangan tidur saat Changmin songsaenim menjelaskan mata kuliah. Itu salah satu catatan tulisan tangan Sun young kaisar kerajaan..” jawab Taemin turun dari bangku dan meninggalkanku yang masih terduduk di kelas dengan masih menghadap ke arah Changmin songsaenim.

“kau tak tahu ya?? Songsaenim sebentar lagi akan menikahi cinta pertamanya..” ujar Taemin antusias.

“MWO?? Keoji sarang *cinta pertama*??” ucapku kaget. “Bagaimana mungkin hal itu terjadi??” tanyaku tak terima.

“Akupun tak mengerti.. Aku hanya tahu dari teman-temannya saja..” jawab Taemin sambil berjalan menuju tempat kerjanya.

“Ah.. Aku tak peduli.. Aku hanya mengangguminya saja.. biarkan dia akan menikah dengan yeoja manapun aku tak bisa melarangnya..” ujarku tak peduli sambil memeluk lengan Taemin.

“Ne.. Benar..” tanggap taemin kembali melangkahkan kakinya.

POV end…

 

Author POV…

CKREKK..

CKREKK..

Suara blitz ponsel seorang gadis bernama Kyuhyun memotret dirinya bersama Koper yang dijual di salah satu Departemen Store tempat temannya bekerja. Banyak orang berlalu lalang disana. Melihat Kyuhyun yang aneh karena aktivitasnya.

Manager tempat Taemin bekerja memanggil Taemin agar Kyuhyun berhenti membuat malu di tempatnya bekerja. Ia hanya mengangguk menuruti dan menghampiri Kyuhyun.

“Anyonghaseyo Pelanggan!!” panggil taemin. “Mianheo, sepertinya anda tidak diperbolehkan untuk melakukan pemotretan disini.. mari ikut saya” ajak Taemin menarik lengan Kyuhyun.

“Ne, saya akan pergi.. Mianheo songsaenim..” ucap Kyuhyun tak rela meninggalkan koper yang ia inginkan.

“Cusuamitha.. Semoga anda datang kemari.. model tas ini hanya ada satu jenis saja..” ucap manager tempat Taemin bekerja.

“Ne.. hanya mempunyai satu stock.. dengan harga 200.000 won saja.. aigoo..” ujar Kyuhyun lirih. “arraseo.. aku akan mendapatkannya..” jawab Kyuhyun yang kini bersemangat dan pergi dari tempat tersebut.

~~~
“Ne, aku akan pasti mendapatkannya..” ucap Kyuhyun dengan tangan memegang ponselnya karena tengah menghubungi seseorang.

“..”

“ne.. OMO~” ucap Kyuhyun terhenti ketika melihat tempat perhiasan. “Nanti aku hubungi lagi.. Bye” ujar Kyuhyun menyimpan ponselnya ke dalam mantel bulunya.

“Anyeong sangjanim..” ucap pelayan toko perhiasan. “Ada yang bisa saya bantu?” tanyanya lagi.

“Ah, saya ingin lihat yang ini..” perintah Kyuhyun melihat salah satu cincin berlian. “Yang ini..” ucap Kyuhyun lagi.

“Ah, Sangjanim..” ucap pelanggan tersebut merunduk dan melirik ke arah Kyuhyun. “Apakah anda jadi membeli?” tanyanya pada Kyuhyun.

“Aigoo.. aku bingung harus pilih yang mana?” ujar Kyuhyun bohong, karena sebetulnya ia tak memiliki uang untuk membeli cincin tersebut.

“bungkuskan cincin yang ini” perintah Siwon yang baru datang.

Kyuhyun melirik ka arah Siwon yang sedang melihat-lihat cincin.

“berikan saya pembayaran kredit?” perintah Siwon memberikan kartu kredit untuk membayar cincin yang ia pilih.

“Ne?? Pembayaran kredit?” tanggap Kyuhyun kaget.

Siwon melirik ke arah Kyuhyun sebal.

“Jadi kau tak bisa membayar ku karena tak ada uang cash..” gumam Kyuhyun tak terima. “Kalau seperti itu.. tolong bayar uang ku..” perintah Kyuhyun.

“Silahkan tanda tangan disini” ucap pelayan toko pada Siwon. Siwonpun menanggapi dan menandatangani di struk pembayaran.

“Apakah dia istri anda?” tanya pelayan membuat Kyuhyun dan Siwon kaget. “Ah, atau mungkin hanya mengantarkan.. Jika anda mengambil tanda terima ini.. maka anda mendapatkan koper dengan harga yang lebih rendah” ujarnya memasukan struk tanda terima ke kantung cincin lalu diberikannya pada Siwon.

“Ah, tidak.. terima kasih” ujar Siwon pergi meninggalkan Kyuhyun yang masih tak terima.

“Aishhh.. arraseo.. aku akan mendapatkannya” ujar Kyuhyun mengikuti Siwon yang sudah memasuki lift.

Dengan segera Kyuhyun mencegah pintu lift yang hendak menutup dengan tangannya. Siwon yang berada di dalam melihat ke arah Kyuhyun dingin.

“Cusuamitha *Saya minta maaf*” ucap Kyuhyun memasuki lift.

Pintu lift tertutup. Siwon melirik ke arah Kyuhyun yang hanya tersenyum singkat ke arahnya. Ia hanya mengelengkan kepalanya melihat tingkah Kyuhyun yang seenaknya.

Kini mereka berdua telah sampai di basement tempat Siwon memarkirkan mobilnya. Siwon yang sedari tadi diikuti oleh seseorang menoleh ke belakang dan kaget melihat Kyuhyun yang masih mengikutinya berjalan.

“Ada apa anda mengikuti saya berjalan?” tanya Siwon dingin.

“Saya ingin menangih janjimu..” jawab Kyuhyun. “Apakah cincin itu untuk yeojamu?” tanya Kyuhyun polos.

“Saya katakan untuk mengirim no rekeningmu” perintah Siwon yang hendak memasuki mobilnya namun ditahan oleh Kyuhyun. “Ya.. lalu apa yang akan kamu lakukan?” tanya Siwon balik.

“Aha, sangjanim.. saya pinjam tanda terima ini ne..” ucap Kyuhyun mengambil tas yang berisi tempat cincin beserta tanda terima. “Chamkaman..” perintah Kyuhyun pergi meninggalkan Siwon yang sudah mematung.

Dengan pasrahnya Siwon menunggu Kyuhyun.

“Ah, bodohnya aku menunggu yeoja itu..” ucap Siwon malas.

Sebuah getaran ponsel menyadarkan Siwon yang tengah menunggu Kyuhyun membeli sesuatu dari uang bayaran yang ia janjikan.

“yeoboseyo” jawab Siwon menerima panggilan.

“Oppa, odiesoyo?” tanya Kibum.

“Kibum-ah, aku ada keperluan sebentar. Ada apa?” tanya Siwon.

“Anio, hanya bertanya. Jangan lupa datang ke acara pembukaan Museum Han Young” perintah kibum.

“Ne, aku tak akan lupa” jawab Siwon. “kau sedang dimana? Aku jemput ne?” tawar Siwon.

“Aku sedang bersama temanku di bar. Tak usah oppa. Aku tutup ne..” ucap Kibum menutup panggilan dan menghampiri Changmin.

“Changmin oppa!” lirih Kibum memeluk Changmin.

“Ehmm..” dehem Changmin mengecup bibir Kibum singkat.

“oppa.. malu” cibir Kibum menuntun Changmin untuk duduk di bangku bar yang kosong.

~~~
“Mianheo menunggumu lama” ujar Kyuhyun memberikan sebuah kaos putih yang masih terbungkus rapih oleh plastik.

“ige mwoya?” tanya Siwon heran.

“itu hadiah untukmu?” jawab Kyuhyun senang. “Terima kasih atas uang 100.000 wonnya” ucap Kyuhyun memberikan tanda terima itu kembali dan menyimpannya di tempat semula.

“MWO?? Aisshh.. Ya sudah, tak ada lagi yang kau perlukan. Aku pergi” ucap Siwon dengan wajah kesalnya memasuki mobilnya. Namun, lagi-lagi Kyuhyun mencegahnya. “Wae ire?? (Apalagi)??” tanya Siwon kesal.

“Aku ikut sampai depan ne.. hehehe..” ujar Kyuhyun menenteng tas selempang berwarna merah yang baru saja di belinya ke dalam mobil namja di depannya dan ia pun ikut masuk ke dalam mobil Audi R8 milik Siwon.

Dengan sabarnya ia memasuki mobil dan keluar dari Departemen Store yang di yakini milik kakeknya.

POV end…

Kibum POV…

“jadi kedatangan oppa ada apa?” tanyaku bergelanjut manja di lengan kekasihku Changmin oppa dan berjalan memasuki salah satu ruangan di museum han young. “ini ruangan tempat penyimpanan barang-barang kerjaan pada masa lampau” ujarku membuka pintu ruangan.

“Ne??” ujar Changmin kagum. “aigoo.. pacarku Kim Kibum yang menjadi Direkturnya” ucap Changmin oppa memelukku dari belakang.

Namun, entah mengapa aku tak ingin dipeluk olehnya. Ketika hendak melepaskan tangannya yang melingkar di atas lenganku, tetapi Changmin oppa semakin mengeratkan pelukan.

“besok aku akan datang sebagai tamu spesial bagimu” ujar changmin oppa membuatku risih.

Aku hanya terdiam atas perlakuannya yang masih memelukku dari belakang. Aku masih memikirkan Siwon oppa, dia adalah tunanganku. Aku memang yeoja tak tahu diri. Berselingkuh. Anio, aku dengan Changmin oppa memang sudah menjalin hubungan dari semasa aku kuliahh dahulu.

Awal pertemuan yang singkat memang dan hari-hari ku jalani di istana sehingga aku bertemu Siwon oppa dan bertunangan dengan dirinya.

Tapi, aku tak peduli. Aku senang melakukannya. Aku menjadi Direktur Museum han young pun hanya untuk menjadi pemilik Museum ini seutuhnya. Hahaha.. aku memang licik..

POV end…

Kyuhyun POV…

Aku berjalan menuju depan rumahku dan menekan tombol password rumah orangtuaku dengan eonnieku. Aku mendorong koper yang baru saja ku beli dengan uang namja yang tadi bertemu denganku.

Ku tekan password namun tak masuk juga. Aku merasakan ponselku bergetar dan menerimanya.

“Ahra eonnie. Bukakan pintu” perintahku kedinginan.

Tak beberapa lama pintu terbuka dan mendapati Ahra eonnie yang sudah ada di depan pintu.

“Eonnie, kau lama sekali” ujarku hendak masuk ke dalam rumah namun di cegah olehnya.

“Mianheo Kyuhyun-ah. Silahkan pergi!” ucapnya dingin.

“ye?? Kau bercanda eonnie..” ucapku kembali hendk masuk namun Ahra eonnie melemparkan sikat gigi milikku ke tanah. “YAAKK!! MUSUM IREOYO (apa yang kau lakukan)?” marahku mengambil sikat gigi kesayanganku.

“pergilah.. aku ingin sendiri” perintah Ahra eonnie ketus.

“Arraseo.. aku akan pergi” ujarku pasrah.

Ahra eonnie menutup pintu rumah. Aku duduk di pinggir pintu sambil meniup sikat gigiku yang tadi dilempar oleh Ahra eonnie. Aku hanya melamun dan entah akan tidur dimana aku malam ini.

Aku kembali berjalan mendorong koper yang berisi beberapa pakaianku tanpa arah tujuan kemana aku akan pergi.

POV end…

 

Author POV…

Kyuhyun berjalan menyusuri gedung tempat perkuliahannya. Tiba-tiba lampu menyala begitu jelas. Kyuhyun yang kaget langsung menghadap ke belekang yang sudah ada Changmin yang sedang berjalan menghampirinya.

“Ah, Kyuhyun-ah!!” lirih Changmin kaget.

“Ne.. Songsaenim.. apa yang anda lakukan??” tanya Kyuhyun tak kalah heran.

“Kebetulan ada dokumen yang tertinggal. Kamu sendiri Kyuhyun-ah??” tanya Changmin balik.

“Ah, ada dokumen yang tertinggal juga” jawab Kyuhyun gugup. Ia menyembunyikan beberapa cup mie ramyeon yang baru saja gadis itu beli sebelum menuju tempatnya kuliah.

“Ah, aku lapar.. bisakah kau membuatkanku ramyeon juga..” ujar Changmin membuat Kyuhyun gugup.

Kyuhyun yang heranpun hanya tersenyum ke arah Changmin dan mengangguk mengerti.

~~~

Keesokan Harinya…

Seorang gadis dengan pakaian sopannya memasuki Museum Han Young. Semalam ia mencari tahu seseorang yang menjadi cinta pertama Songsaenim di kampusnya. Ia bahkan memasuki ruang kerja Songsaenimnya. Kim Kibum, Direktur utama Museum Han Young.

“OMO~ kenapa namja itu ada disini??” ujar Kyuhyun pergi kelawan arah ketika melihat Siwon yang datang.

Namun, ia salah jalan. Rupanya Kyuhyun yang tak tahu Kibum yang sekarang ada di sampingnya begitu kaget melihat kamera yang ikut memotret dirinya.

“Cusuamith.. aisshhh..” Kyuhyun kembali berjalan namun kini ia tak bisa kabur karena Siwon sudah ada di hadapannya.

“Kau disini juga?” tanya Siwon sambil memincingkan matanya melirik ke arah Kibum yang kini menghampirinya.

“Oppa, kau datang? Nuguseyo?” tanya Kibum ingin tahu.

“Anyeong! Aku…” jawab Kyuhyun terputus karena pekerja di museum menghampiri Kibum.

“Sangjanim!!” panggilnya sopan.

“Ne, chamnkaman oppa” ucap Kibum mengikuti sang pelayan yang menghampiri beberapa tamu yang ingin bertemu dengan Kibum sang direktur.

Kyuhyun yang masih betah di samping Siwon hanya melihat heran namja di sampingnya yang tersenyum-senyum sendiri. Ia baru saja ingat ketika ia sedang berada di besement Hyundai Departemen Store.

“jadi?? Yeoja itu yang akan kau lamar??” tanya Kyuhyun penasaran.

Siwon hanya mengangguk.

“Aigoo.. jika kau ingin melamarnya. Ada suatu cara yang dapat membuatnya menerima lamaranmu..” tawar Kyuhyun.

“Wae?” tanya Siwon penasaran.

“buat yeojamu cemburu..” jawab Kyuhyun santai.

“Cemburu?? Kau yakin??” ucap Siwon ragu.

“Ne, aku yakin. Ah, dia kemari..” kyuhyun yang di samping Siwon merangkul Siwon yang notabenya hanya teman biasa yang tak saling mengenal satu sama lain. Sambil menggandeng tangan namja tersebut protektive.

“mianheo meninggalkan kalian..” ucap kibum bersalah. “keuromm.. Nuguseyo?” tanya Kibum penasaran.

“Anyeonghaseyo Cho Kyuhyun imnida. Na yeojachingu Siwon oppa..” sapa Kyuhyun sambil membungkukan badannya ke arah Siwon.

“Yeojachingu??” kibum yang heran hanya melirik ke arah Siwon dengan wajah cemas. “Oppa tak pernah mengenalkan yeojachingunya padaku. Ah, matta. Kalau begitu silahkan lihat-lihat terlebih dahulu. Sebentar lagi acara akan dimulai. Aku permisi” ucap Kibum pergi meninggalkan Siwon dan Kyuhyun dengan wajah yang seperti tak terima.

“aish.. kenapa kau mengatakan seperti itu?” sungut Siwon tak terima. “kau membuatnya kesal..” lanjut Siwon pergi meninggalkan Kyuhyun.

Kyuhyun mengikuti Siwon yang hendak menuju tempat pembukaan museum. Kyuhyun yang kaget melihat Changmin ada di dekat Kibum pun langsung menarik Siwon karena tak mau melihat Changmin yang hendak menghampiri Kibum yang sedang membuka acara dipanggung.

“OMO~ ya.. paili ikut aku..” perintah Kyuhyun menarik lengan Siwon.

“Mwoya? Apa yang kau lakukan?” tanya Siwon heran. “Aish.. ya.. acara akan dimulai” ujar Siwon meronta minta dilepas. Namun, bukannya melepas Kyuhyun malah menyeretnya melihat acara dari lantai 2.

~~~

“yeoboseyo” ucap Siwon ketika mendapatkan panggilan dari pamannya.

“Kendee harapunchi??” ucap Siwon cemas.  “ne, ahjussi saya segera kesana..” ujar Siwon menaiki mobilnya meninggalkan Kyuhyun yang kini mencari-cari dirinya.

POV end…

Siwon POV…

Aku mengampiri kakek yang tengah berbaring dikamarnya. Ku lihat matanya yang terpejam dan memanggil nama seseorang.

“Siwon-ah!” panggil kakek lirih.

“Ne, harrapunci..” jawabku menghampirinya.

“Cho Kyuhyun..” ucapnya lirih. Aku yang tahu siapa nama yang kakek panggil kembali menyebut namanya. “Cho Kyuhyun..” lirihnya lagi.

“Harrapunchi..” panggilku lirih.

“SStt..” ujar dokter pribadi kakek.

aku hanya berdiri di samping tempat tidur kakek. Aku melirik ke arah ahjussi Kim yang menyarankan aku mengikutinya. Aku mengikutiny hingga berada diruang kerjanya.

“Ige” tunjuk Ahjussi Kim memberikan amplop kepadaku.

“Igo mwoya?” tanyaku penasaran.

“Ini ada kartu nama yang diperintahkan Sangjanim..” jawab Ahjussi Kim.  “Dan juga fotonya.. hanya ini yang aku punya” ucap Ahjussi Kim.

“Cho Kyuhyun!!” ucapku. Ahjussi Kim hanya mengangguk.

“Kau harus mencarinya segera.. kakek mu selalu menanyakan keberadaannya” perintah ahjussi kim.

“ne, akan ku usahakan. Aku pergi dahulu” ucapku pergi meninggalkan ahjussi Kim di dalam ruang kerjanya.

~~~

NEEETTTT…

Aku menekan tombol bel rumah yang di yakini adalah rumah Cho Kyuhyun. Tak beberapa lama, pintu terbuka. Aku melihat seorang yeoja. Namun, entah siapa yeoja itu.

“anyeonghaseyo! Choi Siwon imnida..  saya dari Choi Group. Kedatangan saya mencari Cho Kyuhyun apa dia ada disini?” jelasku maksud kedatanganku kemari.

“oh.. kyuhyun tak ada disini. Tapi aku bisa mengantarkan dimana Kyuhyun berada??” tawar yeoja di depanku. Aku hanya heran melihatnya dan ia menuliskan sebuah alamat.

~~~

“Penginapan??” ucapku membaca tulisan di depan rumah kecil gaya Eropa. “bukankah itu yeoja yang waktu itu ku temui.. apakah dia??” ucapku mengambil ponselku dan menghubungi nomor yang tertera pada kartu nama yang diberikan oleh ahjussi Kim.

“Anyeonghaseyo! Penginapan Cho disini!” jawab yeoja disebrang sana.

Aku yang kaget kembali menutup panggilan. Ku lihat yeoja di depanku hanya mendengus dan kembali memasukan ponselnya ke dalam saku celananya.

Aku kembali menekan ponselku dan menghubunginya. Panggilan tersambung. Dan kini aku mulai berbicara sesuatu.

“Cho Kyuhyun!” panggilku ke arahnya.

Kyuhyun yang kaget hanya membungkukan badannya ke arahku.

“Kau?” panggilnya.

Aku hanya tersenyum dan menghampiri dirnya.

“Anyeonghaseyo! Naneun Choi Siwon imnida..” ucpku memperkenalkan diriku sambil membungkukan badanku. Kyuhyun yang tak mengerti hanya keheranan.

 

TBC…

Huft… TBC deh.. buat nh FF sampe ngulang-ngulang dramanya.. hehehe..

Aku buat versi WonKyu nya semoga jadi seperti Ffku yang lain.. hohoho..

Semoga kalian suka ya.. o ya, kalo ada yang mau nerusin Prince Hours Wonkyu dengan YAOI.. silahkan hubungi saya di fb : Riska WonKyu Shipper atau twitter : @Rizukawon

Gomawo.. selamat membaca!!

Dipublikasi di Uncategorized | 15 Komentar

Diproteksi: marry You to Happy Family (Oneshoot)

Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

Dipublikasi di Uncategorized

Gwihaneun nae kkeoya (ONESHOOT)

Anyonghaseyo!!

Eunkyung datang lagi dengan membawa FF NC baru. Ff request dari my eonnie. Jinju eonnie. Kau jahat, masa bertemu denganku hanya curhat yadong. Memang wajahku terlihat yadong ya. UHHH…

Ya sudahlah. Kita langsung aja ya. Mianheo kalo nggak HOT :p

Author : me as Shin Eun Kyung

Genre : romance, NC21+

Cast :

Shinju

Eunhyuk

Sub cast :

Shin Eun Kyung

Siwon

 

Shinju POV…

Aku shinju, seorang yeoja berwajah blesteran korea-jerman. Appaku berasal dari Jerman dan eommaku berasal dari korea. Sekarang, aku dan ammaku tinggal di Korea. Appa tak mungkin bisa tinggal bersama kami karena perusahaan keluarga kami di jerman tak bisa di tinggalkan oleh appa.

Sudah 2 tahun ini pula aku bekerja sebagai seorang sekretaris pribadi di sebuah perusahaan milik teman appa. Tidak mudah untuk bekerja di sini. Rekan kerjaku mengatakan jika dulunya posisi ku sebagai sekretaris pribadi itu tak ada yang bertahan lama. Namun, entah mengapa mereka sangat bersyukur karena aku dapat bertahan sebagai pekerjaan ini.

Aku mengambil pekerjaan ini hanya untuk mengisi kesibukanku saja. Memang jika aku tak kerja pun uang saku yang appa berikan itu sangatlah cukup. Namun, aku tak mau terlalu bergantung pada uang appa. Aku ingin mandiri. Seperti apa yang amma ajarkan padaku.

“Shinju-ah” panggil EunKyung salah seorang temanku di perusahaan ini.

“ne EunKyung, wae?” tanyaku tanpa mengalihkan pandanganku dari file-file yang di berikan oleh direktur.

“Kajja kita makan, sudah saatnya makan siang. Dari tadi kau sibuk sekali” ajak EunKyung menggerutu kesal.

“Aku nyaman dengan pekerjaanku ini. Kau duluan lah. Nanti aku menyusul. Sebentar lagi juga selesai” ucapku kini menghadap ke arahnya.

“ne, benar ya awas” ancamnya.

“ne, Choi EunKyung” ledekku membuatnya marah.

“YAA!! Jangan panggil aku dengan sebutan marga Siwon oppa. Nanti bisa ketahuan” marah EunKyung ke arahku.

Ya, Choi Eun Kyung. Dia adalah seorang istri dari Choi Siwon. Pemilik Hyundai Department Store. Tak banyak yang tahu tentang hubungan mereka. Hanya akulah yang tau. Begitu juga Direktur perusahaan ini, Lee HyukJae atau sering di sebut Lee EunHyuk.

Anak pemilik perusahaan Lee Corp ini. Dan juga sekaligus atasanku yang kemana-manapun aku pergi, aku selalu harus mengingkutinya. Bahkan jika ia tak bekerja pun aku harus ikut. Memang menyebalkan. Namun, aku terlalu nyaman.

“Ya sudah, aku ke kantin dulu. Takut jam kerja habis” ucap Eun Kyung sudah melesat menuju list yang akan membawa dirinya ke kantin.

Sementara diriku masih berkutik dengan file yang sudah hampir selesai ku kerjakan.

Kringg~~Kringg~~

Suara telepon pun bordering, dengan segera ku angkat telepon tersebut.

“Ya, selamat siang. Perusahaan Lee Corp disini,  Ada yang bisa saya bantu?” ucapku.

“Ah ne, tuan” ucapku ketika mendapat telepon dari direktur.

“Sudah ku katakan jangan panggil Tuan, cukup oppa. Kau sedang apa? Cepat bawakan aku makanan. Perutku lapar” perintah direktur di telepon.

“Ne, oppa. Saya sedang mengerjakan laporan hasil rapat. Ne oppa. Segera saya bawakan” jawabku sopan.

“Cepat. Dan tinggalkan dulu file-filemu itu. Arrachi?” perintahnya.

“ne” jawabku menutup panggilan.

Dengan segera aku pun mengambil iphone putih milikku dan langsung mencari makanan untuk direktur yang menurutku menyebalkan.

POV end…

Eunhyuk POV…

Aku pun duduk santai di sofa ruang kerjaku sambil menunggu yeoja yang ku cintai membawa makanan untukku. Ku pejamkan mataku sebentar.

Tak beberapa lama langkah kaki terdengar memasuki ruanganku, aku masih memejamkan mataku dan pura-pura tertidur. Aku tahu itu Shinju, karena ia menaruh sesuatu di meja di depanku saat ini.

“Oppa, EunHyuk oppa” lirihnya sangat dekat di depan wajahku sehingga sangat terasa hembusan nafasnya.

“Eungghh” erangku masih tak membuka mataku.

“Ini makanannya, aku akan keluar. Pekerjaanku belum selesai” ucapnya hendak beranjak. Namun ku tarik dirinya hingga duduk di pangkuanku.

“Oppa” ucapnya gugup.

“Wae? Sudahlah kau di sini saja. Temani aku makan” perintahku mendapat anggukan darinya.

“tapi oppa, bisakah saya duduk di kursi saja” pintanya.

Aku pun melepaskan pelukanku pada pinggangnya dan kemudian mengambil sumpit untuk menyantap makanan di depanku.

Aku pun terus memakan makanan di depanku dan sesekali melihat ke arah Shinju yang hanya memainkan iphone miliknya asyik.

Aku hanya tersenyum melihat Shinju yang tersenyum sendiri melihat iphonenya. Entah apa yang ia mainkan.

“Ah, kenyang” ucapku menyimpan sumpit di atas piring bekas makanan yang baru saja ku makan.

“sudah ya, saya keluar dulu.” Ucapnya membawa nampan.

Ketika hendak berdiri dengan nampannya. Aku pun menahan tangannya dan menarik ke arahku sehingga jarak kami yang begitu dekat.

Aku pun mencium bibirnya membuat dirinya terkaget dan hanya meronta minta di lepaskan. Tak tinggal diam, aku pun menginggit bibirnya sehingga dirinya hanya pasrah dan kembali menyimpan nampan di meja. Aku pun menariknya sehingga berada di atasku namun masih belum berhenti dengan lumatan yang ku berikan di antara bibirnya yang sudah lama ingin mencium bibirnya.

“Saranghae Shinju-ah” ucapku di sela ciumanku yang sudah berhenti.

Aku pun masih memeluk pinggangnya dengan wajah kami yang begitu dekat.

“Tapi oppa.. saya..” elaknya.

Dengan segera ku tempelkan telunjukku di depan bibirnya.

“Kau ingat kalung ini” tunjukku menunjukan sebuah kalung dari dalam saku celenaku.

“Itukan kalung yang aku berikan untuk beruang oppa waktu kecil. Kenapa ada pada anda tu.. maksud saya oppa?” ucapnya mengambil kalung yang bergambar beruang.

“Aku beruang mu itu Shinju-ah, ini aku beruangmu” ucapku kembali mencium bibirnya ganas.

Aku masih mencium bibirnya dan kini melumat bibirnya dengan tanganku yang meremas punggungnya. Aku begitu merindukan Shinju, dia akan selalu menjadi milikku dan hanya milikku seorang.

Shinju membalas ciumanku dan membuka bibirnya sehingga dengan leluasa aku melumat dan mengemut lidahnya.

Shinju pun hanya mendesah membuatku menginginkan lebih.

“Op..aahh.. jaa..nngaa..nn di.. ss..ttuuu..” desah Shinju ketika lidahku mengecup lehernya dan meninggalkan tanda merah disana.

Aku pun menghiraukannya dan bangun. Namun, masih bibir yang bertautan. Ku angkat badannya menuju meja kerjaku. Shinju pun hanya pasrah dan mendesah nikmat. Ku buka kancing kemejanya sehingga menimbulkan payudaranya yang besar yang tertutupi oleh bra.

Dengan segeraa ku remas payudara yang masih tertutupi bra hitam miliknya dank u buka pengait bra di belakang tubuhnya yang ramping.

“Ahh..ahh..” desahnya ketika aku sudah mengemut puting payudaranya.

Tanganku pun tak tinggal diam. Dengan nikmatnya, aku memilin-milin puting payudaranya. Dan meremas payudaranya nikmat.

“Mmmmpphh..” erangnya menahan desahan.

“mendesahlah..” perintahku yang kini kembali mencium belahan dadanya dan turun ke perutnya tanpa sedikit pun tersisa.

Aku pun menaikan rok mini yang ia kenakan. Dan juga merobek celana dalam yang ia pakai. Dan membuangnya sembarangan. Stelah terbuka, Aku menghisap cairan yang keluar dari dinding rahimnya.

“Ahhh..ahh..hhh..ahh.. oppa..aajhh…” desahnya ketika aku mencium dinding rahimnya.

Sesekali ku emut dan menjilatnya.

“opp..aahhh..ahhh..” desahnya.

Ku masukkan satu jariku sehingga menimbulkan erangan kecil dari mulut Shinju. Dengan segera ku lumat kembali bibirnya dengan kembali memasukkan kembali kelima jariku.

“kau masih sempit jagii” ucapku masih memasukkan jariku ke dalam rahimnya.

“oopp..aa..hhh..aaahhh..aahhh..” desahnya tak menjawab.

Ku lepaskan tanganku dari vaginanya. Ku lihat banyak cairan yang keluar dari rahimnya dengan tanpa rasa jijik. Aku pun menjilati cairan itu.

Aku pun berhenti sejenak dan membuka resleting celana yang ku kenakan. Terlihatlah juniorku yang panjang dan dengan twinsball yang sudah menengang.

POV end…

Shinju POV…

Aku pun melihat ke arahnya yang memainkan juniornya. Aku pun menariknya dan mencium bibirnya nafsu. Entah apa yang ku rasakan kali ini. Aku hanya ingin kenikmatan dari Beruang yang sudah lama tak ku temui.

“Oppa, pindahkan aku ke kursi kerjamu” perintahku manja setelah melepaskan ciumanku.

“arraseo” tanpa menunggu lagi, Eunhyuk menggendongku dan menurunkan aku ke kursi kerjanya. Di balikkan menghadap ke arahnya. Aku pun masih duduk menahan nafsuku.

Eunhyuk masih berdiri. Aku pun memberanikan diri meremas twinballnya sehingga ia mendesah.

“uuuhhh..ahh..uuhhh.. ii..aaa..ddiissiittuuu..uuhhh” desah Eunhyuk ketika aku melanjutkan meremas juniornya yang sudah mengenggang.

“Ba..bbyyy..auuhh..” desahnya lagi.

Aku pun memasukkan juniornya ke dalam mulutku tanpa ada rasa jijik sedikit pun. Eunhyuk pun hanya mendesah sambil memejamkan matanya dan meremas rambutku.

“aahhh..ahhh..” desah Eunhyuk.

Aku pun masih mengemut junior Eunhyuk dan sejenak melepaskannya cairan kental pun keluar begitu saja dari juniornya dengan segera ku emut lagi dan menelannya tanpa rasa jijik.

Ku lepaskan juniornya dari mulutku dan menghimpitnya di antara payudaraku.

Setelah itu tanpa berlama lagi. Aku pun mengarahkan juniornya menuju rahimku.

“oppa, nggak nyampe tinggiin..” rengekku manja.

Ia pun hanya mngangguk dan menaikkan kursi kerjanya sehingga juniornya bisa masuk ke dalam rahimku.

SREETTT.. SREETT..

Terdengar suara gesekan dari rahimku antara juniornya. Tanpa berlama lagi. Eunhyuk memasukkan juniornya dan menggendongku agar menancap dalam.

“eeuunnggghhh” erangku memeluk lehernya.

JLEB..

Juniornya pun berhasil merobek dinding rahimku. Aku pun menghadap ke arahnya dan mencium bibirnya ganas.

“Aku tau, kau beruangku. Dari awal pun aku tahu. Namun, aku tak ingin langsung menanyakannya dan ingin secara perlahan. Selama 2 tahun aku bekerja di sini. Aku memang menyukaimu” ucapku mengecup bibirnya.

“Na doo Shinju-ya, maukah kau menikah denganku?” Tanya Eunhyuk.

“I doo.. euugghhh..” jawabku dengan mengerang karena junior Eunhyuk yang masih menancap di rahimku.

Eunhyuk pun membaringkanku di meja kerjanya dan mengenjot juniornya di dalam rahimku. Sesekali ia memasuk dan keluarkan juniornya sehingga meninggalkan rasa nikmat.

“uuhh..ahhh..aahhh..ttee..errruuss…aasss..hhh” desahku.

“aahhh.. jagg..aahhuuhh…aahhh” desah Eunhyuk.

“Jagi aku ingin keluar” ucap Eunhyuk.

“aku juga” jawabku.

BLUURRR..

Cairan bening pun keluar begitu saja secara bersamaan di dalam rahimku. Aku pun hanya mendesah dengan nafas yang terenggah-enggah.

Eunhyuk pun mengeluarkan juniornya dan langsung menuju rahimku dan mengecupnya.

POV end…

 

2 Bulan Kemudian…

Author POV…

BYYUUUURRR

Suara shower kamar mandi begitu lebat. Terlihat EunHyuk yang sedang membasuh badannya. Dan terlihat pula Shinju yang sedang mengemut junior milik Eunhyuk dan yang masih santai diam menahan nafsunya.

“pluupp..pluupp” suara kumulan Shinju yang terdengar nyaring di telinga Eunhyuk.

Eunhyuk pun meraih badan Shinju dan di gendongnya, dengan melumat bibir Shinju ganas. Tangan Eunhyuk tak tinggal diam. Tangannya meraba juniornya dan segera memasukkannya ke dalam vagina Shinju.

“uuhh..uuhh..aahhh..ooojjhhh” desah Shinju di sela-sela ciuman.

Eunhyuk pun mendorong pinggang Shinju agar junior yang tertanam di vagina Shinju, merobek keperawanan Shinju.

“ahh..ahhh..aahhhggghh” erang Shinju menikmatinya.

Eunhyuk dan Shinju pun begitu menghayati bulan madu mereka yang selama 2 bulan itu, telah melangsungkan pernikahan.

Di balik pintu kamar mandi, terlihat Siwon dan Eunkyung yang hanya bisa mengeleng-gelengkan kepalanya.

“jagii” ucap Siwon memeluk Eunkyung dari belakang.

“wae?” ucap Eunkyung sinis.

“bagaimana jika kita membuat anak. Aku ingin kehadiran seorang baby di rumah” pinta Siwon.

“MWO?? ANDWAEEE” erang Eunkyung tak mau.

Eunkyung tak bisa mengelak. Kini ia sudah di bawa menuju kamar yang entah kamar siapa di apartement milik sahabatnya itu.

~~~

Shinju dan EunHyuk yang baru selesai mandi pun terlihat aneh melihat pakaian berserakkan di mana-mana. Ia hanya menghela nafas dan membereskan pakaian yang pasti pakaian milik EunKyung dan Siwon.

“mereka itu, ada-ada saja” ujar Shinju sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

“jagii, lihatlah pintu kamar ini tak tertutup. Kita lihat” ajak EunHyuk.

Shinju pun hanya mengangguk dan melihat Siwon dan EunKyung yang sedang telanjang dan saling mendesah.

“uuhh..jaggii..” desah Siwon ketika Eunkyung mencium badan sixpack Siwon.

“oppaahh.. akkhh” desah Eunkyung membuat Shinju tak ingin lagi melihatnya.

“oppa sudahlah, biarkan mereka melakukannya. Kajja kita lakukan juga” ajak Shinju menarik tangan Eunhyuk. Eunhyuk hanya menganggukkan kepalanya dan menggendong Shinju masuk ke dalam kamar mereka berdua.

POV end…

Shinju POV…

GREEPP

Aku pun terkaget ketika sebuah tangan menutupi mataku yang tengah memasak.

“ah, siapa sih? Oppa, jangan main-main. Aku sedang memasak” ucapku kesal.

“tebak siapa aku” ucapnya.

“aku tau, itu dirimu. Kalau tidak lepas aku yakinkan nanti malam taka da pelukan untukmu” ancamku.

Eunhyuk oppa pun melepaskan tangnnya dan kini memeluk pinggangku dari belakang.

“jagii.. aku merindukanmu” ucap Eunhyuk oppa menciumi tengkuk leherku.

“oppa, geli” erangku.

Tangan Eunhyuk oppa pun mematikan kompor dan membalikkan badanku agar menghadapnya.

CHU

Eunhyuk oppa mencium bibirku. Aku pun hanya memejamkan mataku dan mengalunggkan tanganku di lehernya.

Selang beberapa menit ia pun melepaskan pangutan bibirku dan dia. Kini beralih mengecup keningku.

“morning kiss” ucapnya senang.

“ne, ya sudah sana kau mandi” perintahku.

“Shirreo! Popo dulu, baru aku mau mandi” pintanya manja.

CHU

“sudahkan” ucapku melepaskan pelukannya.

“masih kurang” ujar Eunhyuk oppa.

“ya sudah, tak ada jatah cium untuk nanti malam” ujarku mengancamnya.

Eunhyuk oppa pun langsung bergegas menuju kamar mandi dan membuatku menggelengkan kepalaku.

Tiba-tiba perutku mual dan langsung bergegas menuju kamar mandi di kamarku dan Eunhyuk oppa Karena kamar mandi di luar kamar sedang di pakai Eunhyuk oppa mandi.

“HOEEEKKHH…HOEEKKHH”

Aku pun terus memuntah. Perutku begitu mual. Entah mengapa. Oh tuhan, kenapa aku ini.

“Shinju-ah, wae?” Tanya Eunkyung yang kini sudah ada di belakangku.

“molla eunkyung, perutku mual sekali” erangku menghampirinya.

“ya sudah, kau istirahat saja. Wajahmu pucat sekali. Sebentar ya aku hubungi oppaku dulu” ucap Eunkyung mengeluarkan ponsel miliknya dan menghubungi seseorang.

Aku pun berbaring di tempat tidur dan memejamkan mataku untuk menghilangkan rasa mualku.

Tak beberapa lama, terdengar suara Eunhyuk oppa yang datang dengan piyama tidurnya yang tak beraturan.

“jagii.. wae? Gwenchanaa?” Tanya EUnhyuk oppa khawatir.

“molla oppa. Perutku mual sekali” ucapku.

“permisi” ujar seorang namja yang sudah memakai jas putih yang kuyakini adalah dokter.

Namja itu pun memeriksa keadaanku dan tersenyum senang. Aku yak tak mengerti hanya menetapnya penasaran.

“cukkae” ucapnya senang.

“maksud dokter?” ucap Eunhyuk oppa yang ada di sampingku.

“istri anda hamil. Dan usia kandungannya sudah menginjak 1 bulan” jawab doter itu membuatku membelangkakan kaget.

“jagii.. aku akan menjadi seorang appa” ucap Eunhyuk oppa senang sambil mencium perutku.

“kalau begitu ini resep vitamin yang harus di beli. Saya permisi dulu” ucap dokter itu keluar kamar.

“gomawo dok” ucap Eunhyuk oppa memelukku dan terus mencium keningku.

END…

Ngegantung ya…

Sengaja, aku lagi buntu ide..

RCL ya..

Eonnie, gimana nh ff untukmu. Senang tak.. semoga kau senang ya..huhuhu.. mianheo kalo kurang hot. Aku sudah semaksimal mungkin membuatnya. Mianheo lama. Comment ya eonnie! ^.<

pi’� n �8�a.

 

“anio..” ucap Siwon oppa mengecup bibirku.

“oppa!” lirihku malu.

“kajja” ajak Siwon oppa menggendongku ala bridal style memasuki kamar kami berdua.

CHU

Siwon oppa menciumku ketika akan menaiki tangga rumah. Tak peduli masih banyak tamu disana. Aku pun memejamkan mataku dan sambil menggalungkan tanganku di leher Siwon oppa. Siwon oppa pun melumat bibirku penuh nafsu.

POV end…

Author POV…

“sepertinya Siwon benar-benar tak tahan lagi” ucap Changmin tertawa kecil.

“ne, kau benar Changmin-ah” ujar Yunho turut senang.

“lihatlah, bukankah itu Hyorin noona dan amma” tunjuk Changmin melihat ke arah Hyorin dan ammanya yang sedang berjalan menuju kamar anaknya yang baru saja melangsungkan pernikahan.

“sudahlah! Biarkan saja” ujar yunho pergi meninggalkan Changmin yang masih diam mematung.

Di kamar Siwon dan Kyuhyun, kini Kyuhyun yang terlihat tengah mendesah karena Siwon yang menggemut vagina Kyuhyun. siwon pun masih menggemut dan menjilatinya dengan penuh kenikmatan. Kyuhyun pun, hanya memejamkan matanya sambil meremas seprai di kamarnya karena menahan kenikmatan.

“jagii, aku masukkan sekarang ya” ujar Siwon.

Kyuhyun hanya mengangguk tertahan.

JLEB…

“aahhhhhh..aahh..ooopppp..aaahhh..eungghhhh…” erang Kyuhyun menahan sakit karena junior Siwon yang sudah masuk ke dalam vagina Kyuhyun dan merobek ke perawanan Kyuhyun.

“ahhh..aahhh..uuhh..aahh..fffaass..tterrraahhh..” desah Siwon sambil memaju mundurkan juniornya.

“ahhh..uuhh..eemmppttt” desah Kyuhyun terhenti kerena Siwon melumat bibirnya.

“oppa akuuuu…ahhh” desah Kyuhyun.

“keluarkan bersamaaaa…jjaggiii..aahhhhh” desah Siwon dengan nafsa tersenggal-senggal.

“gomawo baby..jagii.. Saranghae” ucap Siwon sambil menggemut payudara Kyuhyun.

“Naaa dddooo saranghaee..aahhhhh” desah Kyuhyun.

 

THE END…

Huuaakkkhh.. gimana?? Gk rame ya ??

Semoga suka deh…

Dipublikasi di Uncategorized | 5 Komentar

My Boyfriend For My eonnie… (Request)

Hallo! Aku kembali membawa FF Request buat Echa. Adikku tercinta. Nih eon buatin, kamu pengen sad ending kan. Eon buatin. Tapi, kamu tanggung jawab ya kalo semua yang ngunjungin blog eon pada nangis. Hehehe.. kidding.

Ya sudahlah, kita lanjutkan ya.. cerita ini real hasil pemikiranku.. jadi tak ada unsur plagiat. Ya sudah.. jangan lupa RCL aja…

Author : me as Shin Eun Kyung a.k.a kakaknya Echa di FF ini

Genre : Romance, Sad

Cast :

Shin EunHee

Shin EunKyung

Siwon

 

EunHee POV…

Hari-hariku kini sudah tak lagi berarti. Penyakit jantung yang ku deritapun semakin menjadi. Menurut dokter yang menangganiku. Penyakit jantungku ini keturunan dari orang terdekat yaitu kakek.

Awalnya aku marah dan kecewa dengan keadaanku sekarang ini. Namun, ini memang sudah menjadi takdirku yang di berikan oleh Tuhan. Aku tak bisa lagi menahannya.

“EunHee-ah, kau belum tidur?” Tanya EunKyung eonnie menghampiriku.

“Belum eonnie. Aku tak bisa tidur” jawabku tersenyum ke arahnya.

“segeralah tidur. Besok kau harus kembali sekolah. Eonnie nggak mau penyakitmu kembali kambuh” perintah EunKyung eonnie.

“ne, eonnie. Sebentar lagi” jawabku lagi dan memeluk boneka Teddy bear pemberian Siwon oppa.

“Ya sudah. Jalja” ucapnya mencubit pipiku dan keluar kamarku.

Ku lihat Eunkyung eonnie yang menutup pintu kamarku secara perlahan. Mungkin beberapa tahun kemudian, aku tak akan berada di kamar ini. Dan EunKyung eonnie pun tak akan lagi menengokku ke kamar setiap malam.

O ya, Siwon oppa. Dia adalah pacarku. Aku menjalani hubungan dengannya sudah lebih dari 3 tahun. Ia sangat mencintaiku begitu juga aku. Aku sangat mencintainya. Siwon oppa merupakan salah satu direktur perusahaan Hyundai Departement Store.

Awal pertemuan yang singkat dengan Siwon oppa. Sehingga sudah 3 tahun ini dia menemaniku.

Ketika penyakit jantungku kambuh, orang pertama yang kulihat di kamar inapku adalah Siwon oppa. Dia rela meninggalkan pekerjaannya demi menungguku hingga siuman. Aku tak ingin melihatnya bersedih. Apalagi bersedih karena kepergianku nantinya. Aku ingin Siwon oppa berbahagia bersama Eunkyung eonnie.

Karena mataku yang tak kuat. Dengan segera aku pun berbaring dan mulai memejamkan mataku.

 

Keesokan Harinya…

Aku pun sudah siap dengan seragamku dan tas ransel yang setiap hari ku bawa ke sekolah tak lupa juga ku masukkan obat jantungku ke dalam tas ranselku. Dan langsung bergegas menuju tempat makan yang mungkin sudah berkumpul kedua orangtuaku dan EunKyung eonnie.

“Aigoo~ anak eomma yang satu ini cantik banget” ujar amma yang membuatku malu.

“Apaan sih amma.” Elakku duduk di samping EunKyung eonnie duduk.

“Kau lebih cantik dari eonnie” lanjut Eunkyung eonnie.

Aku pun terdiam dan melanjutkan makanku.

“Kamu nggak lupa obatmu kan Eunhee?” Tanya Eunkyung eonnie.

“tenang eonnie. Aku tak lupa” jawabku kembali melanjutkan makan.

Ketika aku sedang menyuap nasi ke dalam mulutku. Tiba-tiba mataku tertutup oleh sebuah tangan kekar. Aku pun mencoba membukanya namun, tangan itu kembali menahanku.

“Nuguseyo? Aishh.. aku mau makan” ucapku marah.

“ayo tebak itu siapa?” ucap amma padaku.

“ahh, aku tau Siwon oppa kan” jawabku.

Tangan kekar itu pun terlepas dari mataku dan kini mencium pipiku di depan kedua orang tuaku dan Eunkyung eonnie.

“oppa” erangku malu+marah.

“Wae? Ahjumma, ahjussi, Eunkyung tak apakan aku mencium pacarku sendiri” Tanya Siwon oppa kepada orangtuaku dan Eunkyung eonnie.

“ne, boleh” jawab amma, appa dan eunkyung eonnie.

Tiba-tiba Siwon oppa akan mendekatkan wajahnya ke arah wajahku, dengan segera ku tahan.

“Eiittsss! Tidak bisa” elakku mendorongnya.

“Jagii, popo” pintanya manja.

“ani, aku ingin makan. Duduklah” perintahku melanjutkan makanku.

Siwon oppa pun beranjak duduk di samping Eunkyung eonnie.

“Siwon ayo makan?” ucap appa.

“Ani ahjussi. Kebetulan di rumah saya sudah makan” jawab Siwon oppa.

Aku pun hanya terkekeh dan melanjutkan makanku.

~~~
“ne, oppa” ucapku masih di dalam mobil.

Aku dengan Siwon oppa pun sudah sampai di sekolahku. Ketika hendak keluar. Tiba-tiba Siwon oppa menarikku sehingga bibirku dan bibirnya menyatu. Aku pun memejamkan mataku sebentar.

“Saranghae” ucapnya di sela-sela ciuman.

“Na doo Saranghae” jawabku mengecup bibirnya singkat dan keluar dari mobil.

Aku pun berjalan menuju kelasku dan di sana sudah ada Gyuri temanku yang sedang berbincang bersama teman-temanku yang lainnya.

“Eunhee-ah, bagaimana keadaanmu? Sudah baikkan kah?” Tanya Gyuri khawatir.

“Gwenchanaa Gyuri-ah” jawabku duduk di samping dirinya duduk.

“Syukurlah. O ya, selama kau tak masuk. Di kelas terasa sepi Eunhee. Guru-guru yang mengajar di kelas pun tak begitu semangat” jelas Gyuri sedih.

“ya sudah, yang penting. Aku sudah di sinikan” jawabku.

Aku pun mulai membuka buku pelajaranku. Gyuri pun hanya melihat ke arahku dengan perasaan cemas. Aku pun mendiamkannya dan pura-pura tak tahu jika Gyuri sedang menatapku saat ini.

POV end…

 

Eunkyung POV…

Aku pun membaca kertas yang diberikan oleh amma. Kertas hasil kesehatan Eunhee yang semakin memburuk. Aku tak tega melihatnya seperti ini. Aku akan mengabulkan semua permintaan yang ia inginkan. Demi ia sembuh, aku rela menyerahkan nyawaku untuknya.

“Eunhee-ah, kenapa hidupmu seperti ini sekarang” lirihku sedih.

Aku pun mulai mengetikkan pesan dan mengirimkan kepada Eunhee.

~~~
“Di mana sekarang? Kenapa seperti ini?” tanyaku cemas.

“Aku tak tahu eonnie. Ketika sedang akan berolahraga, Eunhee mengeluh sakit dadanya dan pingsan” jelas Gyuri sahabat Eunhee.

Aku pun hanya menangis menunggu dokter keluar dari ruang UGD. Tak beberapa lama, dokter yang menanggani Eunhee pun keluar.

“bagaimana keadaan adikku dok?” Tanyaku cemas.

“hanya menunggu keajaiban dari Tuhan. Jadi, saya harap tolong turuti kemauannya” ucap dokter pergi dari hadapanku.

BRUUKK

Aku pun terjatuh ke lantai dan menangis sejadi-jadinya. Aku memang kakak tak berguna. Tak becus menjaga adiknya yang kini sedang terbaring lemas di dalam kamar UGD.

Aku pun mengeluarkan ponselku dan langsung menghubungi amma dan appa dan juga Siwon oppa.

Tak beberapa lama, mereka semua pun datang menghampiriku. Aku pun langsung memeluk amma dan menangis.

“ammaaa” lirihku menangis sedu.

“uljima Eunkyung-ah, kita harus sabar. Uljima-yo” ucap amma mengelus rambutku.

“nona yang bernama Eunkyung dan tuan yang bernama Siwon. Pasien bernama Eunhee ingin bertemu” ucap salah seorang suster keluar dari kamar rawat inap Eunhee.

Aku pun melepas pelukan dan langsung ke dalam kamar dan diikuti oleh Siwon oppa di belakangku.

“Eunhee-ah” lirihku menghampiri Eunhee.

Aku pun menahan tangisku tak tega melihat keadaan Eunhee yang sekarang.

‘Tuhan! Aku tak kuat’ batinku sedih.

“eo..nniee..oo..ppaa” lirihnya menahan sakit.

“ne?” tanggapku.

“jangan menangis” ujar Eunhee.

“ani, kita tak menangis. Ia kan oppa” ucapku kepada Siwon oppa.

“ia benar kita tak menangis” hardik Siwon oppa memegang tangan Eunhee sayang.

“oppa, eonnie. Aku ingin ke Namsan Tower sekarang” pinta Eunhee.

“Eunhee-ah, badanmu belum pulih betul. Kau harus istirahat” larang Siwon oppa.

“pokoknya aku ingin ke sana” pinta Eunhee kekeh.

“baiklah eon bicara dengan dokter dulu ya” ucap Eunkyung hendak pergi.

Namun, Eunhee menahan tangan Eunkyung.

“jangan eonnie” tahan Eunhee.

“ayo eonnie” ajak Eunhee manja.

“baiklah. Ini, pakai mantelmu” Eunhee pun hanya mengenggukkan kepalanya sambil menunjukkan senyuman di wajah putih pucatnya itu.

‘Eunhee-ah aku tak kuat melihatmu seperti ini. Harusnya aku saja yang seperti ini. Bukan kamu’ batin Eunkyung sedih.

~~~

@Namsan Tower…

“oppa, pasangkan ini di sana” perintah Eunhee menyerahkan gembok berwarna biru kepada Siwon.

“ne” tanggap Siwon mengambil gembok di tangan Eunhee dan memasangnya di antara gembok-gembok lainnya.

“eonnie, ini juga eonnie pasangkan disamping gembok Siwon oppa” perintah Eunhee.

Eunkyung pun menuruti perkataan Eunhee tanpa menjawabnya.

“sudah” ujar Eunkyung dan Siwon bersamaan membuat Eunhee tertawa senang.

“wae kau tertawa?” Tanya Siwon berjongkok di depan Eunhee yang sedang duduk dengan kursi roda miliknya.

“aku hanya senang. Tak boleh” ucap Eunhee sinis.

“gwenchanaa” ucap Siwon mengecup bibir Eunhee.

Eunkyung pun membalikkan badanya tak mau melihat Siwon yang tengah mencium Eunhee. Tak banyak orang yang berlalu lalang di sini. Jadi, Siwon dan Eunhee pun tak perlu khawatir.

~~~
mereka bertiga pun kini berada di dalam mobil dan bergegas menuju rumah sakit, karena keadaan Eunhee yang tak boleh lama-lama keluar karena keadaannya yang belum benar-benar pulih.

“eonnie, oppa. Gomawo sudah menemaniku” ucap Eunhee berterima kasih.

“cheonmaneyo” ucap Eunkyung mencondongkan kepalanya dari jok belakang dan mengecup pipi Eunhee sayang.

Begitu juga Siwon yang mengelus rambut Eunhee sayang.

“eonnie, ige. Tadi aku memfoto kalian berdua. Lucu sekali” tunjuk Eunhee senang.

Eunkyung hanya tersenyum.

Karena jarak rumah sakit dengan Namsan tak begitu jauh. Kini, mereka pun sudah sampai di halaman rumah sakit. Siwon pun membuka pintu mobilnya dan bergegas membawa kursi roda. Eunkyung pun ikut turun dan membuka pintu mobil yang ada Eunhee di sana.

Mereka bertiga pun langsung bergegas memasuki rumah sakit dan menaiki lift untuk menuju kamar inap Eunhee di rawat.

~~~
“amma tau tidak, aku tadi di ajak naik kereta gantung dengan Eonnie dan Siwon oppa” adu Eunhee senang.

“jinjja? Sepertinya kau senang sekali” ujar sang amma senang.

TOK…TOKK..TOKK..

Pintu kamar pun di ketuk. Eunhee pun melihat ke arah pintu yang sudah ada Gyuri dan teman-temannya yang lain datang.

“anyeong Eunhee” ujar teman-temannya serempak.

“Gyuri, wah ada teman-teman yang lain juga. Duduklah. Kalau begitu amma keluar sebentar, kalian berbicaralah” ucap amma Eunhee bergegas keluar.

“bagaimana keadaanmu Eunhee? Kami khawatir padamu. Cepat sembuh ya” ucap salah seorang teman Eunhee.

“gomawoyo. Aku sayang kalian. Aku baik-baik saja. Kalian tak perlu khawatir” ucap Eunhee memegang dadanya menahan sakit.

“gwenchanaa Eunhee-ah?” Tanya Gyuri cemas.

“gwenchanaa. Kau bawa apa?” Tanya Eunhee menahan rasa sakit agar Eunhee tak khawatir kepadanya.

“ah, ini. Ada buah-buahan dari kami. O iya, Park songsaenim tak bisa datang karena harus menunggu anaknya yang sakit jadi dia hanya memberikan salam saja” ucap seorang namja meletakkan rancam buah itu di meja samping tempat tidur Eunhee di rawat.

“ah ne, gwenchanaa” ucap Eunhee lagi-lagi menahan sakit.

“sepertinya kami tak bisa berlama-lama karena hari sudah mulai sore. Kami pulang dulu ya Eunhee, cepat sembuh” ujar namja tadi menyalami Eunhee.

“gomawo Seungho-ah” jawab Eunhee.

“kau jaga kesehatan. Kami akan merindukanmu” ujar Gyuri.

Eunhee pun menganggukkan kepalanya dan satu persatu teman-temannya keluar kamar inap Eunhee di rawat. Tanpa sepengetahuan Eunhee, semua teman-temannya pun menangis.

“cepat sembuh Eunhee-ah” ujar Gyuri menahan tangis.

“ahjumma, ahjussi kami pulang dulu” pamit Gyuri membungkukan badannya.

“ne, hati-hati ya” ucap amma Eunhee.

Eunhee yang berada di dalam kamar pun hanya menangis sambil memegang dadanya kesakitan. Amma dan appanya yang baru datang pun cemas melihat Eunhee yang menggerang kesakitan.

“dokter..dokter..” panggil appa Eunhee.

Tak beberapa lama, dokter pun datang dan segera memeriksa keadaan Eunhee.

“sebaiknya, ahjussi dan ahjumma tunggu di luar” perintah suster.

Amma dan appa Eunhee pun menurutinya dan bergegas keluar kamar inap Eunhee.

Eunkyung yang baru datang bersama Siwon pun telihat cemas ketika melihat amma dan appanya berada di luar kamar inap Eunhee.

“eomma appa, apa yang terjadi?” Tanya Eunkyung cemas.

“kita tunggu dokter dulu” relai appa Eunkyung.

Eunkyung hanya terdiam dan memeluk ibunya. Siwon yang ada di situ pun melihat celah ke kamar Eunhee berbaring. Ia menangis dan terus berdoa kepada tuhan dengan matanya tak berhenti menatap Eunhee yang sedang kesakitan.

“bertahanlah jagii” ucap Siwon mengusap air matanya yang semenjak tadi keluar.

 

 

Beberapa menit kemudian…

Dokter pun keluar dari kamar inap Eunhee. Eunkyung yang melihat pun langsung menghampiri dokter dengan cemas.

“dokter bagaimana keadaan adik saya?” Tanya Eunkyung cemas.

Dokter pun hanya terdiam. Tak beberapa lama suster pun ikut keluar.

“semuanya Eunhee ingin bertemu” ucap suster ikut menangis.

Dengan segera, semuanya pun langsung masuk ke dalam kamar Eunhee di rawat.

“Amma, appa, eonnie oppa” panggil Eunhee.

“ne? jangan banyak bicara dulu” elak Eunkyung.

“ada yang ingin ku katakana. Aku harap kalian mengabulkannya?” pinta Eunhee sambil menangis.

“apa itu? Ehmm” dehem amma Eunhee sambil mengusap kening Eunhee.

“oppa eonnie, kemarilah” perintah Eunhee.

Eunkyung dan Siwon pun menghampiri Eunhee dan mengusap air mata mereka agar Eunhee tak melihat mereka yang menangis.

“aku ingin, Siwon oppa dan Eunkyung eonnie menikah” pinta Eunhee mengapai tangan Siwon dan Eunkyung.

“tapi Eunhee, aku sangat mencintaimu” elak Siwon melepas tangannya kasar.

“oppa, ini demi aku. Aku sudah tak kuat lagi. Aku mohon. Aku ingin melihat kalian berdua menikah” pinta Eunhee.

“eonnie akan melakukan hal apapun agar kau senang Eunhee-ah” ujar Eunkyung pasrah dan sudah merelakan adiknya itu meninggalkan dirinya.

“gomawo eonnie. Oppa aku mohon” pinta Eunhee.

“ia, Siwon setuju ko. Ya kan oppa” ucap Eunkyung mengedipkan matanya kepada Siwon oppa agar menuruti pinta Eunhee.

“ya, aku mau” ujar Siwon pasrah.

“gomawo oppa” ujar Eunhee meraih tangan Siwon dan Eunkyung. Ia pun menyatukan tangan Eunkyung dan Siwon.

 

Keesokan Harinya…

Semua pun sudah siap. Siwon sudah rapi dengan tuxedo putih melekat di badannya dan juga Eunkyung, gaun putih yang melekat di badannya. Hari ini hari pernikahan Siwon dan Eunhee yang dilaksanakan secara sederhana.

Eunhee pun tersenyum ke arah Siwon yang kini sudah ada di depannya.

“oppa, kau tampan sekali” ujar Eunhee.

“kau juga cantik sekali Eunhee-ah” jawab Siwon menahan tangis ketika melihat wajah Eunhee yang semakin memucat.

“gomawo. Oppa, cepat sana. Acara sudah akan dimulai” perintah Eunhee.

Siwon pun berdiri namun sebelumnya mengecup kening Eunhee lalu kembali berdiri di depan altar menunggu Eunkyung yang datang bersama appanya.

‘eonnie, oppa semoga kau selalu bahagia’ batin Eunhee bahagia karena melihat Siwon dan Eunkyung yang saling mengikat janji.

Perlahan Eunhee memejamkan matanya. Ia bukan tertidur. Tapi tertidur untuk selamanya. Ia sudah tenang karena orang yang dicintainya sudah hidup berbahagia sekarang.

POV end…

 

3 Tahun Kemudian…

Eunkyung POV…

Batu nisan yang terukir nama Eunhee di sana. Aku pun mengusapnya pelan. Dengan air mataku yang tak berhenti menangis.

“Eunhee-ah, bagaimana kabarmu? Eonnie sangat merindukanmu sayang? Eonnie harap kamu bahagia di sana” ujarku sedih.

“Eonnie” panggil seseorang.

Aku pun menolehkan kepalaku melihat ke sekitar pemakaman hanya ada aku dan beberapa orang berlalu lalang di sana.

“eonnie” suara itu. Aku mengenal suara Eunhee.

“Eunhee!” lirihku berdiri.

“ini aku eon. Aku disini” ujar Eunhee yang kini sudah berada di sampingku.

Aku pun menggapainya, namun tak berhasil. Hah! Aku baru ingat, jika Eunhee bukan manusia lagi.

“kabarku baik eonnie. Bagaimana keadaan eonnie? Apa eonnie sudah mencintai Siwon oppa?” Tanya Eunhee membuatku ingin menangis.

“aku baik Eunhee. Ya, perlahan Siwon oppa dan eonnie saling mencintai” jawabku menangis.

“syukurlah. Eonnie, aku tak bisa lama-lama. Aku harus pergi. Jaga diri baik-baik. Aku pergi eonnie. Saranghae eonnie” perlahan cahaya bersinar di depanku. Eunhee pun masuk ke dalam cahaya itu.

Aku pun hanya tersenyum dan melambaikan tanganku ke arah Eunhee yang melambaikan ke arahku. Perlahan cahaya itu menghilang. Suara anak kecil pun memanggilku.

“eomma” panggil Eunhee kecil.

Aku pun menghampirinya dan menggendongnya dan memeluknya erat.

“eomma tadi ada Eunhee ahjumma ya” ucap Eunhee kecilku.

Aku pun melihat ke arahnya yang tersenyum melihat ke atas langit.

“ne, tapi kau jangan katakana pada appa. Arrachi?” perintahku membuatnya mengangguk.

Eunhee, anak berumur 2,5 tahun. Sengaja aku memberikan nama anakku Eunhee. Agar aku bisa selalu dekat dengan Eunhee adikku. Matanya, bibirnya, sama percis dengan Eunhee.

“jagii” ujar Siwon oppa menghampiriku.

“appa” ucap Eunhee minta di gendong Siwon oppa.

Aku pun menyerahkan Eunhee ke gendongan Siwon oppa dan kembali menunduk ke batu nisan Eunhee.

“selamat jalan adikku. Eonnie akan selalu mengunjungimu” ucapku mencium batu nisan serasa mencium kening Eunhee.

“kajja jagii. Sepertinya akan turun hujan. Eunhee pun sudah mengantuk” ajak Siwon oppa.

Aku pun mengangguk dan pergi meninggalkan makam Eunhee.

 

 

THE END…

Huuaakkhh.. akhirnya tamat juga. Gimana Echa, udahkan ffnya. Huuh.. semoga kamu suka ya. Mianheo kalo kamu kurang suka. Eonnie gk bisa buat Angst. Ya sudahlah. Sesuai janji eonnie. FFmu ini terselesaikan.

Kalo mau request, jangan minta Angst atau sad ending. Mata eon bengkak.

Selamat membaca. Semoga suka..

Dipublikasi di Uncategorized | 2 Komentar

My Captain is My Love Part 2

Aku bawa part 2nya.. maaf kalo nggak sesuai dengan yang di harapkan.. mianheo..

Author : Me

Cast : WonKyu, and all member SJ, slight ChangKyu, SiHyo.

Song : A Whole New World- Kyuhyun, Cheries Vers,

Genre : Romance, Humor, Gendeswitch+

 

Author POV…

Kyuhyun pun menyederkan badannya ke belakang pintu apartementnya sambil memengang dadanya yang tak berhenti berdetak. Kyuhyun begitu senang, akhirnya cintanya selama ini tak bertepuk sebelah tangan. Sungguh ia berterima kasih kepada orang tuanya yang akan menjodohkan dirinya dengan Siwon. Namja yang di cintainya.

“aku harus segera tidur. Agar besok tak bangun kesiangan” ucap Kyuhyun senang dan bergegas masuk ke dalam kamar apartementnya yang begitu luas.

~~~

keesokan Harinya…

Kyuhyun pun sudah siap. Dress tanpa lengan berwarna putih selutut dengan sabuk berwarna merah melilit perutnya yang ramping. Rambut panjangnya di gulung ke atas, menunjukkan leher putihnya dan juga sepatu high heels biru. Penampilan yang sangat cantik.

DRTTT~~DRRRTTT~~DRRTTT~~

Ponsel flip Kyuhyun bergetar, dengan segera dirinya  mengambil ponselnya yang tergeletak di meja depan cermin.

Mata Kyuhyun pun terbelangkak kaget ketika mendapat panggilan dari Siwon. Namja yang di cintainya menghubungi dirinya. Dengan segera Kyuhyun pun menganggkatnya.

“Yeoboseyo!” ucap Kyuhyun menghela nafas menghilangkan rasa kegugupannya.

“jagii, aku sudah di bawah. Mianheo aku tak bisa ke atas. Cepat ke bawah” perintah Siwon.

“ne oppa, aku segera ke sana” ujar Kyuhyun menutup panggilan.

Kyuhyun pun langsung menyambar tas selempang dan tak lupa ponsel flip miliknya.

~~~
kyuhyun pun sudah ada di dekat mobil Siwon. Siwon pun hanya tersenyum menghampiri Kyuhyun.

“neomu yeopo” puji Siwon membisikkan ke telinga Kyuhyun.

Kyuhyun pun hanya terdiam malu dan berjalan mendahului menuju mobil siwon yang sudah ada di halaman lobby gedung apartement. Kyuhyun pun masuk ke dalam mobil lalu diikuti Siwon yang masih lewat pintu supir mobilnya.

“oppa kita akan kemana?” Tanya Kyuhyun.

“nanti kau akan tahu” jawab Siwon kembali memfokuskan pandangannya ke depan.

POV end…

 

Siwon POV…

Aku pun memarkirkan mobilku di depan restoran yang sudah ku sewa untuk makan malam ku dengan Kyuhyun. hari ini, Kyuhyun sangat cantik. aku menyukainya. Ya, bukan hari ini saja setiap hari pun aku tetap menyukai penampilannya itu.

Aku keluar dari mobilku dan membukakan pintu mobil yang ia duduki.

“gomawo oppa” ucap Kyuhyun lembut.

Aku pun langsung menggandeng tangan Kyuhyun dan memasuki restoran mewah yang sebenarnya adalah restoran milik appa.

“kau suka Kyuhyun-ah?” tanyaku mengajaknya duduk di meja makan yang sudah banyak makanan disana.

“ne, romantis sekali” jawab Kyuhyun melirik ke sekitar restoran yang sudah di hiasi dengan warna-warni bunga dan juga alunan lagu melodi kesukaan Kyuhyun yang ku tahu dari Hyorin noona.

“ini oppa yang menyiapkan?” tanyanya senang.

“ne” ucapku.

Kyuhyun pun hanya tersenyum ketika pelayan menuangkan wine di gelas kosong di dekatnya. Kyuhyun sangat berbeda dengan yeoja lain. Benar-benar membuatku semakin ingin memilikinya.

“Cheers” tunjukku sambil memegang gelas.

“Cheers” jawabnya.

TRENG *anggap aja suara gelas yang nyatu*

Aku pun melihat ke arah Kyuhyun yang sedang meminum wine hingga habis. Di saat seperti ini, wajah cantiknya terlihat jelas. Oh tuhan!!

“oppa, kenapa terus memandangku” ucapnya marah.

“ah, mianheo. Kyu. Aku terpana karena kecantikanmu” pujiku membuatnya terdiam dan memalingkan wajahnya.

“sepertinya kau sudah lapar. Makanlah” perintahku mengapai garpu dan pisau untuk memakan steak di depanku.

“massita” lirihnya sambil menganggukkan kepalanya.

Aku meletakkan pisau dan garpu di pinggir piring. Aku pun menghampiri Kyuhyun yang sudah selesai makan dan menatapku heran.

“oppa” lirihnya kebingungan karena aku berjongkok di depannya.

“oppa!” lirihnya lagi.

Aku pun masih di tempatku dan hanya menatapnya.

“Jagii, baby..” panggilku menggapai tangan halusnya.

“mmhh” jawabnya mengelus tanganku.

“Kau takkan meninggalkanku kan?” tanyaku membuatnya terdiam dan tertawa.

“oppa, kau ini ada-ada saja. Kita baru saja jadian. Mana mungkin aku meninggalkanmu oppa” jawab Kyuhyun mengusapkan tangannya ke pipiku.

“saranghae” ucapku memeluk Kyuhyun.

“Na doo Saranghae oppa” jawab Kyuhyun.

Aku pun melepaskan pelukan dan perlahan mendekatkan wajahku ke wajah Kyuhyun. dan ku usapkan pipi lembutnya.

CHU

Aku pun beralih mencium bibirnya dan perlahan melumat bibirnya. Kyuhyun pun menggalungkan tangannya di leherku dan semakin menekan ciumanku di bibir mungil miliknya.

‘saranghae jeongmal saranghae cho kyuhyun. kau hanya milikku dan akan tetap menjadi milikku’ batinku masih mencium yang kini beralih menjadi melumatnya.

POV end…

Kyuhyun POV…

“kenapa tersenyum terus seperti itu?” ledek Hyorin eonnie ketika melihatku yang tersenyum sendiri.

Kini, aku sudah berada di dalam rumahku dan sedang duduk di taman belakang. Aku pun kembali tersenyum ketika membayangkan kejadian saat tadi siang.

“amma sepertinya benaar-benar harus cepat-cepat ya” ledek Hyorin eonnie membuatku malu.

“memangnya kenapa Hyo-ah?” Tanya amma membuatku malu.

“Kyuhyun senyum-senyum sendiri karena mendapatkan ciuman dari Siwon” ledek Hyorin eonnie.

Aku pun hanya menatapnya dengan tatapan membunuh. Hyorin eonnie pun yang tadinya berada di sampingku. Kini, sudah beralih di belakang amma.

“Hyorin benar juga. Amma beritahu Amma Siwon saja” ucap amma hendak pergi menuju kamarnya.

“Chamkaman” cegahku.

“wae Kyunniiee?” Tanya umma memegang bahuku.

“anio” ujarku berhenti.

Aku pun kembali duduk dan memainkan PSP kesayanganku.

“sudah mau menikah, tapi masih tetap memainkan benda kesayanganmu itu” ujar Hyorin eonnie sambil menonton TV yang entah ia sedang menonton acara apa.

Aku  pun hanya terdiam menghiraukan ledekkan Hyorin eonnie.

TING.. TONG..

Bel rumah berbunyi. Tak ada pelayan rumah, ya karena amma tak mengijinkan pelayan untuk bekerja di rumah. Karena menurut amma ia masih bisa menghandalkan semua pekerjaan dengan sendiri.

Aku pun segera membuka pintu depan yang sedari tadi bel rumah berbunyi menandakan ada tamu.

“nugu??” ucapku membuka pintu.

“Changmin oppa” ujarku langsung memeluknya.

“Bogoshipoyoo” ucapku masih memeluknya.

Changmin oppa pun membalas pelukan.

“sudah lama kita tak bertemu” ucap Changmin oppa melepas pelukan dan masuk ke dalam rumah.

“ahjumma! Hyorin noona!” panggil Changmin oppa.

Tak beberapa lama Hyorin eonnie dan amma pun datang dan menyambut Changmin oppa yang baru datang.

“Changmin-ah, bagaimana kabarmu? Amma merindukanmu sayang” ujar amma sedih.

Changmin oppa adalah oppa tiriku yang amma angkat dari panti asuhan tak jauh dari sekolahku dulu, aku hanya mendengar cerita dari amma seperti itu. Dan Changmin oppa baru saja pulang dari studynya di Paris. Memang membuatku iri saja.

“Kyunniiee, oppa dengar cerita. Kau akan menikah? Benarkah itu?” Tanya Changmin oppa sambil memelukku.

“ne oppa” jawabku.

“oppa ingin tahu siapa namja yang sudah berhasil memikat hatimu. Oppa cemburu padanya” eluhnya sedih.

“aihh.. oppa” lirihku memukul tangannya.

“ya! Kyunniiee appo” erangnya kesakitan.

“mianheo” ujarku santai.

“sudah-sudah. Kyu, ada pacarmu datang” ucap appa yang baru datang diikuti Siwon oppa.

Aku pun hanya diam dan melihat ke arah Changmin oppa yang bertanya-tanya melalui tatapannya. Seakan ingin tahu siapa pacarku itu.

Aku pun berdiri dan menghampiri Siwon oppa yang datang menghampiriku.

“baby.. Chu” panggilnya sambil mengecup bibirku dan membuatku malu.

“ah iya, hampir lupa. Oppa kenalkan ini Siwon oppa, pacarku yang sebentar lagi akan menjadi suamiku. Dan Siwon oppa perkenalkan ini Changmin oppa, oppa tiriku” ucapku memperkenalkan antar satu sama lain.

Siwon oppa pun hanya tersenyum sambil menjulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Changmin oppa. changmin oppa pun membalasnya dengan senyuman terpaksa.

POV end…

Author POV…

‘aishh.. Kyunniiee, aku pulang ingin menyatakan cinta padamu. Bukan seperti ini’ batin Changmin sedih karena melihat Kyuhyun yang sedang memasak bersama Siwon. Dengan posisi, SIwon yang memeluk Kyuhyun dari belakang.

“sabar Changmin-ah, cari yeoja lain yang lebih baik. Biarkan mereka bersama” ujar Hyorin memengang bahu Changmin.

“ne, gomawo noona” jawab Changmin berlalu meninggalkan Hyorin yang masih melihat Siwon dan Kyuhyun yang masih dengan posisi yang sama.

~~~
“oppa, coba ini deh. Aku buatkan makanan Paris ini untukmu” perintah Kyuhyun membuatkan Telur isi cornet *aku nggak tahu makanan eropa kaya gmna, anggap aja ini makanan dari paris*.

Kyuhyun pun menyuapi telur tersebut ke dalam mulut Changmin membuat Siwon hanya bisa terdiam. Terdiam karena cemburu, melihat kemesraan yeojachingunya bersama kakak tiri yeojachingunya itu.

“oppa mau juga?” Tawar Kyuhyun pada Siwon.

Namun Siwon hanya menggelengkan kepalanya yang artinya ia tak mau.

“Kyuhyun-ah” lirih Ahjumma cho.

“ne amma” ujar Kyuhyun menghampiri ahjumma cho.

“ada yang ingin amma katakana, tapi tak disini” ucap ahjumma cho mengiring anaknya masuk ke dalam kamar.

“ada apa amma?” Tanya Kyuhyun penasaran.

“Kyuhyun-ah, kau tahu kan Siwon sangat antusias dengan perjodohan ini” ujar ahjumma Cho duduk di tepi tempat tidur miliknya.

“lalu?” Tanya Kyuhyun ikut duduk di samping ahjumma cho.

“amma ingin menguji, sebesar apa cinta Siwon padamu. Ya, bisa di bilang amma tahu dia sangat mencintaimu. Tapi, amma sangat ingin mengujinya” terang ahjumma Cho.

“aku setuju dengan ide amma. Sebentar lagi acara pernikahan kan umma. Bagaimana jika aku…” ucap Kyuhyun terhenti dan membisikkan sesuatu pada Ahjumma Cho.

“Eottokhae?” ujar Kyuhyun meminta persetujuan sang amma.

“amma setuju. Kau lancarkan aksimu mulai hari ini, soal appa, Hyorin, amma Siwon dan appa Siwon biar amma yang urus. Kau hendel Changmin agar mau bekerja sama dengan kita” jelas ahjumma Cho mendapat anggukkan dari Kyuhyun yang melesat keluar kamar ammanya.

“opppaaaaa!” lirih Kyuhyun menghampiri Siwon, Changmin dan Hyorin yang sedang mengobrol di ruang tamu rumahnya.

Kyuhyun pun menghampiri Changmin dan bergelanjut manja pada Changmin membuat Siwon terdiam dan cemburu.

“wae Chagi?” Tanya Changmin.

“oppa, aku ingin membisikkan sesuatu padamu. Kemarilah telingamu” perintah kyuhyun.

Changmin pun memberikan telinganya ke arah wajah Kyuhyun, sehingga Siwon yang sedari tadi diam di depan mereka hanya menggepalkan tangannya.

Tak beberapa lama, gelak tawa menghiasi ruangan. Hyorin yang ada disitu pun heran dengan tingkah sang adik yang mencueki pacarnya sendiri yang sebentar lagi akan menjadi suaminya.

“arraseo” bisik Changmin di telinga Kyuhyun.

“oppa, besok antarkan aku fitting gaun penikahanku ya” ucap Kyuhyun.

“memangnya pacarmu tak marah, jika oppa yang mengantarkanmu fitting pakaian pernikahan untukmu?” Tanya Changmin.

“gwenchanaa Hyung” jawab Siwon memelas pasrah.

‘sabar Siwon, sabar. Kau harus sabar’ batin Siwon menenangkan hatinya.

“Hyorin-ah!” panggil ahjumma Cho dari arah dapur.

“ne amma” tanggap Hyorin menghampiri ahjumma Cho.

 

Kyuhyun POV…

Siang pun menjadi sore, langit yang terang menderang berubah menjadi gelap. Aku pun masih terus berbicara dengan Changmin oppa dan membiarkan Siwon oppa memasang wajah kesalnya ketika melihat aku bergelanjut manja pada Changmin oppa di depannya. Aku tahu Siwon oppa sedari tadi menahan emosinya. Tapi aku benar-benar ingin mengujinya. Seberapa besar cintanya padaku.

“baby, aku pulang ya” pamit Siwon oppa.

Aku hanya melihat ke arahnya dan tersenyum sebentar. Siwon oppa masih mematung di depanku dan Changmin oppa. Aku tahu, siwon oppa menginginkan kecupan kan. Mianheo oppa. Kali ini, aku tak akan memberikannya.

“baiklah, aku pulang. Katakan pada ammamu dan Hyorin noona. Hyung, aku pulang dulu” pamit Siwon berjalan keluar rumahku.

“Kyunniiee, apa kau tega melihat Siwonmu seperti itu” Tanya Changmin cemas.

“gwenchanaa oppa. Sesuai yang aku katakan tadi, misi pertama berjalan dengan lancer. Besok kita jalankan misi yang kedua. Bye oppa, aku ke kamar dulu” pamitku menaiki tangga rumahku dan langsung menuju kamarku.

“miaheo oppa, aku hanya ingin mengujimu” ucapku tertawa sendiri melihat wajah cemburunya tadi.

DRRRTTT…DRRTTT…DRRRTTT..

Ku lihat poselku berdering, menandakan ada telepon disana.

-My siwonniiee-

Aku pun mengangkat teleponnya.

“yeoboseyo! Baby” ucapnya memelas.

“ada apa?” tanyaku dingin.

“aishh~ kau melupakan aku. Mentang-mentang ada oppamu itu” ucapnya sirik.

“hanya membicarakan hal itu, aku tutup ya” ucapku hendak menutup panggilan namun, dirinya menghentikannya.

“YAA! Baby, aku merindukanmu. Kau kenapa, kenapa di tempelkan di telingamu saja. Lihatkan wajahmu” pinta Siwon oppa.

Aku pun kembali melihat layar ponsel yang Siwon oppa sedang memasang wajah cemberutnya. Ternyata ia memakai Video call.

“kau kenapa baby? Tak senang ya aku menghubungimu” Tanya Siwon oppa membuatku ingin tertawa.

“biasa saja” jawabku memegang dadaku yang tak mau berhenti berdetak.

“baby, omongan yang tadi itu benar?” Tanya Siwon oppa serius.

“ya, untuk apa aku bohong. Oppa ikut juga ya. Awas kalau tidak” perintahku mengancamnya.

“kalau tidak bagaimana?” Tanya Siwon.

“pernikahan batal” jawabku santai.

“ya, baby. Kau tak bercandakan?” tanyanya cemas.

“terserah kau sajalah” ujarku malas.

‘mianheo oppa. Aku tak tega melihat wajahmu yang sedih itu’ batinku sedih melihat Siwon oppa yang menampangkan wajah sedih.

“baiklah, besok aku ikut. Memangnya dimana butiknya?” Tanya Siwon oppa.

“di butik milik amma” jawabku malas.

“arraseo” jawabnya sedih.

“Kyunniiee” panggil Changmin oppa mengetuk pintu kamarku.

“ne oppa, masuklah” perintahku pada Changmin oppa.

“baby, aku tutup dulu ya. Tak enak menganggumu dengan Changmin Hyung” ucap Siwon oppa.

“ne. terserah oppa saja” jawabku santai.

Aku melihat ke arah Changmin oppa yang kini sudah ada di depanku.

“nugu?” tanyanya pelan.

“siwon oppa” jawabku tak kalah pelan.

“katanya mau ditutup” ucapku membuatnya kaget.

“ne, saranghae” ujarnya.

“aku tahu” ucapku menutup panggilan.

“kau berbicara apa dengannya?” Tanya Changmin oppa.

“soal yang tadi. Ada apa oppa ke kamarku?” tanyaku santai.

“oppa ingin jalan-jalan. Kita ke taman hiburan” ajak Changmin oppa.

“ide bagus. Aku ganti baju dulu. oppa tunggu dibawah” perintahku beranjak dari tempat tidur dan mengambil pakaianku yang biasa ku pakai ketika keluar rumah.

“ne” ujar Changmin oppa keluar kamarku.

~~~
“oppa, aku ingin naik itu” tunjukku pada wahana permainan rollcoster.

“ya sudah kajja” ajak Changmin oppa menarik tanganku.

Ku lihat, Changmin oppa memainkan ponselnya. Entah ia sedang apa, aku pun hanya terdiam dan mengantri wahana permainan rollcoster yang cukup panjang.

Namun, ku lihat kembali sedari tadi Changmin oppa tak lepas pandangnnya dari ponel putih miliknya.

“oppa, waeo?” tanyaku penasaran.

“Kyu, berikan oppa nomor pacarmu” pinta Siwon oppa.

“untuk apa oppa?” tanyaku penasaran.

“aku akan mengajak pacarmu untuk datang” jawab Changmin oppa.

Aku pun hanya menganggukkan kepalaku tanda mengerti, mengapa Changmin oppa meminta nomor Siwon oppa. Tanpa berlama lagi, aku mengeluarkan ponsel flip milikku dan memberikan nomornya kepada Changmin oppa.

POV end…

Siwon POV…

Sexy Free and Single, naega wayo.. sexy free and single..

Aku pun menggeliat dari tidurku ketika mendengar iphone putih milikku bordering. Ku lihat dengan mataku yang belum sepenuhnya tersadar. Ternyata ada pesan masuk dengan nomor yang tak ku kenal.

From : +01452-xxx-xxx-x

Cepat datang ke taman hiburan Namsan Tower.

Jangan lupa kau jemput Hyorin. Aku tunggu.

Aku pun hanya membelangkkan mataku ketika membaca pesan itu yang entah nomor tak ku kenali. Namun, sepertinya aku mengenal siapa. Karena ada nama Hyorin noona disana. Itu pasti Changmin hyung. Takkan salah lagi.

Tanpa berfikir lama lagi, aku pun langsung bergegas menuju kamar mandi.

~~~
aku dan Hyorin noona pun menggedarkan pandanganku ke sudut taman hiburan mencari Changmin hyung yang tadi menghubungiku. Hyorin noona pun yang kebingungan hanya diam saja, sambil memainkan ponselnya.

“yeoboseyo! Kyu. Ah, eon ada di dekat wahana komedi putar. Kau di mana?” Tanya Hyorin noona menerima panggilan dari Kyuhyun.

“baiklah, eon dan Siwon kesana” jawab Hyorin noona.

“eotte noona?” tanyaku ketika Hyorin noona mematikan panggilan.

“kajja, Kyu menyuruh kita menyusulnya ke restoran di dekat wahana arum jeram” ajak hyorin noona.

“baiklah. Kajja” ajakku lagi dan diikutinya Hyorin noona yang jalan mendahuluiku.

Sesampainya disana, ku lihat Kyuhyun dan Changmin hyung yang saling suap-menyuap makanan. Membuatku iri saja. Awas kau Cho Kyuhyun, akan ku balas.

“Siwon oppa, eonnie. Kemarilah” perintah Kyuhyun.

Hyorin noona pun langsung menghampiri Kyuhyun dan Changmin hyung. Begitu juga aku, dan mengambil alih duduk disamping Hyorin noona.

“mianheo, menunggu lama” ujar Hyorin noona meminta maaf.

“gwenchanaa.. Eon oppa sudah makan?” tawar Kyuhyun ramah.

“belum” jawabku singkat.

“baiklah. Pelayan” panggil Kyuhyun memanggil pelayan.

Pelayan tersebut pun menghampiri meja kami.

“saya pesan lagi 2 ya. Sama seperti tadi” perintah Kyuhyun.

Pelayan itu pun mengangguk mengerti dan kembali kebelakang.

Tak beberapa lama, peanan pun datang. Dan karena perut sudah lapar. Aku pun langsung memakannya.

“pelan-pelan oppa” ujar Kyuhyun memberikan segelas arak.

“kyu, di mulutmu ada saus. Chamnkaman” ujar Changmin hyung menggelap saus yang ada di bibir Kyuhyun membuatku terkaget.

‘benar-benar tak tahan’ batinku menahan emosi.

Aku pun meminum arak tanpa menghiraukan Kyuhyun yang terus menengurku. Baru kali ini, aku semarah ini. Kyuhyun benar-benar membuatku hilang kendali. Aku jarang meminum arak. Hanya karena Kyuhyun aku dapat meminum arak.

“oppa! Pelan-pelan” titah Kyuhyun cemas.

“aku sudah selesai” ucapku sambil mengelap mulutku dengan tisu yang sudah di sediakan. Aku melihat ke arah Hyorin noona yang hanya menggelengkan kepalanya.

“baiklah, aku ingin kembali bermain wahana yang lainnya. Kajja” ajak Hyorin noona memecahkan kehening.

“ne” jawabku santai.

Aku pun menarik tangan Kyuhyun dan mengenggamnya. Namun, reaksinya berbeda. Kyuhyun melepaskan tanganku kasar dan kembali mengenggam tangan Changmin hyung.

“oppa, kita naik komedi putar saja. Eotte?” tawar Kyuhyun pada changmin.

“baiklah kajja” ajak Changmin hyung senang.

‘itu maumu Kyu. Arraseo’ batinku menarik tangan Hyorin noona.

“noona, ayo kita naik juga” ajakku sambil mengenggam tangan Hyorin noona.

Hyorin noona hanya mengangguk dan mengikuti Changmin hyung dan Kyuhyun yang sudah menaiki komedi putar terlebih dahulu.

“Siwon-ah, kau kenapa?” Tanya Hyorin noona ketika melihatku yang sedang memandang Changmin hyung dan Kyuhyun.

“oh, karena mereka. Siwon-ah. Ada satu hal yang kau harus tahu. Sebenarnya aku tak boleh mrngatakannya. Tapi, aku kasihan padamu Siwon” ucap Hyorin noona.

“apa itu noona?” Tanyaku penasaran.

Hyorin noona pun menghampiri telingaku dan mulai membisikkan sesuatu. Aku hanya membelangkakan kaget ketika mendengar yang Hyorin noona bisikkan kpadaku.

“jadi, kau jangan marah. Dan anggap kau tak mengetahuinya Siwon-ah. Habis wahana ini, aku akan menyuruh Kyu masuk dengan mu. Noona akan membantumu membatalkan aksi Kyu. Kau tenanglah” ucap hyorin noona.

“gomawo noona” ucapku.

Komedi putar yang ku naiki pun sudah berhenti di bawah. Hyorin noona segera turun, namun sesuai rencana aku tak ikut turun. Hyorin noona pun menarik Kyuhyun agar masuk kembali ke wahana komedi putar bersamaku. Ku lihat Kyuhyun awalnya menolak. Namun, sesaat kemudian ia pun mau.

Hyorin noona pun membisikkan sesuatu kepada ahjussi yang menjalankan wahana komedi putar ini. Ahjussi tersebut pun hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.

Kyuhyun kini sudah masuk ke dalam wahana komedi putar bersamaku dengan wajah cemberutnya. Wahana pun kembali berjalan, aku melihat ke arah Hyorin noona yang mengacungkan jempolnya ke arahku. Dan juga ku lihat ahjussi-ahjussi tadi menurunkan semua penumpang yang hanya menyisakkan, aku dan Kyuhyun.

BUKKK

Tiba-tiba wahana berhenti mendadak membuat Kyuhyun yang tadi di depanku terjungkal ke depanku dan hingga jarah wajah kami yang begitu dekat.

“mianheo” ujarnya melepaskan pelukan.

Namun, dengan segera ku tarik kembali Kyuhyun ke dalam pelukanku.

“aku tahu kau melakukan ini hanya ingin membuatku cemburukan dan menguji ku sebesar apa cintaku padamu” ucapku membuatnya menunduk.

“ya, semua merencanakan hal ini. Dan hanya aku yang tak tahu. Kau tak percaya jika aku sangat mencintaimu?” lanjutku membuatnya semakin menundukkan wajahnya.

Kyuhyun hanya terdiam dalam dekapanku.

“jawab aku Cho Kyuhyun” perintahku tanpa memanggilnya dengan sebutan sayang.

“aku percaya” jawabnya pelan.

“lalu kenapa kau melakukan hal ini? HAH! Mengapa?” ucapku sedikit berteriak.

“karena aku takut kehilanganmu oppa” jawabnya yang kini sudah menangis.

“kenapa menangis, kau yang memulainya. Jadi, kau juga yang harus mengakhirinya” perintahku.

Kyuhyun pun kembali menundukkan wajahnya.

“baiklah, besok aku akan mengatakan pada semuanya, kita menikah besok” ucapku membuatnya kaget.

POV end…

Kyuhyun POV…

Aku hanya terdiam ketika mendengar Siwon oppa yang mengatakan besok, kita akan menikah. Oh tuhan! Aku belum siap. Bagaimana ini. Tapi, aku tak bisa menggelak. Aku tak berani membantah. Aku baru melihat Siwon oppa semarah ini padaku.

“terserah oppa saja” jawabku pasrah tanpa melihat ke arahnya.

Keesokan Harinya…

Kini aku sudah berada di depan cermin sebuah ruangan, ku pandangi tubuhku yang berbalut gaun putih tanpa lengan. Hari ini, aku melangsungkan pernikah dengan Siwon oppa. Saat pulang dari taman bermain kemarin, Siwon oppa langsung mengatakan ingin menikahi aku esok hari. Semua yang kumpul di rumahku termasuk Choi ahjumma dan Cho ahjussi pun hanya menjawabnya senang. Kembali ku pandangi tubuhku. Tiba-tiba sepasang tangan melingkar di pinggangku dan menghembuskan nafasnya di bahuku.

“baby” lirihnya manja.

“mmhh” dehemku membetulkan kerudung yang bersarang tepat menutupi kepalaku dan wajahku *ane lupa namanya*

“akhirnya sebentar lagi kau menjadi milikku” ucap Siwon oppa mencium tengkuk leherku.

Aku hanya terdiam mendengarnya dan membiarkan Siwon oppa mencium leherku dan melupakan jika ada beberapa pelayan di sekitarku yang sedang memegang gaun belakang.

“aku sudah tak sabar ingin melakukannya denganmu” ucapnya santai.

Dengan segera ku lepaskan pelukan dan menjitak kepalanya.

PLAK..

“awwww… baby. Kenapa memukul kepalaku? Sakit tahu” rengeknya sambil mengelus kepalanya.

“dasar namja mesum” ujarku menatapnya evil.

“memang, apa salahku?” tanyanya heran.

“pikir saja sendiri. Ayo cepat keluar, yang lain pasti sudah menunggu” ajakku mendapat anggukan darinya.

Aku dan Siwon oppa pun berjalan diikuti juga pelayan yang menuntun gaun pernikahanku. Sesampainya, di tempat acara kami berdua pun langsung menuju altar. Di antara bangku para tamu, sudah ada amma, appa, orangtua Siwon oppa, dan saudara-saudaraku yang lainnya.

~~~
“baby” panggil Siwon oppa.

Aku dan Siwon oppa masih berada di acara pernikahan kami yang masih ramai dengan tamu rekan kerja appa maupun rekan kerja orangtua Siwon oppa. Kini aku dan Siwon oppa sedang duduk berdua.

“wae oppa?” tanyaku membalas pelukan di pinggang Siwon oppa.

“anio..” ucap Siwon oppa mengecup bibirku.

“oppa!” lirihku malu.

“kajja” ajak Siwon oppa menggendongku ala bridal style memasuki kamar kami berdua.

CHU

Siwon oppa menciumku ketika akan menaiki tangga rumah. Tak peduli masih banyak tamu disana. Aku pun memejamkan mataku dan sambil menggalungkan tanganku di leher Siwon oppa. Siwon oppa pun melumat bibirku penuh nafsu.

POV end…

Author POV…

“sepertinya Siwon benar-benar tak tahan lagi” ucap Changmin tertawa kecil.

“ne, kau benar Changmin-ah” ujar Yunho turut senang.

“lihatlah, bukankah itu Hyorin noona dan amma” tunjuk Changmin melihat ke arah Hyorin dan ammanya yang sedang berjalan menuju kamar anaknya yang baru saja melangsungkan pernikahan.

“sudahlah! Biarkan saja” ujar yunho pergi meninggalkan Changmin yang masih diam mematung.

Di kamar Siwon dan Kyuhyun, kini Kyuhyun yang terlihat tengah mendesah karena Siwon yang menggemut vagina Kyuhyun. siwon pun masih menggemut dan menjilatinya dengan penuh kenikmatan. Kyuhyun pun, hanya memejamkan matanya sambil meremas seprai di kamarnya karena menahan kenikmatan.

“jagii, aku masukkan sekarang ya” ujar Siwon.

Kyuhyun hanya mengangguk tertahan.

JLEB…

“aahhhhhh..aahh..ooopppp..aaahhh..eungghhhh…” erang Kyuhyun menahan sakit karena junior Siwon yang sudah masuk ke dalam vagina Kyuhyun dan merobek ke perawanan Kyuhyun.

“ahhh..aahhh..uuhh..aahh..fffaass..tterrraahhh..” desah Siwon sambil memaju mundurkan juniornya.

“ahhh..uuhh..eemmppttt” desah Kyuhyun terhenti kerena Siwon melumat bibirnya.

“oppa akuuuu…ahhh” desah Kyuhyun.

“keluarkan bersamaaaa…jjaggiii..aahhhhh” desah Siwon dengan nafsa tersenggal-senggal.

“gomawo baby..jagii.. Saranghae” ucap Siwon sambil menggemut payudara Kyuhyun.

“Naaa dddooo saranghaee..aahhhhh” desah Kyuhyun.

 

THE END…

Huuaakkkhh.. gimana?? Gk rame ya ??

Semoga suka deh…

Dipublikasi di Uncategorized | 13 Komentar

My Captain is My Love Part 1

Gambar

Cie..cie..cie…

 

Author : Me

Cast : WonKyu, and all member SJ.

Song : A Whole New World- Kyuhyun, Cheries Vers,

Genre : Romance, Humor, Gendeswitch+, little bit NC

Author POV…

Gambar

“Baik Tuan Nyonya, tolong di persiapkan sabuk pengamannya. Sebentar lagi. Kita akan landing” ujar salah seorang pramugari.

Para penumpang pun menyiapkan sabuk pengamannya. Banyak para penumpang yang tersenyum dan membisik-bisikan sesuatu. Kebanyakan dari mereka adalah pasangan suami-istri yang begitu senang melihat keramahan sang pramugari pesawat yang mereka tumpangi.

“yeobo, aku senang sekali menaiki pesawat ini. Pramugari itu cantik dan jga ramah” ucap salah seorang ahjussi kepada istrinya.

“ia benar. Aku akan senang jika pramugari cantik itu menjadi menantuku. Istri dari Choi Siwon anak kita” jawab istrinya.

Ahjumma tersebut pun mengeluarkan iphone putih miliknya dan mempotret pramugari cantik di depannya. Namun, karena blitz yang keluar dari kamera handphone sangat terdengar jelas. Membuat pramugari cantik itu menghampiri ahjumma pemilik iphone putih itu.

“mianheo ahjumma jika di dalam pesawat tidak boleh memakai alat komunikasi apapun” ujar pramugari cantik itu sopan.

“ah ne. mianheo aggashi” ujar sang ahjumma menyimpan iphone putih mi

liknya ke dalam tas.

“yeobo, kau ini. Memalukan sekali. Sebentar lagi kita akan turun. Mianheo agasshi” ujar sang suami malu.

“tidak apa ahjussi” jawabnya ramah.

“baiklah untuk semua para penumpang, untuk menyiapkan barang-barang kalian masing-masing. Karena pesawat sudah tiba di bandara. Khamsamnida telah menumpangi pesawat kami. Semoga perjalanan anda menyenangkan” ucap salah seorang pramugari di belakan pramugari cantik yang sedang melayani ahjumma dan ahjussi tadi.

~~~
“Siwon-ah” lirih salah seorang yeoja separuh baya merentangkan tangannya dan memeluk namja di depan yang memakai pakaian pilot.

“umma, appa” lirih Siwon membalas pelukan orangtuanya.

“Ayo kita pulang. Tak enak disini banyak orang yang melihat kita” ajak ahjussi atau appa siwon.

“appa! Aku dapat libur 1 bulan dari tempatku bekerja. Aku ingin beristirahat di rumah” ujar Siwon kepada orangtuanya.

“baguslah, kami juga merindukanmu siwon-ah. O ya, amma dan appa ada sesuatu untukmu” ujar amma Siwon.

“apa itu amma?” Tanya Siwon penasaran.

“ige” tunjuk amma Siwon memperlihatkan iphone putih yang berisi foto pramugari cantik.

Gambar

“ini siapa amma? Ini bukankah pramugari..” ucap Siwon terputus karena ammanya sudah menyela bicaranya.

“ia, pramugari cantik. amma akan menjodohkan kamu dengan dia. Kebetulan appa dan ammanya teman amma” ucap appa Siwon.

“tapikan aku tak kenal dia. Walaupun kita satu pesawat, tapi kita tak saling kenal” ujar Siwon mengelak.

“appa dan amma tak mau tahu. Kalian akan di jodohkan. Jadi, amma harap tidak menggelak lagi” perintah amma Siwon.

“baiklah, terserah amma saja” ucap Siwon pasrah.

Tuan Choi dan Nyonya Choi pun hanya tersenyum kemenangan karena anak semata wayangnya hanya pasrah ketika akan di jodohkan dengan seorang pramugari.

POV end…

Kyuhyun POV…

Aku pun berjalan memasuki halaman rumahku sambil menyeret koper biru milikku. Aku merindukan rumahku ini, setelah 3 bulan aku tak pulang ke rumah karena pekerjaanku sebagai seorang pramugari. Memang melelahkan. Dan sekarang pun, aku hanya mendapatkan libur selama 1 bulan.

“amma, appa aku pulang” sahutku kepada orangtuaku dan menyimpan koper milikku di dekat sofa ruang televisi.

“eh, kyuunniiee.. kau sudah pulang” ujar amma memelukku.

“amma, bogoshipoyoo” lirihku mempererat pelukan.

“Na doo Bogoshipoyoo. Bagaimana pekerjaanmu sayang? Kau tambah kurus saja” ucap amma meledekku.

“melelahkan umma. Umma-aa” lirihku sambil mengembungkan pipiku.

“ya sudah, kau sudah makan belum? Kebetulan umma sudah memasakkan makanan kesukaanmu” ucap amma.

“belum. O ya, dari tadi aku tak melihat appa. Kemana dia?” tanyaku sambil melirik ke arah ruang kerja appa.

“appa belum pulang. Dia sibuk di kantor” ucap umma menyeretku duduk di meja makan.

“oh. O ya, tadi amma mengirimkan pesan kepadaku katanya ada yang ingin di bicarakan. Apa itu?” tanyaku lagi.

“oh soal itu. Makanlah dulu. nanti amma ceritakan” perintah amma.

Aku pun hanya menganggukan kepalaku dan mulai memakan makanan di depanku karena perut yang sudah kelaparan.

~~~
“MWO?” ucapku kaget.

“ia sayang. Kamu akan amma jodohkan dengan teman anak amma. Appa pun sudah setuju” ujar amma membuatku terdiam.

“aku tak suka amma. Aku sudah tak suka jika amma seperti ini” ucapku marah.

“habis amma tak pernah lihat kau berpacaran. Pokoknya amma tak mau tahu, kau harus mau” ujar amma.

“terserah amma sajalah” ucapku berjalan menuju kamarku.

“o iya, kyu. Di meja belajarmu sudah ada foto namja yang akan dijodohkan denganmu. Tak boleh mengelak” teriak amma dari ruang tengah.

Aku hanya mendesah kesal dan berjalan menuju kamarku.

BRAAAKKK…

Ku tutup pintu kamarku dengan keras, ku lihat ada foto dan secarik kertas di atas mejaku dan aku yakin ini pasti umma yang membuat. Cihh!! Tak sudi aku dijodohkan. Tapi, penasaran juga. Mana sih namja yang akan di jodohkan denganku itu. Aku pun duduk di kursi meja belajarku dan melihat foto yang umma balikkan.

Gambar

                                                                                                                   Tulisan di balik foto: Choi Siwon, Captain Pilot Korean Air

Aku pun membelangkan kaget ketika melihat foto namja yang akan dijodohkan denganku. Ku lihat secarik kertas di samping foto itu.

‘bagaimana sayang? Tampan bukan. Dia pilot muda yang sudah menjadi kapten pilot di bandara. Aku harap kau senang. Jangan mengelak. Nanti mereka akan ke rumah kita. Jadi, kau harus bersiap-siap. Amma yakin kau pasti suka.’

Aku pun hanya senyum-senyum sendiri melihat foto Captain Siwon itu. Dia adalah namja yang kusukai sebelum aku menjadi pramugari. Aku benar-benar berterima kasih kepada amma. Penantianku selama ini tak akan sia-sia.

‘gomawo amma’ batinku senang.

Aku pun membuka dompetku dan menyimpan foto itu di dalam dompetku.

POV end…

Siwon POV…

Aku turun dari mobil audi putih milikku dan memasuki supermarket yang tak jauh dari rumahku. Amma memerintahku untuk membeli semua bahan-bahan masakan dirumah yang sudah habis. Mungkin orang bilang, namja sepertiku adalah namja yang manja. Tapi, itu salah besar. Aku adalah namja penurut yang mau di perintah apapun oleh amma dan appa. Aku bukan namja yang kerjaannya hanya diam dirumah.

Namun, aku harus bisa mengatur semua pekerjaan di rumah agar ketika nanti punya istri yang sedang hamil, aku bisa mengurus diriku sendiri. *author:dasar daddy, kau memang lelaki idaman. Siwon:ia donk sayang. Sebentar lagikan daddy akan nikah dengan mommy*

“minyak, sayuran, susu, buah, cemilan, apalagi ya?” ujarku sambil mendorong trolly belanjaan.

“ah, ikan dan daging” ucapku mendorong trolly menuju tempat ikan dan daging.

“aku pinta ikan, dagingnya 3 kilo ya” ucapku kepada salah seorang pegawai supermarket.

“baik” ujarnya menyanggupi.

Aku pun hanya diam dan melihat-lihat udang dan ikan segar di depanku.

“ini tuan” ucapnya memberikan kantung 2 kantung plastic yang berisi ikan dan daging.

“o ya, tolong bungkuskan udang dan salmon ini” ujarku kepada pegawai.

“ne”

~~~
TREEESSSS…

Ketika akan keluar supermarket. Tiba-tiba saja hujan turun begitu deras. Aku pun hanya mendengus kesal menjinjing belanjaanku. Aku hanya terdiam dan duduk di kursi depan supermarket.

Tak jauh dari ku duduk. Ku lihat seorang yeoja yang mengusap-usap dirinya yang berjalan ke arahku. Ku liahat wajahnya seperti ku kenal dia.

“bukankah dia itu…” ucapku dengan segera membuka iphone putih milikku.

“pramugari yang umma lihatkan waktu itu” ucapku lagi.

Yeoja itu pun berjalan ke arahku dan duduk disampingku duduk. Ia pun hanya tersenyum ke arahku dan aku pun membalas senyumannya.

“Kyuhyun” lirihku tiba-tiba.

‘aish! Choi Siwon’ batinku menggerutu malu karena memanggil namanya.

“ne, tuan siapa?” jawab Kyuhyun.

“kau Kyuhyun kan. Kenalkan saya Choi Siwon” ucapku mengulurkan tanganku.

“ia. Captain Choi” hardiknya membuatku malu.

“ne, sedang apa disini?” tanyaku padanya.

“aku habis membeli ini” tunjuk kantung keresek yang ia bawa.

“Captain sendiri?” tambahnya.

“aku berbelanja. Sekalian aku bosan dirumah. Jangan panggil captain. Cukup nama saja jika diluar” hardikku membuatnya mengangguk.

“ah ia. Capt… maksud saya Siwon oppa” ucapnya malu.

“mana mobilmu? Kesini dengan siapa?” tanyaku melihat keparkiran.

“aku kesini memakai bus. Appa menyita mobilku karena aku menolak di jodohkan dengan namja pilihan mereka” jelasnya cemberut.

“hahaha.. memang ya orangtua jaman sekarang tak mengerti anak-anaknya” ucapku.

“ne, benar sekali” ujarnya.

“o ya, pulang bersamaku saja. Kebetulan arah kita sama. Jangan ada penolakan” ujarku.

“ne” jawabnya sambil mengangguk pasrah.

Aku pun membuka iphone putih milikku dan mengirimkan pesan kepada amma.

To : amma

Thanks amma. Dia cantik sekali. Aku akan membawanya ke rumah

Aku pun mengenggam tangannya dengan tangan kiriku karena tangan sebelah kananku membawa kantong belanjaan berlari menuju parkiran mobil yang tak jauh dari tempatku duduk.

POV end…

Kyuhyun POV…

Jantungku tak pernah berhenti berdetak sedari tadi. Ku lihat ke arahnya yang focus menyetir. Entah mengapa, aku sangat senang ketika Siwon oppa mengajakku pulang bersamanya dan mengatakan arah rumah kita searah. Namun, yang sebenarnya tidak. Mungkin bisa dikatakan itu hanya alasan dirinya saja.

Aku pun mengeluarkan ponsel flip milikku dan mengetikkan pesan kepada amma.

To : amma

Amma, aku akan ke rumah Siwon oppa. Jangan jemput aku ya

Send…

Aku pun hanya tersenyum sendiri melihat ponselku yang walpapernya adalah foto Siwon oppa.

“kenapa senyum-senyum sendiri? Sepertinya kau senang sekali” ucapnya melihat ke arahku.

“ah ne. tidak ada apa-apa. Aku hanya ingin senyum saja” ucapku.

 DRRTTT…

Ponselku bergetar menandakan ada pesan masuk. Dengan segera ku buka.

From : Amma

Aigoo~~ amma sedang di rumah Siwon juga. Cepat kepada Siwon. Lama sekali kalian berdua ini. Pacaran mulu kalian ini.

BLUSSHHH…

Serasa di sengat listrik. Wajahku merah seketika membaca pesan dari amma. Ku lihat ke arah Siwon oppa yang sudah berhenti menyetir. Dengan seketika ku lihat kesekeliling mobil yang sudah berada di halam rumah yang tak kalah mewah dengan rumahku.

“ayo turun” ajaknya.

Aku pun membuka pintu mobil dan keluar dari mobil audi milik Siwon oppa. Aku pun melihat ke sekeliling rumah yang megah ini dan terkaget melihat ada mobil appa terparkir di antara deretan mobil yang mungkin mobil milik orangtua Siwon oppa.

“kajja” ajaknya sambil menarik dan mengenggam tanganku lembut.

“bawakan belanjaan di bagashi” perintah Siwon oppa kepada ahjumma-ahjumma di depanku dan masih mengenggam tanganku.

Aku pun melihat amma, appa dan orangtua Siwon oppa yang sedang mengobrol di ruang tengah.

“OMO~ anak umma dan appa akhirnya datang juga” ujar amma kepadaku.

“EHEM! Ada yang di pegang terus nih tangannya” dehem Hyorin eonnie.

Reflek. Aku segera melepaskan. Namun, Siwon oppa tetap mengenggam tanganku.

Aku pun melepaskan genggaman tangannya dan menghampiri eonnieku.

“eonnie.” Ucapku kepada eonnie.

“umma, kenapa eonnie ada disini?” tanyaku kepada amma.

“Kami yang menyuruhnya pulang” ujar ahjumma choi dan ahjussi choi bersamaan.

“ah ne” ucapku malu.

“kalian berdua memang cocok sekali. Cantik dan tampan” ujar ahjumma Choi.

“benar. Kita percepat saja tanggalnya” ucap appa membuatku diam.

“bagaimana jika minggu depan!” ucar ahjussi choi.

“lebih cepat lebih baik” ujar ahjumma choi.

“aku terserah kalian saja” ucap Siwon oppa pergi dari tempat kami berkumpul.

“ne, aku juga” ucapku pasrah.

“Kyuhyun-ah sana. Susul dia” perintah ahjumma choi.

“tapi ahjumma..” ucapku terbata-bata.

“tak ada tapi-tapian. Cepat sana” perintah ahjumma menyeretku mengikuti Siwon oppa.

~~~
“oppa, memang suka menyendiri ya?” ucapku kepada Siwon oppa yang sedang duduk di tepi kolam renang.

“ani Kyu. Hanya saja…” ujarnya menarikku ke dalam pelukannya.

DEG

Dengan seketika jantungku kembali berdetak. Wajahnya begitu dekat.

“hanya saja. Aku memang menyukaimu” bisiknya mengecup telingaku.

Aku hanya tertegun diam. Perlahan ia melepaskan pelukannya dan mendekatkan wajahnya ke wajahku. Aku hanya terdiam dan mengikuti apa maunya.

“Kyuhyun-ah” panggil Hyorin eonnie.

Dengan segera aku pun melepaskan pelukannya dan menyaut panggilan Hyorin eonnie.

“ne eonnie” sahutku menghampirinya.

“di panggil amma” ucapnya menghampiriku.

Aku pun dengan segera menghampiri Hyorin eonnie dan mengajaknya menuju amma agar tak curiga dengan apa yang sedang ku lakukan dengan Siwon oppa.

POV end…

Author POV…

“aish menganggu saja” gerutu Siwon kesal.

Siwon pun segera menyusul Kyuhyun yang sudah lebih dulu menghampiri Tuan Cho dan Nyonya Cho yang masih berkumpul di ruang tengah.

“Umma, ada apa?” Tanya Kyuhyun menghampiri ammanya.

“kajja kita makan” ajak Nyonya Choi.

Kyuhyun, Hyorin dan orangtuanya pun berjalan bersama menuju meja makan. Kyuhyun mengambil alih makan disamping Nyonya Cho. Namun, Nyonya Choi melarangnya dan memerintah Kyuhyun untuk duduk disamping Siwon duduk.

Kyuhyun yang terlihat lugu pun hanya menurut pasrah. Ia pun duduk rapi disamping Siwon duduk.

~~~

Kyuhyun POV…

Kini aku dan Siwon oppa pun sedang berada dalam perjalanan menuju apartement. Ya, aku meminta untuk tinggal di apartement untuk sementara. Di dalam mobil pun hanya ada kecanggungan di antara aku dan Siwon oppa. Aku teringat kejadian di taman belakang tadi.

Kejadian itu membuat pipiku tak berhenti merona merah.

Setelah beberapa saat, mobil pun berhenti di depan halaman apartementku. Aku pun segera membuka pintu dan hanya menganggukan kepalaku sebagai tanda terima kasih.

Namun, tiba-tiba tangan kekar milik Siwon oppa menarikku hingga berada pada pelukannya. Aku pun hanya membelangkakan terkaget tanpa membalas pelukan. Siwon oppa masih memelukku.

“Kyunniiee, saranghae” ucap Siwon oppa.

“Jengmal Saranghae” ucapnya lagi.

Perlahan Siwon oppa melepas pelukan dan mendekatkan wajahnya ke arah wajahku sehingga jarak di antara kami begitu dekat. Aku merasakan deru nafas lembutnya.

Kini bibir Siwon oppa sudah mendarat di bibirku. Hanya saling menempel saja. Namun, perlahan bibirnya melumat bibirku. Aku pun menutup mataku dan mengalungkan tanganku di lehernya agar memperdalam ciuman.

Siwon oppa melepas tautan bibir kami dan mengecup keningku lembut.

“Saranghae Cho Kyuhyun” ujarnya mengecup bibirku lama.

“Na doo Saranghae Captain Choi Siwon” ucapku memeluknya.

“Jadi, sekarang kita resmi berpacaran dan….” Ucapnya terpotong.

“Dan???” ucapku penasaran.

“dan menjadi wanitaku selamanya” ucapnya dengan senyuman yang menggembang di wajah tampannya.

“aku mau” jawabku pelan.

Siwon oppa pun memelukku.

“Kalau begitu, masuklah. Besok aku jemput” perintahnya mendapat anggukan dariku.

Aku pun melambaikan tanganku ketika mobil Siwon oppa meninggalkan apartementku. Dengan segera aku pun berlari memasuki apartementku.

TBC…

Yang tadinya mau oneshoot kaga jadi. Ia, aku buat oneshoot. Tapi dengan beberapa chapter. Ya sudahlah kalau begitu nanti aku lanjutkan lagi ya. Papay.. semoga semakin penasaran.

Dipublikasi di Uncategorized | 33 Komentar